@atas
saya sangat tidak setuju dengan pendapat pak Ign. Jonan dan sangat setuju dgn pendapat anda cc 201
K2 tuh kereta special yg serba tanggung, nggak bagus2 amat kayak k1 dan gak parah2 amat kayak k3. Kalau K2 ditiadakan, keretanya mau diapain?? mau dijadiin k1??k3?? nambah biaya juga kan??
Tidak akan ada lagi KA kelas bisnis karena keretanya sudah ditiadakan. Bagaimana ini?? Kalau hanya mau mencari keuntungan slakan lakukan kebijakan seperti yg diinginkan PT kA, tapi kalau mau melayani masyarakat lebih baik, justru tingkatkan KA bisnis agar okupansinya meningkat, jadi tidak perlu ada pernghapusan kelas.
saya sangat tidak setuju dengan pendapat pak Ign. Jonan dan sangat setuju dgn pendapat anda cc 201

K2 tuh kereta special yg serba tanggung, nggak bagus2 amat kayak k1 dan gak parah2 amat kayak k3. Kalau K2 ditiadakan, keretanya mau diapain?? mau dijadiin k1??k3?? nambah biaya juga kan??
Tidak akan ada lagi KA kelas bisnis karena keretanya sudah ditiadakan. Bagaimana ini?? Kalau hanya mau mencari keuntungan slakan lakukan kebijakan seperti yg diinginkan PT kA, tapi kalau mau melayani masyarakat lebih baik, justru tingkatkan KA bisnis agar okupansinya meningkat, jadi tidak perlu ada pernghapusan kelas.
Loco Project Designer for better Indonesian Railways 


