Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 1 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[ask] Pengadaan KRL baru buatan INKA-Bombardier
#11
kalo desainnya diantara tiga gambar yang dikasih ipenk, milih yang metro india aja...
desainnya gak kaku....
TM 7000 desainnnya juga mantap....
biar makin banyak masyarakat yang seneng sama kereta indonesia.....
Reply
#12
(25-07-2009, 09:06 AM)Faris GM-MarKA Wrote:
(24-07-2009, 07:42 PM)Adam Faridl Wrote: Ya, JR113 dan Metro 7000 PT KCJ membeli sendiri..., dan rangkaian JR113 dan Metro 7000 yang akan dipasang logo commuter dan kemungkinan diberi warna seperti Jalita...,

Waktu acara KRL Mania di dipo DP, diberitahukan oleh pihak KCJ bahwa warna striping KRL COMMUTER akan jadi hijau-kuning semua dengan motif yang beraneka ragam.
rheostatik aja ada yang udah hijau-silver-kuning stripingnya (baru 1 set sih, memang).

apa nanti 113 ama 7000 mau jadi kuning-merah juga?


Asalkan spesifikasi mesin KRL INKA-Bombardier itu cocok dan kuat di iklim tropis, saya setuju dengan bung Adam, kasus HOLEC insya Allah tidak terulang lagi.

menurutku, akan lebih bagus kalo warnanya warna warni tapi ga norak kayak 1000an yg br PA.. thx!
add FB saya yaa... www.facebook.com/biji.ruben
Reply
#13
INKA bisa hidup lagi dari proyek ini....
Big Grin

Reply
#14
walah udah ada Threat tentang KRL baru ya...
aku malah terlanjur bikin threat baru buat nanyain data-data LAA...

memang INKA kerjasama dengan BOMBARDIER...bukan dengan HOLEC lagi...agar kejadian HOLEC tidak terulang...namun kami juga butuh data-data yang valid mengenai LAA yang sekarang dipakai ( lihat threat data LAA tanya ke siapa? )

bagi teman2 yang tahu bisa balas disini atau japri...
atas bantuannya kami ucapkan terima kasih..tak lupa doa restu dan dukungan buat INKA...
salam RF dari INKA...
[Image: banner.jpg]
Reply
#15
kabar bagus nih.. bisa dipastikan KRL baru ini akan dibuat dgn perencanaan yg lebih baik..

mas logawa, ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan, mungkin beberapa aga OOT.. hhe..

1. dalam pembuatan KRL ini, BOMBARDIER berperan sebagai apa? kemudian apa saja peran INKA dalam pembuatan KRL ini?
2. kalau boleh tahu, ini bekerja samanya dgn BOMBARDIER jerman (yg dulunya adTranz) atau BOMBARDIER Belgia (dulunya BN) yg dulu jg membuat KRL bersama HOLEC?
3. sudah sampai manakah proses perencanaan/pembuatan KRL ini?

kemudian ini ada pertanyaan yg aga melenceng.. hehe..
4. saya ingin tahu sebenernya apa yg membuat CKRDE ex BN/HOLEC sering bermasalah? apakah hanya sistem abarnya yg memang sejak masih KRL sudah bermasalah? oiya huruf C pada CKRDE itu kepanjangan dari apa?
5. mengapa INKA hanya menggunakan engine buatan Cummins pada KRDnya?
6. mengapa INKA tidak membuat KRDI seperti KRDH Nippon Sharyo yg bisa lebih fleksibel dalam jumlah rangkaiannya?

maaf ya mas logawa, saya banya tanya.. hehe.. mudah2an produk INKA terus lebih baik..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.


[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply
#16
moga-moga bentuknya mirip Sama KRL JR 209
BOBOTOH PERSIB
Reply
#17
Desainnya kalo sy lebih sreg dengan KRL Hitachi.
Intinya untuk desain KRL yg ini, INKA dan Bombardier harus banyak belajar dari desain KRL ex Jepang yg saat ini banyak beroperasi di Jabodetabek baik yg teknologi VVVF ( Hitachi ), Rheostatic maupun Chopper. Sehingga segala kelemahan dan keunggulan dari teknologi Jepang tsb dapat menjadi bahan pertimbangan.
Ingat ! Untuk menambah 40 unit kereta rel listrik (KRL) baru pemerintah mendapat pinjaman senilai 33,3 juta euro dari Pemerintah Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Jerman.
Yang harus dibayar plus bunga2nya bukan hibah.
Reply
#18
(06-10-2009, 06:25 PM)jadrians Wrote: Desainnya kalo sy lebih sreg dengan KRL Hitachi.
Intinya untuk desain KRL yg ini, INKA dan Bombardier harus banyak belajar dari desain KRL ex Jepang yg saat ini banyak beroperasi di Jabodetabek baik yg teknologi VVVF ( Hitachi ), Rheostatic maupun Chopper. Sehingga segala kelemahan dan keunggulan dari teknologi Jepang tsb dapat menjadi bahan pertimbangan.
Ingat ! Untuk menambah 40 unit kereta rel listrik (KRL) baru pemerintah mendapat pinjaman senilai 33,3 juta euro dari Pemerintah Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Jerman.
Yang harus dibayar plus bunga2nya bukan hibah.

Kalo Jerman ane percaya dah teknologinya, syukur2 ICE ntar bisa di bikin disini, tp di jalaninnya di negara lain Ngakak kita cuman kebagian ngerakit doang...
btw ini ada campur tangan dari Mantan Presiden kita ga ya, Bpk BJ Habibie, soalnya beliau deket banged sama pemerintahan Jerman
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#19
sedikit jawaban buat mas Azu ttg engine cummins, secara international cummins sudah mempunyai nama sebagai produsen engine terhebat untuk diaplikasikan dimana saja... ini maksudnya untuk tipe diesel engine. jadi mungkin salah satu alasannya ya karena memang sudah terbukti kualitasnya.... lagipula suppliernya ada di indonesia, dibandingkan beberapa produsen engine yang dipakai di loko... sepertinya blom punya representatif di indonesia....

Info yang saya denger dari KCJ, proses ini masih dalam tahap wacana.... artinya belum tentu terlaksana, mengingat proses tender masukin T7000 aja susah banget.... INKA di sini pasati fungsinya sebagai perakit, dimana semua komponen diimpor dari pabriknya......
Lok Merah Biru
naek... naek... ke puncak gunung... tut... tut... tut.....
http://transportationindonesia.wordpress.com/
Reply
#20
yup, memang Cummins merupakan mesin diesel yang paling banyak diaplikasikan di berbagai macam peralatan,, tapi kalau untuk loko sepertinya MTU dan CAT lebih populer, sedangkan unruk DMU/KRD memang Cummins cukup banyak yang pakai (seperti Sprinter punya British Railway yang mesinnya sama dengan KRDH Nippon Sharyo sekarang)..
Tapi saya hanya ingin tahu sebenarnya yang sering bermasalah di KRDE itu apakah mesin? apabila memang mesin, mengapa tidak mencoba dari pabrik lain.. Tetapi Cummins itu merupakan pabrik mesin Diesel yang terbesar di dunia,, jadi itu saja sebenarnya cukup jadi pertimbangan.. hehe..

setau saya ini bukan proyeknya KCJ,, tetapi proyeknya Dephub..
Dengan ponsel Samsung GT-S5233S + IM3, ditambah juga Telkom Speedy tetep bisa buka Semboyan35.com meskipun dengan penuh kesabaran.


[Image: v7sagz.jpg]
My Name in QR-Code
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)