26-10-2011, 01:20 PM
Cuma ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika sampai ingin dibangun jaringan LAA di lintas PDL-CCL:
1. Atap peron jalur 1 dan 2 Stasiun Bandung, plus jembatan penyeberangan orang (JPO) di sebelah timur stasiun.
Menurut saya ketinggiannya tidak memenuhi syarat dibangunnya jaringan LAA. Solusinya, ya harus ditinggikan, agar kabel bisa lewat dibawahnya.
2. Armada KRL yang memadai.
Dengan jumlah armada KRD Patas dan Ekonomi yg sekarang, pada jam-jam tertentu masih terjadi kepadatan yg cukup luar biasa, terutama pada KA Ekonomi yang berhenti di tiap stasiun. Kalau akan dioperasikan KRL di trayek ini, jumlah armada harus lebih OK dari zaman KRD sekarang biar gak ada kepadatan, sekaligus headway antarkereta bisa dikurangi dari 1-2 jam sekali menjadi (maksimal) 30 menit sekali. Lebih singkat headway-nya lebih baik lagi tentunya.
3. Ongkos.
Tarif Rp. 1.000 untuk perjalanan dari/ke BD dan 1.500 untuk full PDL-CCL sudah sangat murah, namun memang untuk fasilitas KA Ekonomi yg "murah" juga. Kalo dijalankan KRL, sebisanya kayak zaman KCJ pra-single operation: ada KRL Ekonomi yg bertarif Rp. 2.000 dan KRL AC yg bertarif Rp. 5.000 (dari/ke BD) dan Rp. 8.000 (tarif penuh), sesuai tarif KRD Patas sekarang.
Sekian dulu dari saya...
1. Atap peron jalur 1 dan 2 Stasiun Bandung, plus jembatan penyeberangan orang (JPO) di sebelah timur stasiun.
Menurut saya ketinggiannya tidak memenuhi syarat dibangunnya jaringan LAA. Solusinya, ya harus ditinggikan, agar kabel bisa lewat dibawahnya.
2. Armada KRL yang memadai.
Dengan jumlah armada KRD Patas dan Ekonomi yg sekarang, pada jam-jam tertentu masih terjadi kepadatan yg cukup luar biasa, terutama pada KA Ekonomi yang berhenti di tiap stasiun. Kalau akan dioperasikan KRL di trayek ini, jumlah armada harus lebih OK dari zaman KRD sekarang biar gak ada kepadatan, sekaligus headway antarkereta bisa dikurangi dari 1-2 jam sekali menjadi (maksimal) 30 menit sekali. Lebih singkat headway-nya lebih baik lagi tentunya.
3. Ongkos.
Tarif Rp. 1.000 untuk perjalanan dari/ke BD dan 1.500 untuk full PDL-CCL sudah sangat murah, namun memang untuk fasilitas KA Ekonomi yg "murah" juga. Kalo dijalankan KRL, sebisanya kayak zaman KCJ pra-single operation: ada KRL Ekonomi yg bertarif Rp. 2.000 dan KRL AC yg bertarif Rp. 5.000 (dari/ke BD) dan Rp. 8.000 (tarif penuh), sesuai tarif KRD Patas sekarang.
Sekian dulu dari saya...

