Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Inovasi Negatif ala PT KA
#81
(02-12-2009, 03:52 PM)jokotingkir Wrote:
(02-12-2009, 12:22 PM)ebret_cc20191 Wrote:
(04-07-2009, 10:40 AM)Illia Wrote:
Quote:yap....
kemaren pas dari MN pulang ke JKT naik BRANTAS gua jga kaget.... pas ada yg nawarin bir.... gua cuma bengong aja pas di tawarin bir... eh si mas nya malah nawarin lgi... "mau bir mas?" aku lagnsung tanya aja.. "bintang zero ada ga mas??" eh di bilang "adanya yg ini mas" sambil menyodorkan bir bintang yg beralkohol, ya aku jawab.. "ga jdi mas" trus di langsung ngeloyor ke penumpang lain sambil nawarin bir....
Hm saya jg pas di brantas gt jg sih.
Btw apa Bir Bintang di anggap softdrink ya?
jd dijual bebas? Ngakak

itu mah udah lama ada dijual di mutsel....

kemaren pas naik mutsel 4 Nov 2009 dari bandung juga ada kebetulan di kursi sebelah gerbong 1 pas belakang Kereta Makan ada 2 penumpang cewek dua duanya , pesan Bier Buintang diminumnya ya di tempat duduk padahal dah disaranin sama petugas restorasi supaya minum di KM aja tapi dia gak mau kayaknya , dah gitu petugasnya bukain botolnya pakek gaya Bar tender lagi suaranya duooossssssss....... .

Bener bener bikin penumpang gak nyaman apalagi ada anak kecil juga di gerbong itu. kalau niat jualan kayak ginian harusnya emang gak ditawarin secara terang terangan kayak jualan es lilin aja, cukup kalau ada yg mau ya datang ke Restorasi abisin disono sampek teler kalau dah tinggal di lempar aja orangnya ke pinggir rel dari pada ganggu penumpang lainnya. dikira itu gerbong diskotik kali padahal waktu itu lampu gerbong juga terang benderang gak remang remang. wong beli makan nasi goreng / rames aja untuk dimakan di kursi penumpang sedikitnya juga akan mengganggu kenyamanan penumpang yg disebelah kita kecuali keluarga sendiri. udah gitu para petugas juga harusnya tidak memberi kesempatan seperti itu, jangan cuman pingin jualannya laku doank.
ya setuju.memang sangat annoying lihat mereka mondar-mandir sambil getok2 botol.jualannya terlalu vulgar kayak diforsir dan kejar setoran sekali trip mesti laku sekian botol bir.....*sigh.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
#82
[Spoiler]
Quote:Pelayanan KA Masih Buruk
Selasa, 01 Desember 2009 , 19:28:00
BEKASI, (PRLM).- Departemen Perhubungan mengakui pelayanan transportasi kereta api masih buruk. Untuk itu, Dephub menilai perlu banyak pembenahan pada pelayanan moda transportasi ini, termasuk pada kondisi stasiun yang ada.

Hal ini dikatakan Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, Selasa (1/12) ketika melakukan kunjungan ke Stasiun Bekasi. "Peninjauan akan terus dilakukan. Kita melihat masih banyak perbaikan yang perlu dikerjakan. Tujuannya memberi rasa nyaman terhadap penumpang," kata Bambang.

Hingga saat ini, kereta api masih menjadi moda transportasi favotir bagi sebagian kalangan. Hanya saja, pelayanannya massih belum baik. Hal ini bisa dilihat dari kondisi kereta ekonomi. Sejumlah hal yang perlu dibenahi misalnya, fasilitas penumpang di stasiun dan di atas kereta, serta pelayanan petugas kereta api. "Layanan kereta api di Indonesia kita masih jauh dari ideal, banyak yang harus dibenahi," kata Bambang.

Pemantauan situasi sejumlah pelayanan dan kondisi kereta akan dilakukan secara intensif guna meningkatkan fungsi pelayanan moda transportasi darat itu. Pemantauan, kata Bambang, meliputi kesiapan rel, peron dan pelayanan oleh petugas.

Sementara itu, Kota Bekasi telah beberapa kali menggelar operasi yang berhubungan dengan peningkatan pelayanan kereta api, misalnya operasi yang digelar kerja sama antara Polsek Bekasi Utara dan pengelola Stasiun Bekasi.

Dalam sjeumlah operasi ini, petugas menemukan sejumlah komponen rel yang hilang kemudian menggantinya dengan yang baru. Bambang juga menambahkan jika proyek doubel-doubel trek (DDT) juga merupakan bagian dari pemantauan. Penambahan dua lajur lahan DDT dilakukan di Stasiun Kranji, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung dan Cikarang karena saat ini, di lokasi tersebut hanya ada dua lajur rel. (A-155/A-50)***
SUMBER
[/Spoiler]



Mudah mudahan ajah ini benar akan terealisasi, sehingga gak ada lagi pelayanan yang buruk dalam perkereta apian di Indonesia dan akan menjadikan Inovasi yang positif, tidak negatif mulu.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#83
Priangan Express...remembering...

Hanya karena jadwal salah, diapun merugi...
Reply
#84
@bagus70;
Betul kang. tapi PT KA gak mau meninjau dan merubah jadwalnya malah kereta ini dimatiin. bikin kecewa para penggunanya.

[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#85
Ngomong-ngomong soal bir, kemarin kamis naik Gayabaru malem si petugas restorasinya dari PPK sampe KYA gak berhenti mondar-mandir nawarin bir, apa gak malu ya jual bir gitu..
My Photos on Flickr CLICK HERE

My Facebook CLICK HERE
Reply
#86
(20-12-2009, 07:41 PM)Agus_Faisal Wrote: Ngomong-ngomong soal bir, kemarin kamis naik Gayabaru malem si petugas restorasinya dari PPK sampe KYA gak berhenti mondar-mandir nawarin bir, apa gak malu ya jual bir gitu..

Waduh... jualan bir?
Kok seperti memaksa ya kalau diperhatikan, terutama di KA ekonomi yang berangkat sore...
Lebih baik pedagang bir dan segala penjual bir yang ada di stasiun dihilangkan demi citra bersama.

BTW, saat beberapa waktu lalu (saya tidak OL di sini) naik KRL eko AC dari BKS untuk beribadah natal di salah satu gereja di Jaktim, anehnya ada sekumpulan penumpang yang bisa turun seenaknya alias BLB dengan membayar Rp 20 ribu per orang ke kondektur... bagaimana tanggung jawab PT KA dalam kasus ini?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi

[Image: 2r56iya.jpg]

Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#87
(14-12-2009, 03:28 PM)g10d Wrote: @bagus70;
Betul kang. tapi PT KA gak mau meninjau dan merubah jadwalnya malah kereta ini dimatiin. bikin kecewa para penggunanya.

Jadwal itulah...yang mematikan KA potensial seperti Jatayu...
Reply
#88
(21-12-2009, 07:14 AM)Charles Wrote: BTW, saat beberapa waktu lalu (saya tidak OL di sini) naik KRL eko AC dari BKS untuk beribadah natal di salah satu gereja di Jaktim, anehnya ada sekumpulan penumpang yang bisa turun seenaknya alias BLB dengan membayar Rp 20 ribu per orang ke kondektur... bagaimana tanggung jawab PT KA dalam kasus ini?

ini sudah lumrah.
kalau naik K3 ke luar kota (arah Jatim/Jateng) banyak 'kambing' dari PSE/JNG yang minta BLB disekitar pegadenbaru-haurgeulis-jatibarang.kayaknya mereka sudah 'cincai' sama mass-nya.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
#89
(22-12-2009, 02:58 PM)sulovyo Wrote: ini sudah lumrah.
kalau naik K3 ke luar kota (arah Jatim/Jateng) banyak 'kambing' dari PSE/JNG yang minta BLB disekitar pegadenbaru-haurgeulis-jatibarang.kayaknya mereka sudah 'cincai' sama mass-nya.

kambingers bikin GBMS sering telat sampai tujuan....
:p

Reply
#90
Penyebab KA Cepat Semarang-Surabaya dihapus antara lain juga disebabkan banyak kambingers juga . BB 301 bawa 4K3 KM3 BP rata2 okupansi hariannya 70% tapi kambingersnya hampir 50% dari kapasitas penumpang yg dibawa , 10% lagi " Keluarga Besar PJKA " . di Lokomotip paling tidak 10 orang. sehingga pemasukan harian dari penjualan karcis hanya sekitar 30% dari Kapasitas terpasang , Karena dinyatakan merugi akhirnya KA Cepat Sbi-Sm dirasionalisasi. Menurut saya yang disesalkan seharusnya adalah bagaimana mendisiplinkan penumpang tak bertiket agar membeli karcis sehingga tingkat okupansi bisa naik bukan malahan " Membunuh " KA yg tingkat isian penumpangnya cukup bagus.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)