05-12-2012, 11:01 AM
(04-12-2012, 11:06 PM)Andrew_CN Wrote: Ehm...
Kebanyakan diantara kami punya masalah ma operator mengenai harga yg mahal, sementara kalo toh acara gath itu buat mengkomunikasikan apa yg ga nyampe di telinga direksi secara langsung, terbesit dikepala gw:
“Menyampaikan saran & kritik scara langsung aja qta musti bayar?â€
Sorry aja kalo buat gw pribadi yg ga setuju dg banyak hal dr operator makin kesininya harus bayar jg pdhl gw yg bayar mahal, ga dapet pelayanan yg sepadan, malah cuma buat membrikan kritik & saran masi harus bayar lg, sebuah hal yg konyol minta ampun.
Look, I don't care who u are, or how old are u
Tapi kalo ente emang mengenal kondisi operator full dr atas sampe bawah & ente mengerti how to stay in a business, ente seharusnya lebi mengerti resikonya operator makin kehilangan penumpang dg jawaban yg dianggap sarcastic atau mengusir penumpang saat dibaca public, sklipun keadaan mau sesulit apapun atasan operator itu dibuat pemerintah, ga acceptable meskipun ente R6 untuk menjawab penumpang dg cara spt itu, skarang apa fakta terdahulunya kritik & saran2 yg disampaikan dg baek itu dijawab sampe pengguna jasa mengerti keadaan operator ato sampe terpuaskan dg jawaban itu?
Gw pribadi waktu slesai off air acara liputan 6 barometer pasca PLH PTA 2010 lalu smpet menyampaikan scara langsung sama pa tundjung inderawan keluhan2 pelayanan dg perbandingan harga yg gw tau & perlakuan petugas2 yg saat itu masi sering ditemui yg ga ramah terhadap penumpang, tp ttp hasilnya nihil. So, take a note bahwa ge bukan pemaen kandang aja, skrang kalo buat menyampaikan lg gw musti bayar? Lucu amat, lebi lucunya lagi petugas2 operator yg dibilang itu tabiatnya ttp aja ga brubah.
tidak benar informasi yang mengatakan bahwa untuk menyampaikan saran & kritik scara langsung musti bayar. untuk menghadiri acara Gathering pada 7-8 Desember 2012, PT KA memberikan voucher yang diberikan secara GRATIS kepada peserta gathering yang telah mendapatkan undangan. voucher tersebut harus ditukarkan dengan tiket kereta api untuk perjalanan pulang-pergi.
yang anda sampaikan itu benar bahwa operator dibentuk oleh pemerintah, dan kenyataannya semua lembaga yang dibentuk oleh pemerintah pasti karyawannya memiliki pola pikir dan jiwa birokratis, ini salah satu yang mengganggu kinerja PT KA dalam melayani konsumennya. untuk mengubah tabiat itu tentu perlu waktu, dan itu baru dimulai tahun 2009.
(04-12-2012, 10:10 PM)POERWOKERTO +75M Wrote: Sesuai dengan judul trit ini, saya mencoba berkomentar ya. Mohon dikoreksi bila ada kesalahan.
Pantas ato tidaknya sebuah pernyataan dari seorang RF mengenai perkeretaapian di Indonesia adalah sebuah wujud dari pengalamannya pribadi berkereta api. Saya bilang wajar aja jika ada RF yang berkomentar pro ataupun kontra terhadap pemerintah dan PT KA. Selama pernyataan2 tersebut bersifat membangun dan memberi solusi. Okelah mengumbar emosi sebagai wujud kekecewaan, siapa sih yang tidak bisa marah dan kecewa. Tapi diimbangi lah porsinya pada saat memberi pernyataan. Karena pernyataan yang bermuatan negatif tidak akan memberi perubahan apa2 yang ada orang2 mungkin akan ikut terpancing emosinya.
Saya bukannya munafik, tapi jika saya mau sedikit subjektif dalam memandang perkeretaapian Indonesia, saya akan bilang:
"Persetan dengan kereta api. Tapi sialnya gw gak suka naik mobil ato bus buat mudik karena gw alergi ruang sempit. Naik pesawat mahal, lagian gw juga alergi ketinggian. Rasanya pengen gw culik tuh bos kereta2 api dan siapapun yang bertanggung jawab atau berperan bikin kebijakan2 di PT KA. Gw culik, gw ikat, gw gebukin, gw caci maki abis itu gw seret ke lapangan buat liat realita dari hasil kebijkan yang mereka buat. Mau naik kereta aja kok dipersulit, dibikin sulit dan tambah sulit. Sial. Sarana dan prasarana banyak yang uzur, gak keurus, ilang tanpa bekas dll. Sompret lo semua"
Itu kalo saya mau emosi dan subjektif.
tapi kalo saya mau sedikit objektif dan melihat sejarah, saya akan berkata:
Setiap jalan menuju perubahan untuk masa depan yang lebih baik, pasti akan melalui jalan yang berliku, terjal. Intinya tidak enaklah, ada pro ada kontra. Nah itulah yang kita hadapi sekarang jika kita melihat perkeretaapian Indonesia. Perubahan sedang berjalan, sedang terjadi.
Ke arah manakah perubahan ini??? Ke arah yang baik atau yang buruk??? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Terlepas dari rencana2 perkeretaapian ke depannya sebagainmana yang sudah dipaparkan rekan2 RF di forum semboyan35, saya menilai bahwa PT KA sedang berupaya keras untuk bisa survive di era modern ini, mencoba maju walau tertatih, mencoba untuk tetap hidup dan bertahan.
Ini adalah sektor jasa. Yang intinya adalah memberi pelayanan terbaik bagi para pelanggan. Tapi harus diingat juga, pelayanan terbaik membutuhkan harga. Ada harga ada rupa. Saya berasumsi memang PT KA sengaja membuat banyak kebijakan2/aturan2 yg menjengkelkan, dengan tujuan untuk bereksperimen/ujicoba, bahwa dari sekian banyak eksperimen tersebut akan membuahkan suatu hasil yang baik yang akan membuat perkeretaapian Indonesia menjadi baik.
Cuma disini letak masalahnya, mental dan karakter dari orang yang membuat kebijakan dan menjalankan kebijakan tersebut. Itu juga harus diperbaiki, jangan cuma hanya memperbaiki sarana dan prasarana.
Sekarang mungkin penumpang dan/atau RF merasa benci atau dirugikan dengan kebijakan2 PT KA, anggaplah itu bagian dari perubahan sekalipun itu pahit buat kita. Kita tidak didengar, tidak digubris, okelah, jangan lantas kita marah2, anggap itu sebagai jalan menuju perubahan. Waktu, cepat atau lambat dengan sendirinya akan memberitahukan kepada PT KA melalui angka2 dan statistik apakah kebijakan merka baik atau tidak.
Saya berharap PT KA menyadari satu hal dalam setiap pembuatan kebijakan/aturan, bahwa uang bukan segala2nya, keuntungan mutlak dengan modal kecil bukanlah jaminan perusahaan akan tetap hidup. Serakah adalah pangkal dari kesia-siaan.
Maaf ya kalo komentar saya terlalu OOT dan kurang berbobot sesuai dengan fakta di lapangan.
dari pada saya dituduh yang macam-macam oleh anda semua, lebih baik anda semua baca saja hasil review dari majalah bisnis SWA edisi XXVIII (22 november 2012 -5 Desember 2012) kepada kinerja PT KA selama ini dan mengulas bagaimana strategi PT KA melakukan transformasi/perubahan-perubahan KE ARAH YANG LEBIH BAIK dari kondisi sebelum dan sesudahnya. harga majalah ini di toko adalah Rp 33300, namun untuk anda semua, saya kasih GRATIS. Untuk download file PDF nya ( 4 MB ), silahkan klik di sini. di majalah bisnis tersebut, PT KA terpilih sebagai salah satu Indonesia Best Corporate Transformation 2012.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.

