Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
lebih kuat mana long hood atau short hood
#71
Sebenarnya control desk itu lebih rumit di pemakaian, kalo cuma 1 kabin mungkin masinis tidak terlalu repot berpindah kabin. Tapi resiko leher bakalan pegel itu. Ngeledek
Nah yang lucu (atau mungkin bahaya), pernah lihat di RWL pas ketel lagi dilangsir ke arah depo Pertamina itu masinis ada dikabin yang nempel ke rangkaian. Balik ke emplasemen RWL itu masinis gak pindah kabin, jadi kabin depan kosong. Apa gak bahaya itu? Gimana masinis memperkirakan batas langsir sebelum jalur habis? Padahal lihat ke depan terhalang kabin satunya. Bingung
Reply
#72
(02-10-2013, 08:16 PM)06051996 Wrote: Sebenarnya control desk itu lebih rumit di pemakaian, kalo cuma 1 kabin mungkin masinis tidak terlalu repot berpindah kabin. Tapi resiko leher bakalan pegel itu. Ngeledek
Nah yang lucu (atau mungkin bahaya), pernah lihat di RWL pas ketel lagi dilangsir ke arah depo Pertamina itu masinis ada dikabin yang nempel ke rangkaian. Balik ke emplasemen RWL itu masinis gak pindah kabin, jadi kabin depan kosong. Apa gak bahaya itu? Gimana masinis memperkirakan batas langsir sebelum jalur habis? Padahal lihat ke depan terhalang kabin satunya. Bingung

biasanya sih ada juru langsirnya. atau ya karena masinis udah kebiasa aja jadi bisa maen feeling Xie Xie
Reply
#73
di tambah setiap petugas langsir di lengkapi dengan HT !
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#74
(02-10-2013, 08:31 PM)Hendra20409 Wrote:
(02-10-2013, 08:16 PM)06051996 Wrote: Sebenarnya control desk itu lebih rumit di pemakaian, kalo cuma 1 kabin mungkin masinis tidak terlalu repot berpindah kabin. Tapi resiko leher bakalan pegel itu. Ngeledek
Nah yang lucu (atau mungkin bahaya), pernah lihat di RWL pas ketel lagi dilangsir ke arah depo Pertamina itu masinis ada dikabin yang nempel ke rangkaian. Balik ke emplasemen RWL itu masinis gak pindah kabin, jadi kabin depan kosong. Apa gak bahaya itu? Gimana masinis memperkirakan batas langsir sebelum jalur habis? Padahal lihat ke depan terhalang kabin satunya. Bingung

biasanya sih ada juru langsirnya. atau ya karena masinis udah kebiasa aja jadi bisa maen feeling Xie Xie

(03-10-2013, 12:06 PM)dedy vh Wrote: di tambah setiap petugas langsir di lengkapi dengan HT !

lah juru langsir ada di gerbong paling belakang, hebat juga ya kalo feeling masinis bisa segitu tepatnya Ngeledek
Reply
#75
(19-06-2013, 04:19 PM)ArdWar Wrote: BTW, pesen lokomotif itu configurable. Misalnya dalam satu model, mau pake' kontrol desk atau stand; layar monitornya 1, 2 atau 3; spedometernya analog apa digital; brakevalve-nya pake' buatan wabtec, knorr atau yg lain; konfigurasi kabinnya gimana; mau nambah microwave, teko listrik, boleh; seatnya model gimana; software traksinya versi yang standar, versi drag freight, versi intermodal, atau bikin versi sendiri; dynamic brake-nya model standar, extended, apa hi-capacity; bogie-nya model standar atau radial; klaksonnya mau model K5LL, K5LLA, K5H, K5HL atau yang lain; tangganya 4 step atau 5 step; semuanya tergantung yang pesen.

wih masa sih bisa serinci itu, sampe bisa request microwave n teko listrik segala? Heran

udah kayak pesen pesawat pribadi aja..... Ngiler canggih nih
Reply
#76
ada beberapa lok yang radiatornya didepan(di positie long hood), ini harus sebanyak mungkin didepan supaya pendinginan cukup. Kalau mundur ato shorthood,pendinginan kurang.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)