Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
3 Kereta Malam
#1
Numpang posting TR saya, sekaligus posting pertama di Semboyan35.
Kebetulan tahun lalu saya dapat kesempatan mencoba 3 kereta malam di Eropa, CNL-nya DeutscheBahn, Intercity Night Train-nya OBB Austria dan kereta malam swasta Thello yang dioperasikan Trenitalia-Transdev Veolia Italia Perancis. Sesuai dengan reputasi masing-masing negara, ekspektasi tertinggi saya di CNL, diikuti OBB dan Thello.
Kereta saya yang pertama CNL 419 - Pollux. Amsterdam - Munich

[Image: 11CNL-Jurusan.jpg]
Kereta malam saya setelah 20 tahun berlalu (Bima Jakarta - Surabaya, periode 1986-an). Kali ini saya menggunakan sleeper economy, satu kompartemen 2 orang. Jangan salah duga dengan nama, interior kereta ini benar-benar sesuai dengan ekspektansi saya.

[Image: 13CNL-Interior-2.jpg]

[Image: 14CNL-Interior-3.jpg]

[Image: 15CNL-Interior-4.jpg]
Interiornya, lengkap, ada washbasin, colokan AC 2 buah, bahkan ada kontrol lampu + air conditioner. Di kedua ujung gerbong terdapat toilet lengkap dengan kamar mandinya.

[Image: 17CNL-WC.jpg]

[Image: 16CNL-KamarMandi.jpg]
Berangkat tepat waktu dari Amsterdam Centraal pukul 20.31 tepat waktu, tanda-tanda bahwa kali ini reputasi Jerman tidak selamanya tepat mulai nampak, di perbatasan Belanda - Jerman selepas Utrecht kereta berhenti kurang lebih 15 menit, dan ada pengumuman dalam bahasa Inggris beraksen Jerman yang kurang-kurang jelas yang memberitakan bahwa ada sedikit gangguan listrik, meskipun kemudian kereta berjalan kembali. Karena teler setelah menempuh trip dari Jakarta malam sebelumnya saya langsung tertidur lelap. Padahal didepan masalah menghadang......
Reply
#2
bagus juga nih kang.
foto pemandangan alam eropanya gak sekalian dishare um?
btw harga tiket kelas ekonomi berkasar tersebut jika dirupiahkan berapa yah??
kapan yah indonesia bisa ada kereta tidur seperti dahulu kala?
Reply
#3
keren nih kang, senang hati menanti Big Grin
oiya kang, referensi dr Indonesia ke tempat akang gimana ya? Tempo hari pengen nyoba bermimpi jalan-jalan ke luar negeri Tersenyuum
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#4
(23-04-2014, 03:53 PM)Billy Dancing Wrote: keren nih kang, senang hati menanti Big Grin
oiya kang, referensi dr Indonesia ke tempat akang gimana ya? Tempo hari pengen nyoba bermimpi jalan-jalan ke luar negeri Tersenyuum

Amsterdam ya? Ada beberapa refrensi Airline buat kesana

Mau enak dan nyaman naik KLM atau Garuda, karena keduanya langsung Amsterdam (meskipun GA pke transit di Abu Dhabi dan KLM di Kuala Lumpur sih, tapi g pke repot harus ganti pesawat kyk naik Qatar, Lufthansa, Emirates, Etihad, dll). Cuma tiketnya sih lumayan. Kata teman ane GA sampe Swiss via Amsterdam aja harganya nyaris 20jt rupiah pas natal kmrn, kalau KLM g tau

Mau murah? Naik airline timur tengah. Recomend naik Emirates dan Etihad (setahu ane QR g buka rute ke Amsterdam, padahal opsi paling murah naik QR, Katanya teman ane sampe Swiss 10jtaan pas natal kmrn)

Pingin ngirit sih bisa aja, misal dari ML mau ngejer KLM di CGK, Naik Matarmaja sampe PSE dan ke CGK dgn santainya (Karena biasanya airline jarak jauh internasional berangkat malem). Baru kalau capek pulangnya bisa pesen tiket airline ke SUB/Sambung Gajayana (siap2 sport jantung klu CGK lagi rame, nyampenya jm 5an sore klu KLM)/ABA malem (opsi paling aman) + Penateks

[Image: 15620049065_16949137b2_o.jpg]
Reply
#5
(23-04-2014, 05:18 PM)LufthansaPilot Wrote:
(23-04-2014, 03:53 PM)Billy Dancing Wrote: keren nih kang, senang hati menanti Big Grin
oiya kang, referensi dr Indonesia ke tempat akang gimana ya? Tempo hari pengen nyoba bermimpi jalan-jalan ke luar negeri Tersenyuum

Amsterdam ya? Ada beberapa refrensi Airline buat kesana

Mau enak dan nyaman naik KLM atau Garuda, karena keduanya langsung Amsterdam (meskipun GA pke transit di Abu Dhabi dan KLM di Kuala Lumpur sih, tapi g pke repot harus ganti pesawat kyk naik Qatar, Lufthansa, Emirates, Etihad, dll). Cuma tiketnya sih lumayan. Kata teman ane GA sampe Swiss via Amsterdam aja harganya nyaris 20jt rupiah pas natal kmrn, kalau KLM g tau

Mau murah? Naik airline timur tengah. Recomend naik Emirates dan Etihad (setahu ane QR g buka rute ke Amsterdam, padahal opsi paling murah naik QR, Katanya teman ane sampe Swiss 10jtaan pas natal kmrn)

Pingin ngirit sih bisa aja, misal dari ML mau ngejer KLM di CGK, Naik Matarmaja sampe PSE dan ke CGK dgn santainya (Karena biasanya airline jarak jauh internasional berangkat malem). Baru kalau capek pulangnya bisa pesen tiket airline ke SUB/Sambung Gajayana (siap2 sport jantung klu CGK lagi rame, nyampenya jm 5an sore klu KLM)/ABA malem (opsi paling aman) + Penateks

Interupsi...sekarang GA direct flight CGK-AMS-(LGW) dengan 773ERnya...kalo KLM masih transit KUL, pesawat sama...harganya ya sekitar 1.000 lebih...kalo mau yang lebih murah, naiknya betul tadi...EK, EY, atau QR..
Reply
#6
@triez_RF Cirebon : pemandangan alamnya kalo Eropa sih masih satu dua sama Indonesia, wong kiri kanan kalo gak rumah ya sawah...
Kalo harga tiket kereta, yang sleeper saya pake itunganya mahal, early booking EUR180 berdua, kalo perginya berombongan beramai-ramai bisa pakai couchette, sekompartemen berenam, bisa cuma kena EUR30 seorang kalo early booking.

@Billy Dancing : kalo sekarang sih mahal memang, tahun lalu kalo rajin manteng-in skyscanner kadang bisa dapet USD600-an, tapi di bulan2 aneh, Maret-April sama Oktober-November, kalo sekarang sih sudah susah harga segitu. Jaman Air Asia masih buka ke Paris, kalo pas promo dan nasib bagus bisa dapet IDR 1.800.000 sekali jalan, katanya tahun 2015 mau buka lagi tuh, bisa nabung dini.

Jangan bayangkan kalau kereta CNL ini jalannya mulus macam naik permadani terbang ya, entah salah rel, gerbong, lokomotif atau masinis, ayunan keretanya terasa sekali, lebih kenceng ayunan kereta ini daripada Argo Anggrek, jadi goyangannya satu-dua sama Sembrani.

Saya lanjut ya...

Kurang lebih pukul 5 pagi saya terbangun dan kata istri saya yang ternyata sudah 1 jam lebih dulu terbangun, kereta sudah berhenti sejak 1 jam yang lalu. Ngintip keluar jendela, ternyata kita berhenti di antah berantah.

[Image: 20Perbaikan-Slum.jpg]
Selang 15 menit, mendadak terdengar pengumuman dalam bahasa Jerman, “Achtung..Achtung.....(gakjelas).... kaput ... (gakjelas)” diulang dua kali terus sepi sampai lima menit, baru kemudian disusul dengan pengumuman dalam bahasa Inggris dengan aksen Jerman yang amat berat, “Attention attention, the locomotives is destroyed, and we will be evacuated at the next station”.... Modar dah...., terdampar di negeri orang.....
Selang 15 menit, sang stewardess muncul, mukanya bingung dan tegang, dan dia mengabarkan bahwa kami akan dievakuasi dari stasiun terdekat dengan bis ke Frankfurt. Antara tempat kereta mogok sampai ke stasiun terdekat, kami melewati kereta perbaikan. Tak lama kemudian muncul mobil polisi yang mendampingi kereta kami.

[Image: 21Perbaikan-DikawalPolisi.jpg].
Nampaknya gangguan yang dialami adalah masalah pantograf, karena ketika kemudian kereta bergerak perlahan kami melalui kereta ini

[Image: 19Perbaikan-KeretaPerbaikan-2.jpg]
Namanya ?.., Lorelei !!, agak susah memang menebak selera humor orang Jerman, karena Lorelei adalah peri di sungai Rhein yang sering menjebak kapal, atau versi kini-nya, penjahat di serial Marvel....Bingung
Selang 30 menit kemudian, kami sampai di stasiun terdekat, di

[Image: 22Perbaikan-Stasiun-1.jpg]

[Image: 24Perbaikan-Ngungsi.jpg]
Sampai pada titik kami masih percaya dengan “The Myth of German Reliability”, karena kami menganggap pasti mereka sudah punya evacuation plan, ternyata......
Reply
#7
(24-04-2014, 09:40 AM)teguh_bs2000 Wrote: @triez_RF Cirebon : pemandangan alamnya kalo Eropa sih masih satu dua sama Indonesia, wong kiri kanan kalo gak rumah ya sawah...
Kalo harga tiket kereta, yang sleeper saya pake itunganya mahal, early booking EUR180 berdua, kalo perginya berombongan beramai-ramai bisa pakai couchette, sekompartemen berenam, bisa cuma kena EUR30 seorang kalo early booking.

@Billy Dancing : kalo sekarang sih mahal memang, tahun lalu kalo rajin manteng-in skyscanner kadang bisa dapet USD600-an, tapi di bulan2 aneh, Maret-April sama Oktober-November, kalo sekarang sih sudah susah harga segitu. Jaman Air Asia masih buka ke Paris, kalo pas promo dan nasib bagus bisa dapet IDR 1.800.000 sekali jalan, katanya tahun 2015 mau buka lagi tuh, bisa nabung dini.

Jangan bayangkan kalau kereta CNL ini jalannya mulus macam naik permadani terbang ya, entah salah rel, gerbong, lokomotif atau masinis, ayunan keretanya terasa sekali, lebih kenceng ayunan kereta ini daripada Argo Anggrek, jadi goyangannya satu-dua sama Sembrani.

Kalau gitu harus coba TGV dong............
Reply
#8
@Bhaskara : belum kesampaian TGV sih, tapi yang ICE juga mulus, lha air di botol aqua aja cuma riak kecil, gak sampe kekocok gitu.

Lanjut ya,

Bis yang digunakan untuk evakuasi kurang....., dan setelah bertanya ke supir bis, dia menjelaskan bahwa bis sudah berhenti di situ selama 1 jam tanpa ada alasan yang jelas kenapa dia belum boleh jalan.... rontok dah anggapan bahwa made in Jerman itu reliable.

[Image: 25Perbaikan-Bis-1.jpg]

[Image: 26Perbaikan-Bis-2.jpg]
Di depan bis ada laki-laki sedang mendamprat kondektur dengan bahasa Jerman campur Inggris, si kondektur cuma bisa menunjuk jam di tangan dan melambaikan tangan ke arah jalan raya. Di belakangnya ada sepasang orang India (ternyata Meksiko belakangan setelah kami kenalan), dua orang nenek-nenek dengan 3 koper segede king-kong dan seorang bapak dengan wajah oriental.
Melihat kekacauan itu dan yakin bahwa kami tidak bisa mendapatkan informasi apapun, kami balik kanan dan menemui seseorang yang tampaknya kondektur kepala (kira2... badan gede cenderung tambun khas jerman, berkumis, pegang HT dan mukanya ada kesan pegang kuasa).. ternyata bener dia kepala stasiun. Menurut dia, karena bis-nya kurang jadi masih menunggu bis tambahan .... yang datangnya baru 1 jam lagi....... (pingsan dah).... , langsung saja saya tanya, apakah ada alternatif lain ke Frankfurt ?, dengan menunjukkan tiket connecting kami..., langsung dia bicara dengan bahasa Jerman ke HT-nya dan sesaat sesudahnya dia memberitahukan bahwa kita bisa naik kereta regional ke airport Frankfurt dan meminta kita untuk lapor di DB center di sana.
Turun lagi ke platform, kami berhenti sejenak untuk mencari platform keberangkatan ke Frankfurt (meskipun kecil, jumlah platform di stasiun ini lebih banyak dari Gambir, ada 6 platform sedangkan gambir ada 4), untungnya selang 10 menit muncul sang kereta. Eh ternyata, rombongan yang tidak kebagian bis tadi sudah antri manis di belakang kami, dan ikut naik kereta ke Frankfurt. Kenalan punya kenalan, ternyata pasangan India tadi bukan India, tapi Meksiko.. pantes... cakep, sang bapak-bapak pemarah dari Amerika dan bapak dengan wajah oriental tadi dari Korea. Sepanjang jalan tampak kekuatan industri Jerman, pabrik dimana-mana, kami bahkan melalui pabrik Opel, nama stasiunnya pun ada Opel-nya.

[Image: 28Perbaikan-Pabrik-Opel.jpg]
Selang 30 menit, kami sampai di Airport Frankfurt,yang terletak di bawah tanah. Seperti umumnya stasiun airport selain melayani kereta regional, stasiun ini juga melayani kereta cepat.
Sampai di loket, antrian sudah panjang karena pada pagi itu pesawat-pesawat antar negara sudah mulai mendarat.

[Image: 29FranfurtAirport-1.jpg]
Bapak-bapak dari Amerika tadi langsung menuju ke Dbahn counter dan mendamprat petugas di sana, setelah ribut-ribut 10 menit, dia kembali dan bilang bahwa untuk kami tidak ada solusi, selain harus menunggu bis pengganti....(gubraks...) dan estimasi sampai ke Munich jam 9 malam.....(tewas).... langsung warga dari tiga negara panik. Pasrah kali ini saya yang jalan menemui sang petugas, pikiran saya, lha Amerika Serikat aja membal apalagi Indonesia... Ternyata si petugas fasih berbahasa Inggris, jadi saya menjelaskan pelan-pelan situasi saya, saya punya connecting dari Munich ke Salzburg, saya sudah booking hotel di Salzburg, eh tak dinyana-nyana, si petugas langsung ambil tiket saya, bikin oret2an di sana, memberikan form refund dalam bahasa Jerman dan mencetakkan tiket ICE Frankfurt – Munich dan pengganti terusan Munich – Salzburg buat saya, ... tumben Indonesia menang lawan US of America.. hehehehehe...
Dari loket dibawah tanah tadi saya diminta untuk pindah ke peron ICE. Di tengah jalan saya melihat loket khusus ICE

[Image: 31FrankfurtAirport-3.jpg]
Karena kurang yakin dengan oret-oretan sang petugas, saya antri lagi untuk memastikan bahwa saya bisa naik ICE. Jawaban petugas di loket ?, "It is sufficient...."
Nah, inilah bonusnya.... naik ICE gratiss....

[Image: 34ICE-1.jpg].

Melihat papan petunjuk di stasiun, tampaknya semua kereta ternyata menuju ke Munich, jadi harus betul-betul memperhatikan jam keberangkatan kereta jika tidak ingin tertinggal kereta Munich - Salszburg.
Didalam kereta, rasanya sudah tidak seperti naik kereta api lagi, tapi seperti pesawat terbang, bedanya yang ini leg-roomnya jauh lebih baik.

[Image: 43ICE-Interior-4.jpg]
Toiletnya juga seperti pesawat, ditampung, tidak langsung ke rel

[Image: 40ICE-Interior-1.jpg]

[Image: 41ICE-Interior-2.jpg]
Dan tentu saja kecepatannya, 10 menit selepas stasiun Frankfurt kereta sudah mulai berakselerasi

[Image: 38ICE-2.jpg]
Selain kecepatan, layar ini juga menunjukkan rute kereta. Kereta yang kami naiki adalah ekspress Dortmund - Munich.

[Image: 39ICE-3.jpg]

Dengan letak stasiun yang pada umumnya di tengah kota, tidak heran jika kereta api cepat benar-benar menjadi ancaman bagi penerbangan jarak pendek di Eropa. Jarak Frankfurt – Munich sejauh 500-an km ditempuh hanya dalam waktu 3 jam. Menjelang stasiun Munich tampak gerbong-gerbong pengangkut VW dan Audi yang berderet-deret enggak habis-habis.

[Image: 44PabrikMobil-1.jpg]

[Image: 45PabrikMobil-2.jpg]
Tampaknya disini kereta memegang peranan penting untuk fasilitas transportasi logistik.
Kami sampai di stasiun Munich kurang lebih pukul 1 siang Bye Bye ICE

[Image: 47ICE-4.jpg]
Sebagai stasiun terminus di kota utama Jerman, Munich Hbf amat ramai, dengan peron sampai 32 spoor, jadi harus sedikit lari pagi dari peron ICE ke Peron OBB Railjet.

[Image: 48Munich-Hbf.jpg]
[Image: 52RJ-Jurusan.jpg]

Berikut : OBB Salzburg Venice (ada apesnya juga disini.... ) dan Thello Venice Paris......
Reply
#9
itu walaupun kelas ekonomi tapi nyaman juga yak keliatannya
buset ada kargo mobil juga yak Big Grin
kalau mau di add monggo, ga di add/follow juga ora popo Ngeledek

Reply
#10
ngebaca TR ini ibarat baca novel saja. ^^

monggo dilanjutkan, kalo saja ada fotonya... ibarat "makan nasi goreng ada telor dadarnya". :p

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)