31-07-2009, 01:35 AM
^^^^ wah aye setuju lagi sama pendapatnya Illia. 
nih gw nemu artikel K2 rasa K3.
@cc201-23,tenang aja kalau pun AC jadi diinstal di K3 ACnya gak sedingin K1 kale.
saya rasa alasan "tidak kuat AC" agak berlebihan dah (menurut gue lho ya).
karena menurut saya kalo K3 ada ACnya paling banter ya kayak bis kelas bisnis ato ekonomi-ac lah.gak dingin2 amat,yang sekiranya bisa bikin orang menggigil kayak di K1.
liat aja busway tuh.kan ada ac-nya tuh buktinya tiap hari bejubel juga.
dan kekhawatiran kereta ditinggalkan konsumen&pengguna setianya kayaknya gak bakal dah.paling enggak saya masih tetep akan jadi penggunanya kok.

nih gw nemu artikel K2 rasa K3.
Quote:KELUH PENUMPANG KA LEBARAN: HARGA BISNIS, RASA KELAS EKONOMI
Pada masa angkutan lebaran seperti sekarang ini, membayar lebih mahal memang tidak selalu identik dengan kenyamanan. Paling tidak itulah yang dialami oleh para penumpang KA Bangunkarta kelas bisnis dari Jombang (Jawa Timur) ke Stasiun Pasar Senen Jakarta.
Sejak dari Jombang, sebagian dari mereka memang sudah bisa menikmati tempat duduk. Namun ketika semua tempat duduk itu terjual, PT KA ternyata masih membuka kesempatan calon penumpang untuk membeli tiket tanpa tempat duduk, dengan harga sama yakni Rp 110 ribu.
Saat KA mulai berjalan, lorong antara tempat duduk penumpang pun mulai dipadati orang. Sesampai di Stasiun Madiun, lebih dari 100 penumpang yang akan naik KA itu pun juga ''menyerbu'' masuk. Saat itu dari pengeras suara, petugas kereta api menginstruksikan agar semua pintu dibuka.
Tentu saja saat KA kembali mulai berjalan, angkutan umum itu pun menjadi makin padat. Penumpang bukan hanya duduk di lorong, tetap juga di gang kereta pembangkit.
Dalam kondisi semacam itu saat KA berhenti di beberapa stasiun, penumpang dengan tiket berdiri itu pun pun masih ditambah. Lantaran memang sudah tidak ada lagi tempat, ada sebagian yang kemudian memilih duduk di dekat pintu, sambungan antargerbong, dan WC.
Selain Jombang dan Madiun, dalam perjalanan menuju ke Stasiun Besar Tawang Semarang KA itu antara lain berhenti Ngawi dan Walikukun. Setiap kali ada penumpang yang akan naik, penumpang yang sudah berada di dalam kereta pun berteriak ''penuh....penuh''.
Wahyono (45) salah seorang penumpang KA itu pun kemudian mengungkapkan perasaannya. Dia sebenarnya ingin naik KA eksekutif, namun tiket KA tersebut ternyata sudah habis terjual sejak beberapa hari sebelumnya. Maka akhirnya, dia pun memilih naik KA bisnis dengan harapan tidak sepadat KA ekonomi. ''Tapi kenyataannya, ini kereta bisnis rasa ekonomi,'' kata dia.
Kondisi gerbong penuh sesak, nampaknya memang bukan satu-satunya ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang. ''Penderitaan'' mereka masih harus ditambah dengan masuknya para pedagang asongan. ''Kalau yang menawarkan minuman atau makanan petugas restorasi, saya masih maklum. Tapi ini pedagang dari luar juga ikut masuk,'' keluhnya.
Kondisi gerbong seperti itu, tampaknya juga menyulitkan kondektur dalam menjalankan tugasnya memeriksa tiket penumpang. Suparto, kondektur tersebut harus ekstra hati-hati dalam melangkah agar jangan sampai menginjak penumpang. Maklum, saat itu banyak pula anak-anak dan balita yang ikut tidur di lantai kereta. ''Setiap tahun, kondisinya memang seperti ini. Jalan saja susah,'' kata dia.
Wawan (23) warga Jombang berharap pemerintah bisa turun tangan untuk memperbaiki kondisi pereketaapian Indonesia. Menurutnya, selama ini pemerintah lebih banyak memperhatikan angkutan jalan raya. ''Selain itu kalau memang ada toleransi untuk kereta bisnis, penambahannya jangan terlalu banyak,'' kata dia.
Peneliti transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, pemerintah dan PT KA memang harus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi pelayanan. Setidaknya gerbong-gerbong penumpang memang harus ditambah, bukan hanya untuk kelas ekonomi tetapi juga eksekutif dan bisnis. ''Saya yakin pada saat seperti itu, penambahan gerbong eksekutif dan bisnis akan tetap laku,'' kata dia.
Bagaimana pihak PT KA menanggapi hal itu ?. Direktur Teknik PT KA (Persero) Makbul Sumadilaga kondisi semacam itu terjadi karena masyarakat memaksakan diri untuk pulang. Namun demikian PT KA juga berupaya memberikan toleransi sebanyak 50 % dari kapasitas tempat duduk. Selain itu dari Madiun, juga ada tambahan KA Mantab kelas Ekonomi (Madiun - Tanah Abang).
''KA eksekutif dan bisnis dari Jatim yakni KA Gajahyana dari Malang juga akan ditambah,'' katanya.
sumber:situs bkkbn.go.id<---aneh ya bkkbn kok ada artikel sepurnya
@cc201-23,tenang aja kalau pun AC jadi diinstal di K3 ACnya gak sedingin K1 kale.
saya rasa alasan "tidak kuat AC" agak berlebihan dah (menurut gue lho ya).
karena menurut saya kalo K3 ada ACnya paling banter ya kayak bis kelas bisnis ato ekonomi-ac lah.gak dingin2 amat,yang sekiranya bisa bikin orang menggigil kayak di K1.
liat aja busway tuh.kan ada ac-nya tuh buktinya tiap hari bejubel juga.
dan kekhawatiran kereta ditinggalkan konsumen&pengguna setianya kayaknya gak bakal dah.paling enggak saya masih tetep akan jadi penggunanya kok.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####

