23-02-2009, 07:16 PM
Quote:mas dedy tuh stasiun kan masih ada napa ngak diaktifin ya buat bongkar muat hasil bumi ya kayaknya lebih efisien yasaya pikir juga seperti itu tapi memang sejak habisnya sumber daya alam di gunung galunggung di garut, ikut juga berpengaruh di kesibukan stasiun cipinang jakarta. dan juga kereta angkutan baja yang saat ini di angkut oleh truk truk. dulu tidak lama stelah kereta pasir berhenti beroperasi kereta angkutan baja tujuan cilegon di merak ke waru di surabaya masih ada walaupun jarang.kereta baja harus bermalam dulu di cipinang baru keesokan harinya melanjutkan ke surabaya.makanya di belakang stasiun banyak para pegusaha pasir dan batu kali menyewa lahan ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang di kelola oleh koperasi karyawan stasiun cipinang dan juga dugaan saya kenapa pasar induk beras lokasinya di belakang stasiun cipinang mungkin dulunya distribusi hasil bumi baik beras dan palawija di bawa dari daerah ke jakarta menggunakan kereta api.dan saya pernah waktu masih kecil melihat ratusan sapi di turunkan disini, jadi dulu stasiun ini stasiun yang cukup vital di daop I .makanya walaupun stasiun ini kecil tapi statusnya stasiun kelas satu dan saat ini di bawah kendali daop I bukan divisi jabaotabek
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
