13-03-2014, 12:51 PM
(This post was last modified: 13-03-2014, 01:22 PM by triez_RF Cirebon.)
KRL JR 205 sudah beberapa hari ini mulai dinas menemani kakak-kakak seniornya berdinas terlebih dahulu. saya pun penasaran dengan "kenyamanan" KRL baru tersebut. (maksutnya baru dibeli dari negara nan jauh disana). seperti apa sih kenyamanan yang akan saya dapatkan dengan kereta baru? katanya rangkaiannya sih 10 kereta, AC dingin, 2 kereta diantara 10 kereta tersebut, kursinya bisa dilipat otomatis yang dikendalikan dari kabin massinis depan. lantas, benarkah "gosip" yangberedar tersebut??
untuk lebih mengetahuinya, yu mari kita simak pengalaman saya kemarin malem.
Rabu
12 Maret 2013
jam tangan sudah menunjukan pukul 17:45. waktunya persiapan untuk segera pulang kantor. masih ada 15 menit lagi sebelum lonceng berbunyi. setelah tiba waktunya pulang, segera setelah itu saya bergegas keluar kantor guna mencari armada yang lebih menyiksa ketimbang angkutan commuter line, yakni bis kota.
18:40
akhirnya tiba juga distasiun tujuan, stasiun penuh kenangan. stasiun tanjung barat (TNT)
untuk jadwal perjalanan medio pukul 17.00-19.00 disini sangat banyak, jadi jangan takut ketinggalan KR. oleh sebab karena itu saya sempatkan solat berjamaah dimushola stasiun terlebih dahulu.
18:53
tak lama setelah selesai solat berjamaah, KRL yang yang dinanti-pun tiba.tidak terbayang oleh saya bakalan dapat KRL 10 rangkaian alias si JR 205.
nah, akhirnya saya mendapatkan kereta didalm rangkaian ke:
[spoiler]
![[Image: 13119063475_fa6f8f9563_z.jpg]](http://farm8.staticflickr.com/7431/13119063475_fa6f8f9563_z.jpg)
[/spoiler]
berdasarkan gambar diatas bisa dilihat bahwa rangkaian terakhir (10) pun penuh dengan lautan manusia. hanya saja mereka satu jenis, yaitu perempuan semua
setelah naik di gerbong 205 99 (itu kode kereta yang saya taekin), kereta mulai berjalan perlahan menuju stasiun pemberhentian selanjutnya, stasiun lenteng agung (LNA)
18:57
Masuk stasiun LNA.
di LNA tidak banyak penumpang yang naik dan turun, hanya beberapa orang saja. dan masih bisa dihitung dengan jari.
silahkan dicek ke video berikut, untuk melihat suasana di dalam KRL 572 JR 205 Jakk-BOO saat persiapan berangkat stasiun LNA
duh, didalam rangkaian gaduh sekali. sudah jelas sekali bahwa mereka adalah penumpang eva yang hingga saat ini, jika naik KRL selalu bergerombol didekat persambungan. yang jadi masalah, kalo mereka diem sih kagak apa-apa.
mereka berisik sekali, sehingga menggangu perjalanan penumpang lainnya. PKD-pun tidak nampak disini.
18:59
masuk stasiun Universitas pancasila. meskipun pintu KRL dibuka lebar-lebar namun dari pintu rangkaian ke 9 tidak ada satupun penumpang yang turun.
19:02
masuk stasiun universitas Indonesia
mayoritas yang turun disini adalah mereka yang biasa menggunakan KRL tujuan depok. KRL 572 mulai agak sengang
19:06
masuk stasiun Pondok Cina.
penumpang yang naik dan turun seperti sama besar. artinya, setiap 10 penumpang yang turun, pasti ada 10 penumpang yang naik.
berikut foto didalam rangkaian KRL 572 saat berangkat dari POC
[spoiler]
![[Image: 13119063205_3f366b5736_z.jpg]](http://farm8.staticflickr.com/7414/13119063205_3f366b5736_z.jpg)
[/spoiler]
cukup ramai bukan?
19:10
KRL 572 masuk stasiun DP. banyak sekali penumpang yang turun distasiun ini. mulai dari pekerja kantoran, ibu-ibu, anak kuliahan dan umum.
yang naik juga relatif lebih sepi jika dibandingkan dengan yang turun. akhir kata KRL nya lumayan sepi.
sampai stasiun Depok baru pun penumpang EVA tersebut masih berulah. malahan semakin berkoar-koar ucapannya. hadoh bikin
tapi sudah lah, biarkan mereka berkreasi dengan ucapan mereka. mau ditegur juga percuma
19:13 DP
pintu yang terbuka adalah pintu sebelah kiri, ucap announcer dari balik speaker JR 205. penumpang yang turun tidak ada, hanya penumpang naik saja. deuh
perjalanan TNT-DP dengan perjalanan DP-BOO kurang lebih memakan waktu yang lebih lebih sama, sekitar 20-30 menitan
saat meninggalkan DP, 572 berjalan mulai kencang menuju stasiun Citayam. hal ini dikarena kan Jarak antara stasiun DP-CTA cukuup jauh.
saya rasa kereta berjalan sekitaran 60-80 KM/jam, hal ini dirasakan dari guncangan yang dihasilkannya.
19:20
setelah 7 menit perjalanan, akhirnya tiba juga ditasiun Citayam
disini, banyak sekali penumpang yang turun. kalo dipersensentasekan sekitar 40% yang turun, termasuk penumpang Eva tersebut. kereta jadi semakin sepi
lumayanlah. bisa bernapas
19:27
Masuk stasiun bojong gede. sudah mulai agak sepi nih, kursi-kursi mulai ditinggalkan oleh penghuni sbeelumnya. jadi bisa milih deh mau duduk dimari.
19:34
masuk stasiun cilebut.
alamak, sebagaian penumpang sudah mulai turun JR 205 99 yang saya taekin pun sepi.
coba ajah dari tadi sepinya, jadi gak mesti deh "olahraga mental" kaya tadi
19:44
masuk stasiun akhir, stasiun bogor dengan selamat dijalur 3.
kereta ini nantinya akan berdinas sebagai KRL 613 tujuan akhir stasiun Jakarta Kota.
Nah, lantas bagaimana kah interior si JR 205 ini?
ini dia Kursi yang ada di JR 205
[SPOILER]
![[Image: 13119062815_df5cab21bd_z.jpg]](http://farm3.staticflickr.com/2024/13119062815_df5cab21bd_z.jpg)
[/SPOILER]
Heran deh sama penumpang yang satu ini, dari pertama saya naik JR 205 di TNT sampe kereta berhenti dan mau jalan lagi kekota ini manusia masih tidur bro.
pulas banget tidurnya. sepertinya dia abis "macul" dikantornya. jadi butuh istirahat yang lebih lama.
[spoiler]
![[Image: 13119062805_cf6228dc9c_z.jpg]](http://farm3.staticflickr.com/2330/13119062805_cf6228dc9c_z.jpg)
[/spoiler]
nah, untuk susunan rangkainnya adalah:
(dihitung berdasarkan cabin yang digunakan)
204 99
204 21 (Ada kursi lipat otomatis)
204 20 (Ada kursi lipat otomatis)
204 269
205 269
204 268
205 268
204 267
205 267
205 99
didalam KRL ini ada yang unik ternyata saudara-saudara.
ternyata announcer didalam rangkaian KRL 10 kereta ini selalu aktif.
contoh, apabila KRL akan memasuki stasiun, maka dari jauh si announcer sudah memperingati para penumpangnya.
"stasiun pembehentiann selanjutnya dalah stasiun x. pintu yang akan dibuka adalah pintu sebelah kanan. periksa kembali karcis dan bawang bawaan anda. pastikan tidak ada yang tertinggal maupun tertukar. terima kasih atas kepercayaan anda menggunakan jasa angkutan kereta api.
stasiun xxx"
ketika kereta berhenti beberapa detik distasiun lintas pun announcernya masih aktif.
"KRL ini adalah Commuter Line tujuan akhir stasiun Bogor. pastikan anda tidak salah naik. terima kasih".
nah, ketika KRL mulai berjalan perlahan pun announcer didalam KRL masih aktif berbicara.
"selamat datang di KRL tujuan akhir stasiun bogor. ini adalah kereta dengan 10 rangkaian kereta, kereta 1 dan terakhir khusus untuk penumpang wanita. terima kasih".
bener-benar salut sama announcer KA 572. sepanjang perjalanan selalu mengucapkan salam, terima kasih dan memperingati penumpang.
oya, pas mau turun juga si announcernya bilang mengenai jalur evakuasi, SOP keselamatan bila terjadi musibah.
pokoknya naik JR 205 beda banget dah sama naik commuter line-lainnya.
didalam KRL ini ada yang unik ternyata saudara-saudara.
ternyata announcer didalam rangkaian KRL 10 kereta ini selalu aktif.
contoh, apabila KRL akan memasuki stasiun, maka dari jauh si announcer sudah memperingati para penumpangnya.
"stasiun pembehentiann selanjutnya dalah stasiun x. pintu yang akan dibuka adalah pintu sebelah kanan. periksa kembali karcis dan bawang bawaan anda. pastikan tidak ada yang tertinggal maupun tertukar. terima kasih atas kepercayaan anda menggunakan jasa angkutan kereta api.
stasiun xxx"
ketika kereta berhenti beberapa detik distasiun lintas pun announcernya masih aktif.
"KRL ini adalah Commuter Line tujuan akhir stasiun Bogor. pastikan anda tidak salah naik. terima kasih".
nah, ketika KRL mulai berjalan perlahan pun announcer didalam KRL masih aktif berbicara.
"selamat datang di KRL tujuan akhir stasiun bogor. ini adalah kereta dengan 10 rangkaian kereta, kereta 1 dan terakhir khusus untuk penumpang wanita. terima kasih".
bener-benar salut sama announcer KA 572. sepanjang perjalanan selalu mengucapkan salam, terima kasih dan memperingati penumpang.
oya, pas mau turun juga si announcernya bilang mengenai jalur evakuasi, SOP keselamatan bila terjadi musibah.
pokoknya naik JR 205 beda banget dah sama naik commuter line-lainnya.
untuk lebih mengetahuinya, yu mari kita simak pengalaman saya kemarin malem.
Rabu
12 Maret 2013
jam tangan sudah menunjukan pukul 17:45. waktunya persiapan untuk segera pulang kantor. masih ada 15 menit lagi sebelum lonceng berbunyi. setelah tiba waktunya pulang, segera setelah itu saya bergegas keluar kantor guna mencari armada yang lebih menyiksa ketimbang angkutan commuter line, yakni bis kota.
18:40
akhirnya tiba juga distasiun tujuan, stasiun penuh kenangan. stasiun tanjung barat (TNT)
untuk jadwal perjalanan medio pukul 17.00-19.00 disini sangat banyak, jadi jangan takut ketinggalan KR. oleh sebab karena itu saya sempatkan solat berjamaah dimushola stasiun terlebih dahulu.
18:53
tak lama setelah selesai solat berjamaah, KRL yang yang dinanti-pun tiba.tidak terbayang oleh saya bakalan dapat KRL 10 rangkaian alias si JR 205.
nah, akhirnya saya mendapatkan kereta didalm rangkaian ke:
[spoiler]
![[Image: 13119063475_fa6f8f9563_z.jpg]](http://farm8.staticflickr.com/7431/13119063475_fa6f8f9563_z.jpg)
[/spoiler]
berdasarkan gambar diatas bisa dilihat bahwa rangkaian terakhir (10) pun penuh dengan lautan manusia. hanya saja mereka satu jenis, yaitu perempuan semua
setelah naik di gerbong 205 99 (itu kode kereta yang saya taekin), kereta mulai berjalan perlahan menuju stasiun pemberhentian selanjutnya, stasiun lenteng agung (LNA)
18:57
Masuk stasiun LNA.
di LNA tidak banyak penumpang yang naik dan turun, hanya beberapa orang saja. dan masih bisa dihitung dengan jari.
silahkan dicek ke video berikut, untuk melihat suasana di dalam KRL 572 JR 205 Jakk-BOO saat persiapan berangkat stasiun LNA
duh, didalam rangkaian gaduh sekali. sudah jelas sekali bahwa mereka adalah penumpang eva yang hingga saat ini, jika naik KRL selalu bergerombol didekat persambungan. yang jadi masalah, kalo mereka diem sih kagak apa-apa.
mereka berisik sekali, sehingga menggangu perjalanan penumpang lainnya. PKD-pun tidak nampak disini.
18:59
masuk stasiun Universitas pancasila. meskipun pintu KRL dibuka lebar-lebar namun dari pintu rangkaian ke 9 tidak ada satupun penumpang yang turun.
19:02
masuk stasiun universitas Indonesia
mayoritas yang turun disini adalah mereka yang biasa menggunakan KRL tujuan depok. KRL 572 mulai agak sengang
19:06
masuk stasiun Pondok Cina.
penumpang yang naik dan turun seperti sama besar. artinya, setiap 10 penumpang yang turun, pasti ada 10 penumpang yang naik.
berikut foto didalam rangkaian KRL 572 saat berangkat dari POC
[spoiler]
![[Image: 13119063205_3f366b5736_z.jpg]](http://farm8.staticflickr.com/7414/13119063205_3f366b5736_z.jpg)
[/spoiler]
cukup ramai bukan?
19:10
KRL 572 masuk stasiun DP. banyak sekali penumpang yang turun distasiun ini. mulai dari pekerja kantoran, ibu-ibu, anak kuliahan dan umum.
yang naik juga relatif lebih sepi jika dibandingkan dengan yang turun. akhir kata KRL nya lumayan sepi.
sampai stasiun Depok baru pun penumpang EVA tersebut masih berulah. malahan semakin berkoar-koar ucapannya. hadoh bikin

tapi sudah lah, biarkan mereka berkreasi dengan ucapan mereka. mau ditegur juga percuma
19:13 DP
pintu yang terbuka adalah pintu sebelah kiri, ucap announcer dari balik speaker JR 205. penumpang yang turun tidak ada, hanya penumpang naik saja. deuh

perjalanan TNT-DP dengan perjalanan DP-BOO kurang lebih memakan waktu yang lebih lebih sama, sekitar 20-30 menitan
saat meninggalkan DP, 572 berjalan mulai kencang menuju stasiun Citayam. hal ini dikarena kan Jarak antara stasiun DP-CTA cukuup jauh.
saya rasa kereta berjalan sekitaran 60-80 KM/jam, hal ini dirasakan dari guncangan yang dihasilkannya.
19:20
setelah 7 menit perjalanan, akhirnya tiba juga ditasiun Citayam
disini, banyak sekali penumpang yang turun. kalo dipersensentasekan sekitar 40% yang turun, termasuk penumpang Eva tersebut. kereta jadi semakin sepi
lumayanlah. bisa bernapas

19:27
Masuk stasiun bojong gede. sudah mulai agak sepi nih, kursi-kursi mulai ditinggalkan oleh penghuni sbeelumnya. jadi bisa milih deh mau duduk dimari.
19:34
masuk stasiun cilebut.
alamak, sebagaian penumpang sudah mulai turun JR 205 99 yang saya taekin pun sepi.
coba ajah dari tadi sepinya, jadi gak mesti deh "olahraga mental" kaya tadi
19:44
masuk stasiun akhir, stasiun bogor dengan selamat dijalur 3.
kereta ini nantinya akan berdinas sebagai KRL 613 tujuan akhir stasiun Jakarta Kota.
Nah, lantas bagaimana kah interior si JR 205 ini?
ini dia Kursi yang ada di JR 205
[SPOILER]
![[Image: 13119062815_df5cab21bd_z.jpg]](http://farm3.staticflickr.com/2024/13119062815_df5cab21bd_z.jpg)
[/SPOILER]
Heran deh sama penumpang yang satu ini, dari pertama saya naik JR 205 di TNT sampe kereta berhenti dan mau jalan lagi kekota ini manusia masih tidur bro.
pulas banget tidurnya. sepertinya dia abis "macul" dikantornya. jadi butuh istirahat yang lebih lama.
[spoiler]
![[Image: 13119062805_cf6228dc9c_z.jpg]](http://farm3.staticflickr.com/2330/13119062805_cf6228dc9c_z.jpg)
[/spoiler]
nah, untuk susunan rangkainnya adalah:
(dihitung berdasarkan cabin yang digunakan)
204 99
204 21 (Ada kursi lipat otomatis)
204 20 (Ada kursi lipat otomatis)
204 269
205 269
204 268
205 268
204 267
205 267
205 99
didalam KRL ini ada yang unik ternyata saudara-saudara.
ternyata announcer didalam rangkaian KRL 10 kereta ini selalu aktif.
contoh, apabila KRL akan memasuki stasiun, maka dari jauh si announcer sudah memperingati para penumpangnya.
"stasiun pembehentiann selanjutnya dalah stasiun x. pintu yang akan dibuka adalah pintu sebelah kanan. periksa kembali karcis dan bawang bawaan anda. pastikan tidak ada yang tertinggal maupun tertukar. terima kasih atas kepercayaan anda menggunakan jasa angkutan kereta api.
stasiun xxx"
ketika kereta berhenti beberapa detik distasiun lintas pun announcernya masih aktif.
"KRL ini adalah Commuter Line tujuan akhir stasiun Bogor. pastikan anda tidak salah naik. terima kasih".
nah, ketika KRL mulai berjalan perlahan pun announcer didalam KRL masih aktif berbicara.
"selamat datang di KRL tujuan akhir stasiun bogor. ini adalah kereta dengan 10 rangkaian kereta, kereta 1 dan terakhir khusus untuk penumpang wanita. terima kasih".
bener-benar salut sama announcer KA 572. sepanjang perjalanan selalu mengucapkan salam, terima kasih dan memperingati penumpang.
oya, pas mau turun juga si announcernya bilang mengenai jalur evakuasi, SOP keselamatan bila terjadi musibah.
pokoknya naik JR 205 beda banget dah sama naik commuter line-lainnya.
didalam KRL ini ada yang unik ternyata saudara-saudara.
ternyata announcer didalam rangkaian KRL 10 kereta ini selalu aktif.
contoh, apabila KRL akan memasuki stasiun, maka dari jauh si announcer sudah memperingati para penumpangnya.
"stasiun pembehentiann selanjutnya dalah stasiun x. pintu yang akan dibuka adalah pintu sebelah kanan. periksa kembali karcis dan bawang bawaan anda. pastikan tidak ada yang tertinggal maupun tertukar. terima kasih atas kepercayaan anda menggunakan jasa angkutan kereta api.
stasiun xxx"
ketika kereta berhenti beberapa detik distasiun lintas pun announcernya masih aktif.
"KRL ini adalah Commuter Line tujuan akhir stasiun Bogor. pastikan anda tidak salah naik. terima kasih".
nah, ketika KRL mulai berjalan perlahan pun announcer didalam KRL masih aktif berbicara.
"selamat datang di KRL tujuan akhir stasiun bogor. ini adalah kereta dengan 10 rangkaian kereta, kereta 1 dan terakhir khusus untuk penumpang wanita. terima kasih".
bener-benar salut sama announcer KA 572. sepanjang perjalanan selalu mengucapkan salam, terima kasih dan memperingati penumpang.
oya, pas mau turun juga si announcernya bilang mengenai jalur evakuasi, SOP keselamatan bila terjadi musibah.
pokoknya naik JR 205 beda banget dah sama naik commuter line-lainnya.
