Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
lebih kuat mana long hood atau short hood
#1
waktu tahun baruan di dipo pak H *** pengawas cek bilang lok itu lebih kuat jika menarik dengan posisi long hood di banding dengan posisi short hood. ane jadi bingung bukan nya sama saja ! kan yang membedakan itu hanya dari pandangan mass yang lebih leluasa dengan posisi short hood. padahal kan mesin nya itu itu juga !apa memang benar yang di katakan beliau ,kalau di lihat ke belakang ada benarnya juga makanya tidak ada loko uap yang short hood .ada yang bisa menjelaskan ? Kapan ya...
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#2
aku nambahin nih !.....
memang benar , saya sependapat dengan mas dedy , cuma yang dimaksud itu lokomotif apa ? kalau lokomotif GE atau GM atau lok diesel lainnya yang pakai (◣_◢)┌∩┐ (bogie) tentu tidak ada masalah dengan sh ataupun lh tenaganya sama saja ,kalau lok uap memang kebanyakan menggunakan long hood terutama yang memakai tender lepas , tapi kalau dibolak balik sama aja.
yang jelas bisa dirasakan kalau pakai ujung pendek (untuk lok uap) memang agak nyaman karena gak panass tapi kalau cuaca buruk maka kondisinya akan sebaliknya.bisa basah kuyup deh.........
Reply
#3
dalam keadaan standar pabrik, semua jenis lokomotif (DE, DH, Uap, Turbine, atau tenaga traksi lainya) di desain untuk memiliki tenaga traksi (tractive Effort) yang sama pada gedua arah gerak (maju atau mundur).
tapi apakah pernah ada ygn memperhatikan, berapa kilometer lokomotif berjalan maju atau mundur?
ambil contoh sebuah lokomotif Diesel elektrik dari kelas 201
dari total mileage nya yang 300.000 km, 200.000 km ditempuh dengan posisi short hood dan sisanya pada posisi longhood
ini menyebabkan sistim hardware kendali untuk berjalan short hood akan lebih banyak terpakai dan aus (wear)
sedangkan sistim kendali pada posisi long hood lebih sedikit terpakai
padahal tenaga lok DE kelas 201 bergantung pada sisim kendali traksinya
ini sedikit mempengaruhi tenaga mesin saat menarik rangkaian.

kira kira begitu
Reply
#4
^^^

garis besar nya soal kekuatan lok baik SH ato LH gak terlalu pengaruh dong kang ...!

ngaruh nya lebih kepada sistem harware ajah...
koleksi jepretan ane
http://www.flickr.com/photos/jhon_ipenk/




[Image: meshoostggyt-1.jpg]
me whit ss-2v5 PInDAD
Reply
#5
we supratman Wrote:^^^

garis besar nya soal kekuatan lok baik SH ato LH gak terlalu pengaruh dong kang ...!

ngaruh nya lebih kepada sistem harware ajah...


sebenarnya pada lok DE hardware itu pengaruhnya besar
pernah ada lok yang mengalami notch kosong ( tenaga hilang pada posisi notch tertentu) saat berjalan Short hood
tetapi normal jika berjalan Long Hood
penyebabnya sepele Power kontaktor pada ada yg kotor ikarena jam kerja yg tinggi
Reply
#6
berarti Short hood CC203 lebih cepet aus dunx yah sistem hardwarenya,,
karna setiap kalio dinas selalu short hood,,cuma kadang2aja liat Longhood..
perbedaan dunia maya dan dunia nyata...
"galak" di keyboard akan terlihat sangat berbeda dengan kenyataannya,,
Reply
#7
boim hanamichi Wrote:berarti Short hood CC203 lebih cepet aus dunx yah sistem hardwarenya,,
karna setiap kalio dinas selalu short hood,,cuma kadang2aja liat Longhood..


ga perlu liat hard ware nya
beberapa lok 203 handle trotel di CS 1 lebih keliatan kusam dibanding handle trotel CS2
tidak seperti lok 203 bandung yang dinas parahyangan atau argo gede misalnya, relatif lebih rata keausannya karena berjalan bolak balik (shuttle)
selain itu tingkat keausan roda TM 1 juga lebih cepat
Reply
#8
WOODWARD Wrote:
boim hanamichi Wrote:berarti Short hood CC203 lebih cepet aus dunx yah sistem hardwarenya,,
karna setiap kalio dinas selalu short hood,,cuma kadang2aja liat Longhood..


ga perlu liat hard ware nya
beberapa lok 203 handle trotel di CS 1 lebih keliatan kusam dibanding handle trotel CS2
tidak seperti lok 203 bandung yang dinas parahyangan atau argo gede misalnya, relatif lebih rata keausannya karena berjalan bolak balik (shuttle)
selain itu tingkat keausan roda TM 1 juga lebih cepat


kelihatannya semua ada benarnya , tapi khususnya untuk yang pakai kabin model stream line (CC203 dan 204 08 dst...) masalahnya kalau pakai ujung panjang (LH) untuk masinis dan ass masinis pandangan ke depan agak terganggu karena berhadapan dengan pintu sehingga cukup membuat pegal dileher , khususnya untuk lok bandung biasanya keausan rodanya lebih tinggi (sekitar 3 bulan) harus sudah dibubut lagi atau kira2 14 s/d 16 bulan ada yang sudah ganti roda.
Reply
#9
SH atau LH sih bergantung jenis KA, suspensi dan kontur lintasannya, tetapi menurut orang teknik lebih disukai posisi LH meskipun pandangan masinis agak terhalang karena mesin berada di depan... LH katanya lebih kuat buat menanjak dari SH...
Tetapi kalau keretanya KRL beda urusan... sudah pasti semuanya harus SH karena repot sekali kalo pake LH, bisa-bisa nyeruduk KA lain...
Reply
#10
sama aja kan..
bedanya nyusahin masinis klo LH kynya..
haha

klo kambing enakanya yang mana y?? haha
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)