13-06-2013, 10:02 PM
(13-06-2013, 09:56 PM)Hungry Soul Wrote:(13-06-2013, 02:30 PM)stasiunkastephanie Wrote: Emang ga bisa sekarang, kan ada pager pemisah antara jalur 4 ma jalur 5, jadi bener2 ada kastanisasi
Kalo menurut analisis gw, kenapa ada kastanisasi yg ekstrem di SGU? Ga lain ga bukan adalah karena SGU baru ingin dibuat seperti bandara, soalnya dari analisis psikologis masyarakat Surabaya, orang2 Surabaya berduit yg tajir itu kebanyakan milihnya naik pesawat ketimbang kereta, lebih2 fasilitas bandara Juanda terbilang eksklusif & high class, jadi biar penumpang KA komersil bisa serasa naik pesawat, makanya SGU baru dibuat lebih eksklusif & tidak memperbolehkan penumpang jelata menginjakkan kakinya di SGU baru, CMIIW.
Satu lagi, Surabaya itu kan surganya kaum sosialita, dimana pergaulan mereka cenderung (maaf) eksklusif, artinya hanya mau bareng ma sesama sosialita juga. Sedangkan kaum sosialita Surabaya terkenal sensitif pada 1 hal yg kecil, misal tempatnya koq harus campur dg orang2 biasa, atau fasilitasnya koq ga eksklusif, deelel. Makanya, itu juga menjadi alasan lain kenapa SGU dikastanisasi begitu (inget, ga semua kaum sosialita tajir begitu, ya. Ada sebagian yg ga begitu)
Kyaaaaah, Jeng Stephie analisisnya keyeeeeeeen. Jadi ngefans ....
Nah sebagai idola yang baik, berarti harus ngebeliin Mutiara Timur atau Sancaka dari Surabaya Gubeng buat saya sebagai penggemar nih ... iye kan Jeng Stephie?? :3
Jiahhh...., makin ngelunjak aja nih orang :v
Mending ya, daripada bayarin tiket Muttim atawa Sancaka, mending jadiin aja SGU tempat arisan geng alay, itung2 biar lebih rame


*ditimpuk pager SGU*
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie



