(21-06-2012, 05:48 AM)Dana Komuter Wrote:(16-06-2012, 03:45 PM)Naufal 88 Wrote: Menurut saya ini masalahnya mengapa KRL tidak layak:Tapi kalo dah seperti ini gimana donk???
1. Jalur kereta komuterr dan kereta jarak jauh masih digabung.
2. KRL sekarang banyak berhenti dan harus mengalah dengan Kereta antar kota
3. KRL datang setiap waktu diatas 5 menit...Kayaknya sih KRL datang setiap 8 atau 10 menit sehingga rangkaiannya di setiap gerbong penuh...tidak seperti di negara maju...seperti Jepang...krl di jepang datang setiap dua menit
4. Kepenuhan orang
5. Perjalanan belum nyaman....suara rel masih terdengar sewaktu perjalanan didalam kereta
6. Belum ada MRT...kalau mrt sudah ada, saya yakin KRL akan jauh lebih layak dipakai
7. Keterlambatan meninbulkan korban yg banyak
8. Jumlah krl belum cukup banyak
9. Mungkin jumlah kecelakaan masih banyak
10. Harga belum terjangkau
8.
[spoiler][/spoiler]
Ini KRL paling layak bagi saya....ACnya dingin banget....Pas naik ini hari minggu perjalanan dari Jakarta sampai Bekasi cuma 25 menit
Minggu, 17 Juni 2012 | 13:37 WIB
40 KRL Ekonomi Diganti AC, Harga Karcis Naik
Palmerah, Wartakotalive.com
Penumpang kereta rel listrik (KRL) di lintasan Jabodetabek tidak lama lagi bisa merasa nyaman, karena Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan akan "memensiunkan" 40 kereta ekonomi non AC dalam waktu dekat. Seluruh kereta itu akan diganti kereta AC jenis HFW buatan PT INKA.
Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Kementrian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko menuturkan hal ini dilakukan lantaran kereta ekonomi tak ber-AC itu merupakan salah satu penyebab penumpang naik ke atap. "Coba lihat, di kereta AC tidak ada penumpang yang naik di atap kan. Makanya, sudah harus dihilangkan kereta ekonomi tak ber-AC ini,"ujarnya, kemarin.
Hermanto menambahkan, ada 40 unit kereta HFW yang tengah diuji coba dan siap disertifikasi. Nantinya, apabila 40 unit kereta ini dipakai, maka akan ada 40 unit kereta ekonomi 'pensiun'. "Jadi, nanti semua kereta ekonomi juga ber-AC,"ujarnya. Penggantian kereta ekonomi non AC itu diakui Hermanto akan berpengaruh terhadap tarif. Pihaknya akan membahas masalah itu bersama PT. Kereta Api Indonesia (Persero). "Mungkin nanti harganya akan dinaikkan sedikit, tetapi tidak akan sama dengan harga kereta AC," kata Hermanto.
Interval waktu
Dirjen Perkeretaapian juga sedang menyiapkan langkah untuk memperbaiki interval waktu kedatangan kereta api menjadi lebih rapat, yaitu menjadi tiga menit. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pengguna kereta api.
Senior Manager Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops I Jakarta, Mateta Rihalulhaq mengatakan untuk mewujudkan rencana itu ada sejumlah kendala yang dihadapi. Di antaranya terkait masalah perlintasan sebidang antara rel kereta dengan jalan raya di Jakarta yang jumlahnya mencapai 500 lebih. "Jakarta bakal macet, karena pintu perlintasan lebih sering menutup,"ujarnya. Jalan keluar untuk mengatasi masalah itu kata Mateta dengan membangun flyover ada underpass di setiap perlintasan. Akan tetapi, kewenangan untuk membangun infrastruktur itu bukan berada di tangan PT. Kereta Api Indonesia (Persero), melainkan di Dinas Pekerjaan Umum DKI.
Hermanto menuturkan pihaknya akan mendorong pembangunan flyover maupun underpass di setiap perlintasan sebidang. "Itu pasti mengurangi angka kemacetan maupun kecelakaan," katanya. BK/m2
Sumber :
http://www.wartakotalive.com/read/news/86594
--------------
1. Yang harus dikorbanin tarif perjalanan... Apa ntar jadi Rp 20.000 per penumpang yah???
2. Entahlah apa pintu kereta bisa ketutup semuanya atau kebuka karena kelebihan kapasitas muatan di jam2 sibuk?
3. Terjadi berebut masuk dan keluar gak di beberapa stasiun terutama stasiun transit?
wah wartawannya salah tuh masa KRL HFW ralat ah KRL KFW mas wartawan
" R.I.P Bumi Geulis"[/i]


