(28-11-2011, 05:41 PM)Bangunkarta Wrote:(28-11-2011, 09:49 AM)kabei Wrote:@ Mbah KabeiQuote:MTI Minta Penghapusan PPN Kereta Barang
~EDITED
"Semua sepakat, harus ada kesetaraan dalam subsidi. Bila truk ada subsidi, maka kereta barang juga harus ada subsidi. Kebijakan ini akan efektif pada 1 Januari 2012," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Jumat (25/11/2011).
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/20...eta.Barang
*mengelola bisnis di abad 21 kok masih pake cara cara ala abad 19, pantes aja "rugi" terus
yang saya bold tuh om.... koq saya jadi tertarik ya dengan redaksional kesetaraan .... kesetaraan berarti ada perlakuan yang sama kan???
secara usaha truk ada komponen biaya:
- pajak kendaraan (tahunan/STNK)
- pajak kendaraan (5 tahunan/BPKB)
* yang jelas untuk angkutan niaga (umumnya publik, dengan ciri plat kuning), biaya yang dikeluarkan jelas jauh lebih besar ketimbang kendaraan privat dan kendaraan penumpang
- biaya uji kir kendaraan
- biaya perijinan usaha dan perijinan dinasan tiap unit kendaraan ke pemda setempat
- biaya retribusi ke terminal barang, pelabuhan dan jembatan timbang
- belum ongkos lain yang pasti dikeluarkan untuk maintenance unit kendaraan....
* dan yang sangat jelas, usaha kecil/menengah pasti tidak mempunyai efisiensi sebesar perusahaan besar, sehingga cost per unitnya pasti lebih besar..
nah... kesetaraan dan keadilan di mana nya ya om Kabei
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
kalo mo dibikin perbandingan ya pertarungan antara PT KA VS bus/truk macam pertarungan antara david VS goliath
![[Image: david-vs-goliath-300x196.jpg]](http://www.onesteptoweightloss.com/wp-content/uploads/2010/06/david-vs-goliath-300x196.jpg)
dimana yang jadi david adalah bus/truk sedangkan goliat adalah PT KA, namun ironisnya si goliath yang sudah menang segala galanya dalam pertarungan terus menerus minta bantuan kepada penguasa (dalam hal ini pemerintah) :ngakak
*sampai saat ini para pengusung paham "keadilan" disini belum bisa memberikan perbandingan yang komprehensif antara bus/truk VS kereta api. yang ada masih terbatas hanya membandingkan komponen BBM saja. padahal dalam kondisi riil, pungli di jalanan itu luar biasa gedenya. andai di operasional kereta api ada komponenn pungli macam di angkutan darat, gw ga bisa membayangkan berapa harga tiket kereta api setelah memasukkan komponen "pungli" dalam pembentuk harga tiket.....
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(29-11-2011, 12:48 AM)peseg5 Wrote: Sepertinya strategi ancaman PT KA berhasil.
Ini karena PT KA sudah invest 100 loko dan 1000 gerbong barang lebih, tentunya keberhasilan mendapatkan bbm bersubsidi untuk KA barang adalah kemenangan PT KA dan memang ini strategi perusahaan.
Harapan saya sih sebenanrya tidak ada subsidi BBM, dan penghapusan bisa dilakukan secara bertahap untuk meredam inflasi.
Misal kenaikan premium ditargetkan Rp50/liter untuk setiap tanggal 1. Maka dalam setahun kenaikan harganya Rp600/liter. Sengaja kenaikan disebar ke setiap bulan agar efek inflasinya tidak terasa. Dan pemerintah tinggal menyesuaikan saja tarif angkutan umum setiap 2 tahun. Dalam 5 tahun (Rp 4500 + Rp600 x 5 = Rp 4500 + Rp 3000 = Rp 7000/liter), harga premium di RI sudah mencapai harga internasional dengan kisaran harga Rp 7000 an. Jadi subsidi hingga Rp 100 T, bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jaringan rel KA, jalan tol, pelabuhan, dll.
Please deh, Rp 100 T itu sayang banget kalau hanya untuk subsidi BBM. Padahal buanyak cara untuk merasionalkan harga BBM dengan meminimalkan gejolak. Salah satunya ya itu, kenaikan harga kecil bertahap, slowly but sure dan konsisten!
![[Image: overstappen.png]](https://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
nanya donk bos, 100 loko + 1000 gerbong itu duitnya sapa yang dipake
