Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KA Penataran
(03-05-2011, 03:17 PM)Ken Aditya Wrote: Ya mas, itu tahun 2009, ketika masih baru, benar icon kayaknya, sayang ga ingat nomor seri Lok cuma yang paling ingat, bentuk hidung depan aerodinamis, milik CC 203. Dia bawa rangkaian panjang, 9 gerbong, tpi penuh juga. Sekarang icon sore ya, jam 6.25 dari Gubeng. Apa 2 kali? Jam 8 pagi dan 6.25 sore? Sekarang sekilas saya lihat Penataran jam 8 pagi kelihatan ga sebagus dulu (mohon klarifikasi). Dulu ke Tulungagung saya suka lewat Malang, pake Penataran ini, karena keretanya bagus dan bersih. Tapi gimana Penataran jam 7.45 (Gubeng) sekarang?

Iya, mungkin Penataran Iconnya sehari jalan dua kali. Mohon klarifikasi juga dari yg lbh ngerti. Bingung
Reply
KA 985 Penataran Icon 03/05/2011, CC201xx+6 K3+KMP3. Ls. Gedangan 18.43 (kecepetan 1 menit)
FYI, Penataran Icon dijalankan cuma 1x, yaitu yang berangkat dari Surabaya Gubeng jam 18.25
Reply
(02-05-2011, 03:19 PM)adif septian Wrote:
(27-04-2011, 04:41 PM)CC 203 Wrote:
(27-04-2011, 09:52 AM)Ken Aditya Wrote: Panjang sepur belok di WN, SKJ, dan SN, apa maksudnya? Mohon maaf, saya ga mengerti. PT. KAI setiap tahun akan menambah jumlah Lok, berdasar berita dari Dephub tahun lalu, terus akan kerjasama dengan Perusahaan Bombardier, betulkah nama perusahaannya ini? Penambahan tersebut apa masih kurang dibanding dengan kebutuhan layanan saat ini?

Sepur belok itu rel yang bercabang dari rel utama misalnya seperti ini :


[Image: 3526516147_36a75db1fc.jpg]

Itu KA dengan lok CC 201 70 masuk sepur belok...

Yang merasa punya foto, saya pinjam ya...

Kalau perkiraan saya sih masih kurang, karena sekarang PT. KA masih punya tanggungan DAOP IX yang armada lokomotifnya masih kurang memadai terutama mengenai rencana penghidupan kembali jalur Kalisat-Panarukan...

Kalau misalnya KA Penataran mau DT, minimal Dipo SDT harus punya 10 - 12 lokomotif baru...


Berdasarkan yang saya baca di MKA bulan Juni 2009, Dipo Induk SDT punya alokasi BB 301 sebanyak 13 unit yang siap operasi (Nggak tahu lagi kalai sekarang ada perubahan). Kalau misalnya CC 201 di-DT sama BB 301 kira-kira buat nanjak dari BG sampai LW kuat nggak ya..?Bingung

Itu siap operasinya tahun berapa ? Kalau dulu sih lintas SB - ML BB 301 bawa 7-8 gerbong masih sanggup dan bisa lari seperti CC 203, kalau sekarang coba lihat lok BB - nya Tawang Alun, bawa 4 gerbong saja sudah ngos - ngosan... Kalau CC 201 sama BB 201 kasihan yang CC 201, karena sebagian besar dia yang memberi gaya tarik, paling lok BB cuma nyumbang 30-40 % gaya tarik... Kalau mau di DT ya pake lokomotif yang bisa share 50:50... Dan menurut kabar, sebagian BB - nya SDT ditukar sama CC 201 punya dipo BD, kalau gak salah 3 BB 301 ditukar dengan 2 CC 201...

Dan kalau bisa juga KA Penataran ditarik DT CC 203 biar bisa bawa 12 gerbong dan jadi K3 lokal terpanjang... Xie Xie
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
(03-05-2011, 11:19 PM)CC 203 Wrote:
(02-05-2011, 03:19 PM)adif septian Wrote:
(27-04-2011, 04:41 PM)CC 203 Wrote:
(27-04-2011, 09:52 AM)Ken Aditya Wrote: Panjang sepur belok di WN, SKJ, dan SN, apa maksudnya? Mohon maaf, saya ga mengerti. PT. KAI setiap tahun akan menambah jumlah Lok, berdasar berita dari Dephub tahun lalu, terus akan kerjasama dengan Perusahaan Bombardier, betulkah nama perusahaannya ini? Penambahan tersebut apa masih kurang dibanding dengan kebutuhan layanan saat ini?

Sepur belok itu rel yang bercabang dari rel utama misalnya seperti ini :


[Image: 3526516147_36a75db1fc.jpg]

Itu KA dengan lok CC 201 70 masuk sepur belok...

Yang merasa punya foto, saya pinjam ya...

Kalau perkiraan saya sih masih kurang, karena sekarang PT. KA masih punya tanggungan DAOP IX yang armada lokomotifnya masih kurang memadai terutama mengenai rencana penghidupan kembali jalur Kalisat-Panarukan...

Kalau misalnya KA Penataran mau DT, minimal Dipo SDT harus punya 10 - 12 lokomotif baru...


Berdasarkan yang saya baca di MKA bulan Juni 2009, Dipo Induk SDT punya alokasi BB 301 sebanyak 13 unit yang siap operasi (Nggak tahu lagi kalai sekarang ada perubahan). Kalau misalnya CC 201 di-DT sama BB 301 kira-kira buat nanjak dari BG sampai LW kuat nggak ya..?Bingung

Itu siap operasinya tahun berapa ? Kalau dulu sih lintas SB - ML BB 301 bawa 7-8 gerbong masih sanggup dan bisa lari seperti CC 203, kalau sekarang coba lihat lok BB - nya Tawang Alun, bawa 4 gerbong saja sudah ngos - ngosan... Kalau CC 201 sama BB 201 kasihan yang CC 201, karena sebagian besar dia yang memberi gaya tarik, paling lok BB cuma nyumbang 30-40 % gaya tarik... Kalau mau di DT ya pake lokomotif yang bisa share 50:50... Dan menurut kabar, sebagian BB - nya SDT ditukar sama CC 201 punya dipo BD, kalau gak salah 3 BB 301 ditukar dengan 2 CC 201...

Dan kalau bisa juga KA Penataran ditarik DT CC 203 biar bisa bawa 12 gerbong dan jadi K3 lokal terpanjang... Xie Xie

Itu siap operasinya tahun 2009, mas. Oh... ternyata kalau di DT sama BB 301 malah kasian CC 201-nya ya....
Thx infonya, mas.Xie Xie Saya sih nggak begitu ngerti masalah power, Ngakak

Kalau bener bisa CC 203 bisa DT buat narik Penataran, dan menjadi KA lokal terpanjang, berarti itu nanti juga menambah satu lagi keunikan KA Penataran sebagai KA Ekonomi yang punya dua anama (Penataran dan Rapih Dhoho)
Reply
(04-05-2011, 05:59 AM)adif septian Wrote:
(03-05-2011, 11:19 PM)CC 203 Wrote:
(02-05-2011, 03:19 PM)adif septian Wrote:
(27-04-2011, 04:41 PM)CC 203 Wrote:
(27-04-2011, 09:52 AM)Ken Aditya Wrote: Panjang sepur belok di WN, SKJ, dan SN, apa maksudnya? Mohon maaf, saya ga mengerti. PT. KAI setiap tahun akan menambah jumlah Lok, berdasar berita dari Dephub tahun lalu, terus akan kerjasama dengan Perusahaan Bombardier, betulkah nama perusahaannya ini? Penambahan tersebut apa masih kurang dibanding dengan kebutuhan layanan saat ini?

Sepur belok itu rel yang bercabang dari rel utama misalnya seperti ini :


[Image: 3526516147_36a75db1fc.jpg]

Itu KA dengan lok CC 201 70 masuk sepur belok...

Yang merasa punya foto, saya pinjam ya...

Kalau perkiraan saya sih masih kurang, karena sekarang PT. KA masih punya tanggungan DAOP IX yang armada lokomotifnya masih kurang memadai terutama mengenai rencana penghidupan kembali jalur Kalisat-Panarukan...

Kalau misalnya KA Penataran mau DT, minimal Dipo SDT harus punya 10 - 12 lokomotif baru...


Berdasarkan yang saya baca di MKA bulan Juni 2009, Dipo Induk SDT punya alokasi BB 301 sebanyak 13 unit yang siap operasi (Nggak tahu lagi kalai sekarang ada perubahan). Kalau misalnya CC 201 di-DT sama BB 301 kira-kira buat nanjak dari BG sampai LW kuat nggak ya..?Bingung

Itu siap operasinya tahun berapa ? Kalau dulu sih lintas SB - ML BB 301 bawa 7-8 gerbong masih sanggup dan bisa lari seperti CC 203, kalau sekarang coba lihat lok BB - nya Tawang Alun, bawa 4 gerbong saja sudah ngos - ngosan... Kalau CC 201 sama BB 201 kasihan yang CC 201, karena sebagian besar dia yang memberi gaya tarik, paling lok BB cuma nyumbang 30-40 % gaya tarik... Kalau mau di DT ya pake lokomotif yang bisa share 50:50... Dan menurut kabar, sebagian BB - nya SDT ditukar sama CC 201 punya dipo BD, kalau gak salah 3 BB 301 ditukar dengan 2 CC 201...

Dan kalau bisa juga KA Penataran ditarik DT CC 203 biar bisa bawa 12 gerbong dan jadi K3 lokal terpanjang... Xie Xie

Itu siap operasinya tahun 2009, mas. Oh... ternyata kalau di DT sama BB 301 malah kasian CC 201-nya ya....
Thx infonya, mas.Xie Xie Saya sih nggak begitu ngerti masalah power, Ngakak

Kalau bener bisa CC 203 bisa DT buat narik Penataran, dan menjadi KA lokal terpanjang, berarti itu nanti juga menambah satu lagi keunikan KA Penataran sebagai KA Ekonomi yang punya dua anama (Penataran dan Rapih Dhoho)

dt dengan BB301 sekarang sudah tidak mungkin untuk ka reguler dikarenakan bb301 sudah tidak dijinkan berdinas di lintas (pengecualian untuk dipo jr karena 95%) loknya DH. ka penataran ini spesial karena dinasannya memerlukan perhitungan khusus dari saraa traksi dipo SDT.. karena tracknya naik gunung, maka diperlukan keseimbangan antara beban dan traksi lokomotif yang menarik KA tsb... dan setelah diperhitungkan dengan saksama ditemukan rumusan paling ideal yaitu 1 unit lok cc201+7k3 dengan v max kurang lebih 50 km/h dengan taspat 55 untuk petak bangil-sengon. rumusan tsb merupakan rumusan minimum... artinya masih bisa ditingkatkan dengan menggunakan lok cc203/204 mengingat yang berlimpah adalah cc 201. kalau DT sesekali tidak masalah... namun kalau dt digunakan terus menerus secara reguler tentu akan riskan... mengingat alokasi lokomotif, frekuensi perjalanan dan tentu saja kebutuhan lokomotif untuk kereta lainnya Xie Xie
BANGGANYA JADI RAILFANS DAOP 8
Facebook: baim007@gmail.com
twitter: @kentangSPJ48
wanna be my friend? hunting? gathering? joyride? 085648542017
visit my blogs at www.daop8sgu.blogspot.comPlayboy
Reply
Indonesia punya Lok DH terbaru? Untuk menggantikan yang sudah pada tua, apalagi dia tahan banjir, dengar-dengar perawatannya lebih sulit daripada diesel elektrik? Mohon di klarifikasi.
Reply
(05-05-2011, 11:18 AM)Ken Aditya Wrote: Indonesia punya Lok DH terbaru? Untuk menggantikan yang sudah pada tua, apalagi dia tahan banjir, dengar-dengar perawatannya lebih sulit daripada diesel elektrik? Mohon di klarifikasi.

Dari mana infonya bro.?
Reply
(05-05-2011, 11:18 AM)Ken Aditya Wrote: Indonesia punya Lok DH terbaru? Untuk menggantikan yang sudah pada tua, apalagi dia tahan banjir, dengar-dengar perawatannya lebih sulit daripada diesel elektrik? Mohon di klarifikasi.

lok yang dimaksud sementara ini belum ada.....

Back on Topic please
BANGGANYA JADI RAILFANS DAOP 8
Facebook: baim007@gmail.com
twitter: @kentangSPJ48
wanna be my friend? hunting? gathering? joyride? 085648542017
visit my blogs at www.daop8sgu.blogspot.comPlayboy
Reply
(05-05-2011, 11:18 AM)Ken Aditya Wrote: Indonesia punya Lok DH terbaru? Untuk menggantikan yang sudah pada tua, apalagi dia tahan banjir, dengar-dengar perawatannya lebih sulit daripada diesel elektrik? Mohon di klarifikasi.


Kabarnya sih mau dilakukan pembuatan CC 300, tapi seperti biasanya belum diketahui kejelasan dari kabar tersebut...

Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
Saya baca di literatur, benar, Lok DH lebih sulit perawatannya, semoga ingatan saya ga salah. Tapi namanya juga manusia banyak berbagai sudut pandang.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)