Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
(24-04-2013, 02:39 PM)dedy vh Wrote: apanya yang mesti di kasihani ? lah wong semuanya demi pemasukan kantong perusahaan kok ! lah malah enak daop lain menurut saya karena tidak berkerja seberat dengan daop I dan grafik perjalanan ka dan kesibukan misalnya pjl, tidak seramai dengan daop I tapi gaji sama . di daop 1 petugas pjl mau kencing dan ke warung aja buat beli kopi biar gak ngantuk mesti ekstra hati hati dan waspada karena hampir setiap 2-3 menit sekali ka lewat apalagi petugas signaling yang selalu waspada ekstra tinggi sepanjang waktu selama 24 jam sehari beda dengan daop II misalnya stasiun cibatu. saya pernah lihat sendiri ketika kereta pagi jam 6 dari arah timur lewat petugas langsung meninggalkan rumah sinyal ketika ka tadi lewat. padahal bangunan rumah sinyal harus selalu di jaga ! mungkin ka berikutnya jaraknya masih jauh, beda dengan daop I yang menganut sistem blok beda dengan yang manganut sistem antar stasiun hanya ada sinyal masuk dan sinyal keluar.

Ya jelas kasihan ya. Kalau masalah sistem boarding, pengaturan pedagang dll itu sich ngga masalah. Tapi kalau penerapan tarif pake parameter Jakarta, ya orang yg kerja di daerah sangat keberatan. Dari UMRnya aja udah beda jauh.

Kalau masalah teknis prasarana, petugas signaling itu kan sesuai kebutuhan di Jakarta sono. Mau pake sistem blok atau signal keluar masuk saya sich ngga ngurusin. Sudah saatnya PT Sepur memanfaatkan teknologi untuk menjadi lebih baik lagi. Masalah gaji sama atau beda, saya ngga bisa membandingkan. Belum tentu petugas yg dinas di Jakarta punya gaji yg sama dengan yg dinas didaerah. Bisa aja gaji pokok sama tapi tunjangannya beda.

(21-04-2013, 11:38 PM)Logawa_ATB Wrote:
(20-04-2013, 01:54 AM)zmidth Wrote: Selamat malam juga kang Logawa, mau balik nanya TAC yg dibebankan kepada penumpang itu faktor pembaginya 1 kereta atau 1 rangkaian? Kalau per kereta tentu jatuhnya mahal, apa biaya TAC KM/P/KMP/aling2 jg ikut ditanggung penumpang? Lain ceritanya kalau TAC ditanggung 1rangkaian. Semakin panjang suatu rangkaian, maka kapasitas angkut penumpang juga bertambah sehingga biaya TAC yg dibebankan semakin ringan.

Kalau memang angkutan barang bisa menurunkan biaya TAC yg dibebankan kepada penumpang, kenapa ngga dijalankan rangkaian kereta seperti jaman belanda dulu, Rangkaian penumpang+barang. Lucu juga kalau KA ABA dibelakangnya nyangkut kontainer.

Selamat malam, Kang zmidth... Terima kasih sdh merespon postingan saya. Dulu saya pernah dikasih tau teman hitungannya adalah PERKA. Saya pikir mau dihitung dlm 1 rangkaian atau 1 kereta akan sama sj, soalnya bila dihitung dlm 1 rangkaian (misal) 8 kereta ya tinggal dikalikan sj, 8 kereta x 4.500.000 = 36jt dan sepertinya sdh termasuk beban KM/P/KMP. Beda cerita kalo gerbong aling2 itu ada isinya yaitu barang paketan, justru malah menghasilkan pendapatan / uang.

Nggak perlu dimix antara rangkaian penumpang & kontainer lah, Kang... Tinggal frekuensi KA Barangnya sj yg ditingkatkan, kalo banyak yg minat kan otomatis pendapatannya meningkat. Saya pernah baca2 di thread INI ada yg membandingkan harga K1 antara Malioboro Ekspress & Limex Sriwijaya. 2 KA ini secara jarak nggak beda jauh, tapi kenapa pd saat awal launching KA Malioboro Ekspress harga K1nya beda banget dgn K1nya Limeks Sriwijaya...? Saya sempat berpikir mungkin saja Limex Sriwijaya ditopang oleh pendapatan KA Babaranjang. Nah, sekarang harga K1 Malioboro Ekspress malah "dibanting", itu kira2 dpt topangan dr mana...? Harga tsb entah masih promo atau sdh reguler ini saya yg msh ragu.

Terima kasih.

Maaf kang Logawa, saya ngga bisa terlalu banyak komentar tentang TAC, info dan data saya minim.

Kalau tarif "ajaib" Malioboro itu saya juga heran. Kok bisa begitu ya. Kalau KA Barang menopang TAC si Malioboro, KA Barang yg mana? Seandainya iya KA barang mensubsidi TAC KA penumpang, tentunya tarif Sawung dan Purwojaya ngga semahal sekarang, kan disubsidi sama kethel dan semen.
Terima kasih telah mengantarkanku ke tempat tujuan dengan cepat, aman, tepat dan murah

facebook: Adhie | Twitter: @adh1e_
Reply


Messages In This Thread
RE: Kereta Api tidak "merakyat" lagi...... - by zmidth - 24-04-2013, 10:12 PM
RE: Kereta Api tidak - by Yogi Abdi Nugroho - 30-10-2013, 05:14 AM
RE: Joy Ride Pangrango (lagi) - by zae abjal - 29-01-2014, 05:55 PM
JR Pangrango - by zae abjal - 11-02-2014, 01:06 AM
JR Pangrango - by zae abjal - 01-03-2014, 12:04 AM
JR Pangrango - by zae abjal - 06-03-2014, 04:26 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 3 Guest(s)