25-04-2014, 09:44 PM
(This post was last modified: 25-04-2014, 09:50 PM by teguh_bs2000.)
(25-04-2014, 08:22 PM)LufthansaPilot Wrote:(25-04-2014, 11:35 AM)teguh_bs2000 Wrote: Didalam kereta, rasanya sudah tidak seperti naik kereta api lagi, tapi seperti pesawat terbang, bedanya yang ini leg-roomnya jauh lebih baik.
Kursinya enakan mana? K2 ICE (jelas2 ini K2, kalau K1 confignya 2-1) atau kursi KA Argo? Lebar kursinya selebar kursi Argo atau justru sempit?
Lightingnya enak juga yaa....... Tanpa lampu tengah, nggak ada alasan naik ICE nggak uenak sama kyk naik Turanzonk blablabla. Seat pitchnya sempit g?
Nggak bayangin kalau yang ngerawat Dipo SDT, nanti jadi apa ya...........Dioplos Turanzonk mungkin?
(25-04-2014, 11:35 AM)teguh_bs2000 Wrote: Dan tentu saja kecepatannya, 10 menit selepas stasiun Frankfurt kereta sudah mulai berakselerasi
Nggak mbayangin, Kalau Gojat dari GMR/JNG 10 menit langsung ngejoss ke angka 200-300an km/h berapa jam ya nyampe CN?
(25-04-2014, 11:35 AM)teguh_bs2000 Wrote: Dengan letak stasiun yang pada umumnya di tengah kota, tidak heran jika kereta api cepat benar-benar menjadi ancaman bagi penerbangan jarak pendek di Eropa. Jarak Frankfurt – Munich sejauh 500-an km ditempuh hanya dalam waktu 3 jam. Menjelang stasiun Munich tampak gerbong-gerbong pengangkut VW dan Audi yang berderet-deret enggak habis-habis.
Jaraknya sama kyk Argo Soloensis (cmiiw) tapi........ waktu tempuhnya kayak naik Gojat........ Disana ada istilah berhenti silang dan hajar taspat g? (Setahu ane taspat disana berkisar 250-300an km/h)
Oh iya, disana pakai bogie apa? Setipe sama K9 mungkin kalau ngeliat air sampe nggak kekocok pas naik ICE? Anggrek jaman Pink under 2007 aja air full nggak sampe tumpah kok
Kalo nikmat kursi, sih masih nikmat kursi Muria/Bromo/Anggrek. Lebar kursinya kurang lebih sama dengan Muria atau Bromo biasa, masih lebaran Anggrek malah. Kalo empuknya terus terang empuk Muria, yang ICE busanya tipis
. Belum lagi seatpitch, menang Muria dan Bromo jauh, disini selonjor dah mepet sama kursi depan, apalagi rekliningnya lebih jauh Muria dan Bromo, cuma kalo dilawanin sama kursi pesawat terbang ya bak bumi dan langit....Tentang bogie, bogie-nya enggak sendiri2 per gerbong, jadi modelnya dua gerbong ditumpuk di satu bogie, mulai dari kepala sampe kepala lagi, baru kali ini liat sepur yang kepalanya ada dua....
. Lagian bogie-nya ada fairingnya, jadi cuma keliatan separo rodanya, tapi kayaknya model bogie-nya Anggrek ya, gak pake per keong gitu. Apa model bogie bareng-bareng gini yang bikin kereta enggak goyang2 ya ?... terus ril-nya juga lurus, hampir gak ada belokannya, kalo disini meskipun jalur pantura kan sering tuh bisa liat lokomotif, apalagi kalo dah mau masuk Semarang, kalo yang ini gak ngerasain belok-belok gitu.Kalo silangan, saya naik sepur 3 macem blas gak pernah gantian silangan tuh, yang ada tiap pindah Negara, jadi dari Austria - Itali dan Itali - Perancis, yang ada ganti lokomotif.
(25-04-2014, 03:49 PM)Maulana Malik Wrote: itu walaupun kelas ekonomi tapi nyaman juga yak keliatannya
buset ada kargo mobil juga yak
Tu kargo mobil ketemunya dah mau masuk Munich, kandangnya BMW, VW dan Mercedes, nah panjang rangkaiannya duapuluh gerebong per spoor aja lewat, terus ada 4 spoor-an yang keisi rangkaian macam ini, kalo satu gerbong isinya 7 mobil (kayak truk mobil disini) dah 560 mobil tuh...

Saya kan hari2 nyangkulnya di Cikarang, ngebayangin kalo aja ada kereta macam ini dari Cikarang - Priuk kayaknya tiap pulang kantor gak perlu rebutan ama trailer, truk angkut mobil dan container. Jadi selain ngimpi punya ICE juga ngimpi kapaaan ya tu container segitu banyak diangkut pake sepur...


Dioplos Turanzonk mungkin? 