11-10-2011, 02:25 PM
(11-10-2011, 01:29 PM)see_204XX Wrote:(07-10-2011, 09:11 PM)bonbon Wrote: bisa jadi para petinggi PT. Kereta Api (Persero) bisa jadi ter inspirasi dari logo barunya yg seperti kapal laut dimana penumpang atau barang benar2 sangat perhatikan kapasitas muat dan bobotnya, bila melebihi dari "manual book" tersebut, siap2 celaka lah...
Apa ini juga bagian dari Rekomendasi KNKT akibat kejadian-kejadian PLH sebelumnya ???
Mohon dibantu jawabannya, masih nubie soal gini'an. terima kasih
Yo wes, saya coba menjawabnya....
Saya rasa ini jg nggak terlepas dr rekomendasi2 yg diberikan KNKT ke pihak operator berkenaan PLH2 sebelumnya. Tp di lain hal menurut analisa saya ada keinginan2 dr pihak regulator tp nggak ngelihat kondisi di lapangan kyk apa.
Sebagaimana contoh kyk gini, pihak regulator menyatakan KA di Indonesia harus AMAN, operator langsung kasih gerbong aling2 (cukup murah ketimbang pasang ATS (Automatic Train System)).
Trus tambah lagi keinginan agar KA di Indonesia bs NYAMAN, ya udah dr pihak operator bikin kebijakan okupansi tdk lebih dr 100%. Masuk akal kan...?
Untuk yg NYAMAN sayah setujuh dan "tepat sasaran", tapi kalo yg AMAN itu gimana gitu ya
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar


