26-11-2011, 10:20 AM
(26-11-2011, 10:05 AM)Bangunkarta Wrote:(26-11-2011, 09:48 AM)patub huda agus Wrote: intinya kalo pemerintah masi aj bikin jalan tol daripada jalan rel berarti gak berpihak pada transportasi massal (kaya sampean) yg jelas2 adalah solusi mengatasi kemacetan,,gyahahaha........ mana buktinya??????
prasaan yang full dibiayai APBN malah pembangunan DT lintas selatan. lintas utara bahkan DT dan elektrifikasi ke Maja yang jalur kering.. pengadaan dan perawatan kereta ekonomi, PSO kereta ekonomi..... lah pembangunan Bandara Haluoleo (pengganti bandara Wolter Monginsidi) ajah, ABPN belon terima full udah jadi bagus tuh... dan operatornya kreatif tanpa mewek-mewek.... ni lagi lanjut terus pembangunannya, kalo udah terima APBN full... gimana bagusnya ya
mana buktinya jalan toll dibiayai APBN.. mana???? jalan toll seh digarap swasta, dan kalo perijinan ke pemda beres dan ga ada yang komplain, kelar tuh...
Mungkin yang dimaksud adalah jalur KA yang benar-benar baru, atau re-opening jalur KA lama.
Maklum, sekarang banyak koridor jalur KA lama yang dulu ditutup karena nggak laku, kini malah jadi ajang kemacetan di jalan rayanya.
Yang saya perhatikan seperti itu adalah:
-Cibatu-Garut-Cikajang.
-Kadipaten-Cirebon.
-Jalur-jalur eks-SJS di timur Semarang.
Juga belum lagi pengadaan KA LRT untuk kota besar.
Jalan tol walaupun digarap swasta, tapi mereka juga dapat APBN. Tidak murni dari kocek mereka.
Oh ya, maaf rada OOT, yang saya highlight itu tidak ada di dunia nyata.
