(17-07-2009, 01:00 AM)sulovyo Wrote:(16-07-2009, 07:54 PM)antimon40 Wrote: Tinggal pertegas peraturan yg ada, tambah PKD ato polsuska ato bodyguard buat pak kondektur di kereta makanggak bakal berani 'ngambing', kalau masih 'ngambing' ya
aja
Bila k2 jadi dihapuskan, maka sebaiknya kereta2 k1 maupun k3 disesuaikan harga maupun pelayananya, agar kaum 'bisnis' tetap bisa eksis sebagai penumpang KA.
percuma mon,ini salah satu contoh aja ya.selama ini yang tak liat di gumarang tuh yang ngambing tuh banyak yang berambut cepak.polsuskanya gak bakalan berani bertindak.
bahkan pernah diceritain penumpang yang "berambut cepak" juga kalau ada temannya yang ketahuan ngambing malah nantangin gelut polsuskanya.yah kederlah polsuskanya."rambut cepak gitu loh".nah ruwet kan.
ini masalahnya mentalitas yang sudah bobrok.cara menghadapinya kudu denga sistem yang tegas.walaupun penghapusan k2 bukan satu-satunya solusi tapi aye setuju aje biar gak ada kelas kereta yang "abu-abu".
pokoknya mah saya dukung penghapusan K2 untuk diupgrade ke K1
Setuju banget apa yg disampaikan Kang sulovyo. Itu jg jd batu sandungan PT KA (Persero) utk membasmi org2 kyk itu. Sy juga pernah melihat dgn mata kepala sendiri waktu perjalanan pake KA 118 Lebaran thn lalu ada seorang oknum berambut cepak arogan terhadap PKD & KP yg sedang checking tiket. Ya otomatis PKD & KP nya keder gak berkutik.
So, saya ikut mendukung rencana penghapusan K2 ini.
Sorry OOT : Emang orang2 yg berambut cepak itu dl sempat mengalami & ikut andil dlm perang kemerdekaan dan menyelamatkan asset2 perkeretaapian Indonesia ya...? Koq kalo naik KA arogannya bikin bete org di sekelilingnya.
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe
![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)
![[Image: 10p0h7r.jpg]](http://i37.tinypic.com/10p0h7r.jpg)


aja
Bila k2 jadi dihapuskan, maka sebaiknya kereta2 k1 maupun k3 disesuaikan harga maupun pelayananya, agar kaum 'bisnis' tetap bisa eksis sebagai penumpang KA. 
