Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kereta Api tidak "merakyat" lagi......
(04-04-2013, 12:17 AM)Logawa_ATB Wrote: [spoiler]
Selamat malam, Kang...

Terima kasih sdh merespon postingan saya. Betul, biaya operasional KA itu sangat mahal & benar adanya kalo ada teman2 sampeyan bilang di negara manapun (baik maju atau berkembang) tarif KA itu disubsidi. Nah, kalo saya sedikit kembangkan subsidi itu bs di tiketnya (misal kyk PSO utk K3) atau di biaya operasional prasarananya (IMO yg tdk impas2an dgn TAC). Saya rasa IMO itu bukan bantuan Pemerintah tapi bentuk tanggung jawab Pemerintah thdp aset2 yg dimilikinya dan menurut saya dana IMO itu jg bs dibilang kewajiban pelayanan umum (public service obligation / PSO), bukan utk segmen K3 saja tp malah utk semua segmen (K1 & K2). Logikanya, kalo ada IMO berarti kualitas jalan bagus, rakyat (pengguna jasa KA) jg menikmati kualitas jalan tsb & otomatis roda perekonomian akan terus berputar. Sama halnya kyk jalan Negara di Pantura sana, setiap tahun pasti ada perbaikan & perawatan. Duitnya dr mana...? Dari APBN, lha sumber pendapatan salah satunya dari PAJAK kan...?

Nah, kalo IMO diminta impas2an dgn TAC koq rasa2nya operator KA kyk dipalak sama Pemerintah ya...? Gambarannya kyk gini, operator KA jualan jasa dlm 1 tahun, memperoleh pendapatan otomatis kena PAJAK. Pendapatan dikurangi biaya operasional ada untung, sewaktu2 Pemerintah bs minta DEVIDEN. Eh, masih minta impas2an antara IMO & TAC.
Kalo diumpamakan dlm angka :
IMO = 1,7 T , Pajak dari operator KA yg disetorkan ke Negara (misal) = 800 M, deviden (misal) = 100 M dan TAC = IMO = 1,7 T jd total biaya yg disetor ke Pemerintah : 800 M + 100 M + 1,7 T = 2,6 T ( besar bener....? Heran )
Tolong dikoreksi kalo gambaran saya malah keliru. Ya cuma ini pemikiran saya saja, udah bayar pajak ya sdh sewajarnya menanyakan bentuk dari pajak itu apa...? Operator KA jg bertanya, udah bayar pajak lha bentuk nyata dari pajaknya itu apa...? Minta IMO, nggak dikasih... nggak dianggarkan di ABPN 2013, malah udah ketok palu. Giliran operator KA menggugat lewat rakyat dgn usaha menghapus K3 & KL3 yg disubsidi, wakil rakyat marah2 trus nglurug ke BD. Sampai di BD, Dirut operator KA cukup buka "kartu" ajah... Ngakak

Utk soal BBM bersubsidi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) jg mendapat jatah BBM bersubsidi tp ada quotanya & diperuntukkan utk KA Barang. Apalg operator KA sedang giat membangun bisnis KA Barang, terutama Divre 3 dgn KA Babaranjangnya otomatis jatah tsb tersedot ke KA tsb. Lha kalo KA Barang di Pulau Jawa gimana...? Kalo jatahnya sdh habis ya otomatis menggunakan BBM non subsidi seperti KA Penumpang. Yg pernah saya dengar, pembukuan utk konsumsi BBM dibuat terpisah antara KA Barang dgn KA Penumpang.

Terima kasih.
[/spoiler]

hmmm kalau pajak memang konsepnya beda sama jual beli jasa/barang mas, manfaat pajak tidak secara langsung diterima oleh pembayar pajak dalam bentuk yang dikehendaki dan sifatnya sangat makro karena pajak yang dkumpulkan kan dibelanjakan dalam APBN untuk mencapai kondisi perekonomian yang baik. dengan perekonomian yang baik maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan menikmati manfaat misalnya makin banyak orang naik kereta api, makin banyak perusahaan nyewa gerbong buat angkut barang, mau usaha ini dan itu makin mudah karena infrastruktur mendukung dll..
nah kalo TAC ini sama kayak jual beli barang/jasa. tadinya saya berpikir simpel aja kayak analogi orang tua minjemin anak sebuah mikrolet untuk diusahakan oleh si anak, sang anak gak perlu bayar sewa ke orang tua dan sebagai gantinya sang anak harus merawat sendiri mikrolet tersebut. jadi skemanya sebenarnya fair. makanya saya anggap wajar aja kalau pemerintah menginginkan skema IMO=TAC. namun rupanya memang untuk perawatan prasarana kereta api ini memerlukan biaya yang sangat mahal seperti yang mas logawaATB katakan, karena prasarana kereta api menyangkut kepentingan yang luas tidak sekedar yang terkait dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) saja (karyawan dan penumpang ka) namun juga menyangkut penduduk yang tinggal di sekitar prasarana ka, pengguna jalan raya yang melintasi rel, dsb. dengan demikian memang seharusnya pengelolaan prasarana kereta api itu menjadi tanggungan pemerintah sepenuhnya melalui skema IMO. Playboy
KA Sumber Kentjono
Reply


Messages In This Thread
RE: Kereta Api tidak "merakyat" lagi...... - by eri4nto - 04-04-2013, 08:37 AM
RE: Kereta Api tidak - by Yogi Abdi Nugroho - 30-10-2013, 05:14 AM
RE: Joy Ride Pangrango (lagi) - by zae abjal - 29-01-2014, 05:55 PM
JR Pangrango - by zae abjal - 11-02-2014, 01:06 AM
JR Pangrango - by zae abjal - 01-03-2014, 12:04 AM
JR Pangrango - by zae abjal - 06-03-2014, 04:26 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)