13-07-2012, 11:42 AM
(12-07-2012, 02:41 PM)Nicodio Wrote:(12-07-2012, 08:26 AM)fiandehahn Wrote: [Spoiler]
(11-07-2012, 10:01 PM)Nicodio Wrote:[/Spoiler](11-07-2012, 07:30 PM)nurcahyoms Wrote: [Spoiler]
(10-07-2012, 11:42 PM)Nicodio Wrote: Masalah gawatnya yang bercetak tebal warna merah, maaf akan coba saya jawab Pak Nur, mungkin waktu hunting disekitar Selokajang-Nguri apalagi mendekati mahgrib, jalanya sangat membingungkan kalo tidak terbiasa bisa tersesat. Lewat jalan A, kembali jalan A. Selain itu arahnya pun kadang membingungkan kita merasa ke timur, padahal itu ke selatan. Selain itu jalan masih gelap, penerangan sedikit dan rumah jarang, perkebunan masih banyak dan gelap. Lebih baik spontan 'kulonuwun". Waktu hunting foto ke 4 dijembatan yang saya lewati ada tulisan "dhemit nguri(setan/hantu nguri)" disitu ada sumur tua tidak terpakai yang sangat angker kelihatannya. Dan setelah itu melewati perkebunan yang sekitar pukul setengah 5 sudah mulai gelap. Saya sarankan teman-teman untuk hunting siang saja.[/Spoiler]
Sobat Nicodio dan rekan-rekan railfan dari Blitar tentu maklum kalau stasiun Bendo hanya berjarak 5 km atau kurang dari Poluan, sebuah desa yang letaknya di utara Tugurante. Desa ini dulunya habis diterjang lahar G. Kelud pada tahun 1966, sehingga menjadi daerah kosong. Nah, pada tahun 70an lokasi tadi menjadi tempat lokalisasi bagi WTS. Makanya jaman saya blusukan di sekitar Bendo, kalau cerita ke teman lain selalu ditanya: "Bendonya sampai mana? Nyasar ke utara apa enggak?" Makanya saya bilang kalau sudah sampai Bendo musti balik lagi pulang ke Blitar, gak usah "blasakan" ke desa tetangganya di utara.
Oh ya.
Terimakasih atas gambar-gambar yang indah di sekitar U-turn Selokajang. Saya sampai trenyuh melihat kampung halaman saya yang permai dan masih asri sampai sekarang. Disamping itu juga senang melihat kondisi rel di daerah ini sekarang sudah bagus, tidak seperti dulu yang cuma R-25 dengan bantalan kayu. Kalau gundukan rel memang membuktikan kecanggihan desain Belanda. Saya menduga rancangan seperti ini untuk menghindari banjir lahar, tidak sekedar untuk menyiasati kontur tanah. Tetapi di jalur KA bergerigi Ambara-Bedono tepat di samping jalan raya Magelang, ada gundukan yang cukup dahsyat, tingginya ada kalau 20 meter. Antara Ciawi-Rajapolah juga ada gundukan rel yang cukup panjang dengan ketinggian 10 meter-an.
Salam kami
Nurcahyo
*******
Saya tadi sengaja bertanya kepada warga disekitar rel Pak Nur, kenapa dibuat gundukan seperti itu. Padahal dari St.Blitar hingga St Bendo tidak ada gundukan, baru dari Selokajang hingga jembatan Nguri ada gundukan. Ternyata mereka tidak tahu.
Ada sedikit sumber info tentang St Bendo Pak Nur, mantan pegawai St Bendo, Pak Suwito sayang beliau sudah meninggal. Tp saya sudah dikasih tahu rumahnya, saya berharap istri atau anaknya bisa menceritakan sedikit sejarah tentang St Bendo. Rumah dinas disebelah barat St.Bendo juga dipakai pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tetapi katanya dinas di Madura. Rumahnya angker kelihatannya
kalo gundukan tsb mungkin fungsi nya untuk menghindari pasir dan abu letusan gunung kelud,,
tapi untuk tikungan U kurv,,belum tau sejarahnya,,,hehehe,,
Padahal kalo lurus itu jalur malah lebih dekat dengan St Rejotangan(RJ), dengan memutar jarak menjadi 13 km antara St Blitar dengan St Rejotangan. Herannya itu tadi mas fian, kenapa kok dibuat tikungan seperti huruf U,lurus belok lagi seperti U dan lurus sampai jembatan nguri, lepas jembatan belok lagi agak menikung sampai St Rejotangan
[Spoiler][/Spoiler]1. Jalur mulai tikungan U Desa Selokajang, mulai menikung dengan gundukan tanahnya
[Spoiler][/Spoiler]2. Terusan foto jalur U dari foto yang pertama tikungan tajam,seperti huruf U, dengan gundukan yang tinggi. Hebat memang Belanda ini, tidak pernah longsor ini gundukan, apalagi kereta anjlok disini. Luar Biasa
Kalau soal gundukan, mungkin maksudnya untuk menghindari kalau suatu saat terjadi banjir, mengingat lintasan ini melewati sungai.
Kasus yg sama juga terjadi spt didaerah ini :
[spoiler]
![[Image: IMG_4734.jpg]](http://i1090.photobucket.com/albums/i372/agusriyanto6872/IMG_4734.jpg)
![[Image: IMG_4732.jpg]](http://i1090.photobucket.com/albums/i372/agusriyanto6872/IMG_4732.jpg)
[/spoiler]
Sorry OOT ya ...
Kasus yg sama juga terjadi spt didaerah ini :
[spoiler]
![[Image: IMG_4734.jpg]](http://i1090.photobucket.com/albums/i372/agusriyanto6872/IMG_4734.jpg)
![[Image: IMG_4732.jpg]](http://i1090.photobucket.com/albums/i372/agusriyanto6872/IMG_4732.jpg)
[/spoiler]
Sorry OOT ya ...
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL

[/Spoiler]1. Jalur mulai tikungan U Desa Selokajang, mulai menikung dengan gundukan tanahnya
[/Spoiler]2. Terusan foto jalur U dari foto yang pertama tikungan tajam,seperti huruf U, dengan gundukan yang tinggi. Hebat memang Belanda ini, tidak pernah longsor ini gundukan, apalagi kereta anjlok disini. Luar Biasa