Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All about " BISTIK "
#21
(19-03-2010, 09:39 PM)Aldio Yudha Trisandy Wrote: Kelihatannya enak bener nih... NgilerNgilerNgiler
Tapi kayaknya dari kata-kata yang ditulis di thread ini, steak ini kualitasnya (maaf) tidak sebagus steak di warung tenda biru. Mohon untuk seluruh restorasi KA eksekutif, anda diberi amanah melayani penumpang yang ingin mendapat nilai lebih dari kereta api, jangan diberi yang tidak pantas dong.
Bagaikan pepatah "carilah lawan yang seukuran denganmu", tapi ini bukan berarti kita harus berantem sesama manusia! Tapi arti sesungguhnya, "berikan pelayanan yang sepantasnya, dengan kualitas yang memuaskan". Demikian balasan saya kepada thread ini, terima kasih.
Steak emang enak, tapi saya mengharapkan yang lebih enak lagi! Ngiler


Ya mudah mudahan aja ada nanti restorasi yg menghidangkan steak ini lebih enak dan lebih tasty dari yg sekarang Tersenyuum
who knows :d
Reply
#22
(13-03-2010, 02:34 PM)big bro Wrote: steak yang agak berbeda ada di KA Argo lawu karena disajikan di hot plate. tapi tetep pake telor... :p

Saya sendiri cukup geram dan menyayangkan pengurangan fasilitas kenyamanan penumpang KA sekarang ini, seperti lantai vinyl dan pencopotan meja makan.

Karena ini tentang makanan, jadi saya jelaskan sedikit korelasi meja makan dan piring hot plate.

Piring hot plate it sangat panas sekali untuk disentuh. Kalau terkena tangan anda, anda bisa kena luka bakar.

Baynagkan jika barang itu ditaruh di pangkuan anda, panas bukan? Apalagi kalau seandainya ada guncangan keras, terus jatuh ke tangan anda, atau orang di sebelah anda, bayangkan.

Sebaik-baiknya, mungkin anda jengkel karena baju anda kotor semual. Tetapi worst case, pasti ada yang kena luka bakar.

Makanya karena itu penyajian dengan hot plate diatas KA jarang...
Reply
#23
mantap nih.. harga sih emang mahal.. tapi rasanyaaa .. makkkkkk... mantap nian pokoknya Big Grin
i'm here
in here
and here too


[Image: 13z6fbd.gif]
Reply
#24
(23-03-2010, 01:08 PM)bagus70 Wrote:
(13-03-2010, 02:34 PM)big bro Wrote: steak yang agak berbeda ada di KA Argo lawu karena disajikan di hot plate. tapi tetep pake telor... :p

Saya sendiri cukup geram dan menyayangkan pengurangan fasilitas kenyamanan penumpang KA sekarang ini, seperti lantai vinyl dan pencopotan meja makan.

Karena ini tentang makanan, jadi saya jelaskan sedikit korelasi meja makan dan piring hot plate.

Piring hot plate it sangat panas sekali untuk disentuh. Kalau terkena tangan anda, anda bisa kena luka bakar.

Baynagkan jika barang itu ditaruh di pangkuan anda, panas bukan? Apalagi kalau seandainya ada guncangan keras, terus jatuh ke tangan anda, atau orang di sebelah anda, bayangkan.

Sebaik-baiknya, mungkin anda jengkel karena baju anda kotor semual. Tetapi worst case, pasti ada yang kena luka bakar.

Makanya karena itu penyajian dengan hot plate diatas KA jarang...
hah !!?? jadi meja makan dicopot ???!!
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#25
Ya mas. Sekarang ini banyak meja yang dicopoti di KA eksekutif. Dicopotnya pas PA di BY Manggarai...
Reply
#26
Pdhl meja itu sgt membanttu pas makan diatas KA Eksekutif.....Huaaaa.....hik..hik
Back on Topic
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
#27
(28-03-2010, 12:31 PM)bagus70 Wrote: Ya mas. Sekarang ini banyak meja yang dicopoti di KA eksekutif. Dicopotnya pas PA di BY Manggarai...

kalau kereta kelas anggrek mas,dicopot juga ngga?
khusus kereta argo batch 1995 memang tidak ada sejak keluar pabrik.cmiiw
8618F New Stripping with Nagisa Furukawa
KCJ~After Story


[Image: 29x9hll.jpg]

Reply
#28
kenapa ga bikin inovasi meja lipat portable yah, jd kalo yg pesen makan sekalian dgn meja lipat portablenya dgn kaki-kaki meja yg bisa di pasang/slot kursi, klo udeh kenyang bisa di copot lg
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#29
(04-04-2010, 09:30 AM)bonbon Wrote: kenapa ga bikin inovasi meja lipat portable yah, jd kalo yg pesen makan sekalian dgn meja lipat portablenya dgn kaki-kaki meja yg bisa di pasang/slot kursi, klo udeh kenyang bisa di copot lg

Bukankah dari dulu ya begitu?
Reply
#30
(10-03-2010, 10:40 AM)mrawan Wrote: Steak , bagi RF sudah pasti tahu steak itu sejenis makanan apa..
Steak pertama kali diperkenalkan oleh tentara Inggris di Perancis setelah perang Waterloo. Hidangan ini biasanya terbuat dari sekerat daging dengan berat 100 hingga 400 gr. Teknik pembuatanya bisa di panggang atau di goreng dengan sedikit lemak atau minyak.
Maaf tulisan diatas sedikit mengulas tentang steak..

Di Indonesia steak sudah berkembang luas dari restoran mewah , restoran cepat saji maupun yg berupa warung tenda pinggir jalan.
Restorasi kereta Bima pun gak mau kalah, ikut menyediakan hidangan ini , entah KA ekse lain nya ada atau tidak menu steak ini, kebetulan pas ke Yk berkesempatan icip icip steak KA Bima ini, karena sudah tidak mendapatkan tuslah makanan, dan menu restorasi yg biasa aja, saia berpikiran untuk mencoba steak ini, berikut review nya :

1. Harga termasuk mahal karena dengan seporsi hidangan steak dihargai 30 ribu , kecil pula ukuran daging nya jika dibandingkan dengan steak di warung tenda .

2. Rasa... nah ini.. pakem yg menyebutkan steak itu bisa menari nari di rongga mulut kita adalah bumbu / saus nya dan tekstur daging nya. Steak KA Bima ini mungkin cara masak daging nya terlalu lama , sehingga cenderung tekstur liat , daging keras bahkan bisa dibilang akan menyiksa manula, betapa nggak menyiksa karena daging nya alot , keras .
Untuk saus atau bumbu , terlihat sangat menyakinkan bumbu nya tidak meresap dalam ke serat daging, hanya sekedar siraman belaka .
Namun sajian telur dan pendamping steak seperti sayuran ( wortel, kentang, buncis ) bisa menambah nilai daging tadi yg kurang enak.
Demikian Steak KA Bima ....



[Image: IMG_3815-1.jpg]



Dalam sejarah hidup saya, pertama kali saya menikmati steak bukan di hotel bintang 5 atau di restoran. Tetapi di kabin Fajar Utama Yogyakarta tahun 1992. Saat itu saya satu porsi berdua dengan adik saya karena terlalu besar.Ngiler

Setelah sudah menikmati steak di berbagai tempat, saya baru sadar kalau steak di KA adalah daging yang dipotong sedemikian rupa sehingga menyerupai steak dan diberi bumbu semur yang kental sehingga menyerupai bumbu steak.Bethe

Kalau lihat dari gambar sekarang, sepertinya porsinya sudah dikurangi banyak. Masa buncisnya, wortel, dan kentangnya pelit banget sih?

Kalah dengan steak pinggir jalan yang lebih nendang rasanya.
Lok Merah Biru



Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)