27-12-2011, 05:06 PM
(This post was last modified: 27-12-2011, 05:09 PM by mas_bagus_ajah.)
Setelah segala urusan imigrasi beres, kamipun keluar dari terminal. Di counter di dekat pintu keluar kebetulan ada counter kereta api ERL.
Tadinya saya agak ragu-ragu untuk beli, karena sebelum berangkat saya sempat membaca di Wikipedia kalau tarif naik ERL bisa sampai RM 35, jauh lebih mahal daripada naik bus yang paling mahal cuman RM 15 untuk rute bandara Sepang ke stasiun KL Sentral.
Tapi naluri dan semangat railfans saya yang membara tetap mendorong saya untuk datang ke counter ERL di situ. Setelah tanya harganya, rupanya cuman RM 12.50! Wahahaha asyik!
Setelah membeli tiket kereta api ERL, saya langsung keluar dari terminal dan menuju ke bis jemputan milik ERL. Agak gampang mengenali busnya, karena hanya dia yang warnanya pink.
![[Image: fumih4.jpg]](http://i41.tinypic.com/fumih4.jpg)
Selama perjalanan, saya melihat suasana di luar yang sangat rapi. Rapi disini bukan dalam artian bebas sampah, karena saya terkadang masih melihat ada sampah berserakan, tapi maksudnya adalah alam di sekitar LCCT tidak “diganggu†oleh keberadaan pabrik seperti yang umumnya saya lihat di pinggir kota besar di Indonesia.
![[Image: 9lhp3t.jpg]](http://i43.tinypic.com/9lhp3t.jpg)
Di tengah jalan, bis saya melintas di depan sirkuit F1 Sepang yang terkenal itu.
![[Image: wvztpu.jpg]](http://i43.tinypic.com/wvztpu.jpg)
Tampak di kejauhan atap grandstand Sepang yang khas.
![[Image: 29gd0qu.jpg]](http://i41.tinypic.com/29gd0qu.jpg)
Tiba-tiba saya teringat bahwa beberapa minggu sebelumnya ada pembalap motor kenamaan yang meregang nyawa di sirkuit yang megah ini.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya saya melihat jalur kereta api. Cuman beda dengan jalur KA milik KTM yang punya gauge 1 meter, rel KA ini menggunakan gauge standard (1,435 mm) yang umum dijumpai di Eropa atau Amerika Utara.
![[Image: 14yc1ns.jpg]](http://i43.tinypic.com/14yc1ns.jpg)
Alasan mereka menggunakan gauge ini adalah agar mereka bisa membuat KA super cepat, walaupun “cuman†bisa jalan 160 km/jam. Saat jadi, KA ini adalah KA tercepat di Asia Tenggara. Namun di tahun 2009 rekor tersebut dipatahkan oleh KTM yang meluncurkan KA ETS KL-Ipoh, yang luar biasa berjalan di rel meter gauge!
Eh, tahu-tahu saja ada KA KLIA Express melintas.
![[Image: 6xrz81.jpg]](http://i42.tinypic.com/6xrz81.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Rupanya bis membawa kami bukan ke terminal KLIA (tempat stasiun awal kereta ini) tapi ke stasiun berikutnya di Salak Tinggi.
![[Image: 2ntv5dt.jpg]](http://i42.tinypic.com/2ntv5dt.jpg)
Begitu turun, kami langsung masuk ke peron. Perhatikan ticket barrier di latar belakang.
![[Image: 288zd5e.jpg]](http://i43.tinypic.com/288zd5e.jpg)
Karena peronnya di tengah, kamipun naik keatas tangga dulu. Dari atas, saya bisa melihat areal stasiun Salak Tinggi. Pelataran di sebelah kiri jalur utama di latar belakang adalah depo ERL.
![[Image: 5lz0yf.jpg]](http://i39.tinypic.com/5lz0yf.jpg)
Pemandangan dari ground level.
![[Image: j1516w.jpg]](http://i42.tinypic.com/j1516w.jpg)
Melihat yang ke arah bandara KLIA....
![[Image: vhg7lc.jpg]](http://i42.tinypic.com/vhg7lc.jpg)
...dan yang ke arah KL Sentral dan kota Kuala Lumpur.
![[Image: 1enjnq.jpg]](http://i39.tinypic.com/1enjnq.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Tak lama kemudian, datanglah kereta kami. Rupanya ini adala KLIA Transit. Serupa dengan KLIA Express, hanya dia berhenti di tiap stasiun.
![[Image: x3zk8n.jpg]](http://i41.tinypic.com/x3zk8n.jpg)
Interior kereta.
![[Image: 2lxzejb.jpg]](http://i40.tinypic.com/2lxzejb.jpg)
Wah lama juga nggak naik KA satu ini. Dan rupanya dia masih nyaman seperti dulu.
![[Image: 25ezexd.jpg]](http://i43.tinypic.com/25ezexd.jpg)
Apalagi begitu dia berjalan, wah langsung WHUUSSH! Cepat sekali! Padahal “cuman†160 km/jam loh.
Tampak pemandangan danau di dekat Putrajaya.
![[Image: 2n0j79.jpg]](http://i44.tinypic.com/2n0j79.jpg)
Menjelang masuk Putrajaya, saya bisa melihat pilar-pilar monorail yang tidak jadi dibangun.
![[Image: 2epq2rm.jpg]](http://i40.tinypic.com/2epq2rm.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Saya pikir sayang sekali bahwa monorail ini tidak jadi dibangun. Padahal kalau jadi, mustinya berpergian keliling Putrajaya terasa nyaman bagi mereka yang tak punya mobil, atau tak mau pusing mempelajari rute bus.
Selepas Putrajaya kereta melesat kembali. Di balik semak-semak anda samar-samar bisa melihat jalur kereta api KTM...
![[Image: 2nr0r43.jpg]](http://i44.tinypic.com/2nr0r43.jpg)
Stasiun Serdang. Di dekat stasiun ini ada sebuah mall unik yang ditengahnya ada sungai!
![[Image: 2cs9iyu.jpg]](http://i43.tinypic.com/2cs9iyu.jpg)
Saya nggak ngerti ini bangunan apa. Kok tampaknya keren banget atapnya.
![[Image: fwngqo.jpg]](http://i39.tinypic.com/fwngqo.jpg)
Ini kalau nggak salah adalah hotel.
![[Image: 34xhqmw.jpg]](http://i41.tinypic.com/34xhqmw.jpg)
Beberapa kilometer kemudian, muncul lagi satu jalur KA, yaitu Rapid KL (d/h Star). Jadi antara sini dengan KL, tiga jalur kereta api dari tiga operator yang berbeda berjajar sejauh beberapa kilometer.
![[Image: c0opd.jpg]](http://i43.tinypic.com/c0opd.jpg)
Tak lama kemudian, kami masuk ke stasiun Bandar Tasik Selatan. Stasiun ini cukup unik karena melayani ketiga jaringan kereta api yang berbeda.
![[Image: 5rztd.jpg]](http://i39.tinypic.com/5rztd.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Kok ada kendaraan unik?
![[Image: ie14t5.jpg]](http://i40.tinypic.com/ie14t5.jpg)
Kira-kira beberapa kilometer setelah Bandar Tasik Selatan, jalur Rapid KL berpisah, dan jalur ERL berpindah posisi ke sebelah kanan jalur KTM.
Di perjalanan kereta melintas di sebelah sebuah bandara yang saya tak tahu namanya. Bandara ini kalau nggak salah adalah bandara pertama di Kuala Lumpur, mendahului Subang sekalipun. Masih seangkatan dengan bandara Kemayoran atau Hussein Sastranegara.
Kini dia dipakai oleh Tentera Diraja Malaysia.
![[Image: 534j2g.jpg]](http://i43.tinypic.com/534j2g.jpg)
Tak lama kemudian, akhirnya kami sampai juga di stasiun KL Sentral.
![[Image: i6jg2g.jpg]](http://i39.tinypic.com/i6jg2g.jpg)
Begitu naik keatas, keluar peron, tiba-tiba kita disambut oleh alunan musik Degung Sunda! Wah...wah...wah apa lagi ini? Oh...rupanya iklan restoran Bumbu Desa yang kini sudah melebarkan sayapnya hingga ke Malaysia (dan Singapore). Padahal restoran ini awalnya dari Garut loh.
Suasana dalam KL Sentral.
![[Image: e06a7q.jpg]](http://i40.tinypic.com/e06a7q.jpg)
Kami pergi ke hotel kami di PWTC dengan naik Rapid KL (yang di stasiun KL Sentral dulu disebut Putra). Abang saya yang tak begitu suka jalan-jalan menganggap ini merepotkan. Tapi bagi saya, ini jauh lebih praktis daripada naik bis (yang berbelit) atau taxi (yang mahal).
![[Image: t7hisg.jpg]](http://i42.tinypic.com/t7hisg.jpg)
Moncong LRT. Mana masinisnya? Well, anda bisa kok jadi masinis. He..he..he..
![[Image: aw25hu.jpg]](http://i43.tinypic.com/aw25hu.jpg)
Kami menginap di Wira hotel yang menurut saya agak mengecewakan karena kamarnya jelek, dan tidak ada viewnya. Jadi saya memutuskan untuk tidak memotret hotel kami menginap.
BERSAMBUNG.
Tadinya saya agak ragu-ragu untuk beli, karena sebelum berangkat saya sempat membaca di Wikipedia kalau tarif naik ERL bisa sampai RM 35, jauh lebih mahal daripada naik bus yang paling mahal cuman RM 15 untuk rute bandara Sepang ke stasiun KL Sentral.
Tapi naluri dan semangat railfans saya yang membara tetap mendorong saya untuk datang ke counter ERL di situ. Setelah tanya harganya, rupanya cuman RM 12.50! Wahahaha asyik!
Setelah membeli tiket kereta api ERL, saya langsung keluar dari terminal dan menuju ke bis jemputan milik ERL. Agak gampang mengenali busnya, karena hanya dia yang warnanya pink.
![[Image: fumih4.jpg]](http://i41.tinypic.com/fumih4.jpg)
Selama perjalanan, saya melihat suasana di luar yang sangat rapi. Rapi disini bukan dalam artian bebas sampah, karena saya terkadang masih melihat ada sampah berserakan, tapi maksudnya adalah alam di sekitar LCCT tidak “diganggu†oleh keberadaan pabrik seperti yang umumnya saya lihat di pinggir kota besar di Indonesia.
![[Image: 9lhp3t.jpg]](http://i43.tinypic.com/9lhp3t.jpg)
Di tengah jalan, bis saya melintas di depan sirkuit F1 Sepang yang terkenal itu.
![[Image: wvztpu.jpg]](http://i43.tinypic.com/wvztpu.jpg)
Tampak di kejauhan atap grandstand Sepang yang khas.
![[Image: 29gd0qu.jpg]](http://i41.tinypic.com/29gd0qu.jpg)
Tiba-tiba saya teringat bahwa beberapa minggu sebelumnya ada pembalap motor kenamaan yang meregang nyawa di sirkuit yang megah ini.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya saya melihat jalur kereta api. Cuman beda dengan jalur KA milik KTM yang punya gauge 1 meter, rel KA ini menggunakan gauge standard (1,435 mm) yang umum dijumpai di Eropa atau Amerika Utara.
![[Image: 14yc1ns.jpg]](http://i43.tinypic.com/14yc1ns.jpg)
Alasan mereka menggunakan gauge ini adalah agar mereka bisa membuat KA super cepat, walaupun “cuman†bisa jalan 160 km/jam. Saat jadi, KA ini adalah KA tercepat di Asia Tenggara. Namun di tahun 2009 rekor tersebut dipatahkan oleh KTM yang meluncurkan KA ETS KL-Ipoh, yang luar biasa berjalan di rel meter gauge!
Eh, tahu-tahu saja ada KA KLIA Express melintas.
![[Image: 6xrz81.jpg]](http://i42.tinypic.com/6xrz81.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Rupanya bis membawa kami bukan ke terminal KLIA (tempat stasiun awal kereta ini) tapi ke stasiun berikutnya di Salak Tinggi.
![[Image: 2ntv5dt.jpg]](http://i42.tinypic.com/2ntv5dt.jpg)
Begitu turun, kami langsung masuk ke peron. Perhatikan ticket barrier di latar belakang.
![[Image: 288zd5e.jpg]](http://i43.tinypic.com/288zd5e.jpg)
Karena peronnya di tengah, kamipun naik keatas tangga dulu. Dari atas, saya bisa melihat areal stasiun Salak Tinggi. Pelataran di sebelah kiri jalur utama di latar belakang adalah depo ERL.
![[Image: 5lz0yf.jpg]](http://i39.tinypic.com/5lz0yf.jpg)
Pemandangan dari ground level.
![[Image: j1516w.jpg]](http://i42.tinypic.com/j1516w.jpg)
Melihat yang ke arah bandara KLIA....
![[Image: vhg7lc.jpg]](http://i42.tinypic.com/vhg7lc.jpg)
...dan yang ke arah KL Sentral dan kota Kuala Lumpur.
![[Image: 1enjnq.jpg]](http://i39.tinypic.com/1enjnq.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Tak lama kemudian, datanglah kereta kami. Rupanya ini adala KLIA Transit. Serupa dengan KLIA Express, hanya dia berhenti di tiap stasiun.
![[Image: x3zk8n.jpg]](http://i41.tinypic.com/x3zk8n.jpg)
Interior kereta.
![[Image: 2lxzejb.jpg]](http://i40.tinypic.com/2lxzejb.jpg)
Wah lama juga nggak naik KA satu ini. Dan rupanya dia masih nyaman seperti dulu.
![[Image: 25ezexd.jpg]](http://i43.tinypic.com/25ezexd.jpg)
Apalagi begitu dia berjalan, wah langsung WHUUSSH! Cepat sekali! Padahal “cuman†160 km/jam loh.
Tampak pemandangan danau di dekat Putrajaya.
![[Image: 2n0j79.jpg]](http://i44.tinypic.com/2n0j79.jpg)
Menjelang masuk Putrajaya, saya bisa melihat pilar-pilar monorail yang tidak jadi dibangun.
![[Image: 2epq2rm.jpg]](http://i40.tinypic.com/2epq2rm.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Saya pikir sayang sekali bahwa monorail ini tidak jadi dibangun. Padahal kalau jadi, mustinya berpergian keliling Putrajaya terasa nyaman bagi mereka yang tak punya mobil, atau tak mau pusing mempelajari rute bus.
Selepas Putrajaya kereta melesat kembali. Di balik semak-semak anda samar-samar bisa melihat jalur kereta api KTM...
![[Image: 2nr0r43.jpg]](http://i44.tinypic.com/2nr0r43.jpg)
Stasiun Serdang. Di dekat stasiun ini ada sebuah mall unik yang ditengahnya ada sungai!
![[Image: 2cs9iyu.jpg]](http://i43.tinypic.com/2cs9iyu.jpg)
Saya nggak ngerti ini bangunan apa. Kok tampaknya keren banget atapnya.
![[Image: fwngqo.jpg]](http://i39.tinypic.com/fwngqo.jpg)
Ini kalau nggak salah adalah hotel.
![[Image: 34xhqmw.jpg]](http://i41.tinypic.com/34xhqmw.jpg)
Beberapa kilometer kemudian, muncul lagi satu jalur KA, yaitu Rapid KL (d/h Star). Jadi antara sini dengan KL, tiga jalur kereta api dari tiga operator yang berbeda berjajar sejauh beberapa kilometer.
![[Image: c0opd.jpg]](http://i43.tinypic.com/c0opd.jpg)
Tak lama kemudian, kami masuk ke stasiun Bandar Tasik Selatan. Stasiun ini cukup unik karena melayani ketiga jaringan kereta api yang berbeda.
![[Image: 5rztd.jpg]](http://i39.tinypic.com/5rztd.jpg)
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Kok ada kendaraan unik?
![[Image: ie14t5.jpg]](http://i40.tinypic.com/ie14t5.jpg)
Kira-kira beberapa kilometer setelah Bandar Tasik Selatan, jalur Rapid KL berpisah, dan jalur ERL berpindah posisi ke sebelah kanan jalur KTM.
Di perjalanan kereta melintas di sebelah sebuah bandara yang saya tak tahu namanya. Bandara ini kalau nggak salah adalah bandara pertama di Kuala Lumpur, mendahului Subang sekalipun. Masih seangkatan dengan bandara Kemayoran atau Hussein Sastranegara.
Kini dia dipakai oleh Tentera Diraja Malaysia.
![[Image: 534j2g.jpg]](http://i43.tinypic.com/534j2g.jpg)
Tak lama kemudian, akhirnya kami sampai juga di stasiun KL Sentral.
![[Image: i6jg2g.jpg]](http://i39.tinypic.com/i6jg2g.jpg)
Begitu naik keatas, keluar peron, tiba-tiba kita disambut oleh alunan musik Degung Sunda! Wah...wah...wah apa lagi ini? Oh...rupanya iklan restoran Bumbu Desa yang kini sudah melebarkan sayapnya hingga ke Malaysia (dan Singapore). Padahal restoran ini awalnya dari Garut loh.
Suasana dalam KL Sentral.
![[Image: e06a7q.jpg]](http://i40.tinypic.com/e06a7q.jpg)
Kami pergi ke hotel kami di PWTC dengan naik Rapid KL (yang di stasiun KL Sentral dulu disebut Putra). Abang saya yang tak begitu suka jalan-jalan menganggap ini merepotkan. Tapi bagi saya, ini jauh lebih praktis daripada naik bis (yang berbelit) atau taxi (yang mahal).
![[Image: t7hisg.jpg]](http://i42.tinypic.com/t7hisg.jpg)
Moncong LRT. Mana masinisnya? Well, anda bisa kok jadi masinis. He..he..he..
![[Image: aw25hu.jpg]](http://i43.tinypic.com/aw25hu.jpg)
Kami menginap di Wira hotel yang menurut saya agak mengecewakan karena kamarnya jelek, dan tidak ada viewnya. Jadi saya memutuskan untuk tidak memotret hotel kami menginap.
BERSAMBUNG.
