Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri
Kebijakan ini sudah cukup baik menurut saya, untuk menciptakan kesan nyaman dan memanusiakan penumpang, tinggal tambah armada dan jadwal yg diatur dengan baik (mampu ga tuh?).. cuman seperti hal lain di negeri ini, kalau keputusan dan kebijakan dari atas sudah baik, sering kali pelaksana yg bawah ada aja yg rese...Sakit
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
apa akibat kebijakan ini akselerasi loko jadi lebih cepat (krn jumlah penumpang "pas") dan komponen2 (termasuk HSD) di loko jauh lebih hemat ?

di bantu jawaban nya kaka, sayah nubie soal gini'an
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
(06-10-2011, 10:13 AM)see_204XX Wrote: [spoiler]

(05-10-2011, 09:44 PM)eri4nto Wrote: atau bisa jd sang kondektur tsb berdisiplin dgn menarik tiket tsb agar sisa trip yg SGU-LPN bisa dlaporin ke loket SGU jd seat yg kosong bisa dijual ke penumpang lain yg membutuhkan, hehehe.

Wah, kalo menurut saya nggak boleh kayak gitu dong. Tiket itu ibarat kyk kuitansi, kalo kita dah bayar barang ato jasa berarti mesti disiapin secarik struk, nota ataupun kuitansi dr penyedia jasa itu kan...?
Alangkah lebih baik kalo tiket itu cukup dipotong separuhnya, shg ticket itu jd nggak valid lg kalo sekiranya penumpangnya yg nakal.

Selain itu seharusnya KP cukup menulis nomer TD & gerbong dimana penumpang itu akan turun. Apabila terjadi pergantian KP kan cukup serah terima laporan penumpang yg turun & TD yg masih tersedia. Yach, kembali ke namanya SINERGI. Xie Xie


[/spoiler]

hehehe, setuju setuju om bravo, semoga kondektur senantiasa disiplin sehingga kapasitas gerbong bisa dimanfaatkan secara maksimal Wink
KA Sumber Kentjono
Reply
sedih om.. gak bisa Bye Bye lagi sama calon istri Sedih
At last,,, Menanti dioperasikannya DT Purwokerto-Kroya Playboy

Reply
(06-10-2011, 03:49 PM)bonbon Wrote: apa akibat kebijakan ini akselerasi loko jadi lebih cepat (krn jumlah penumpang "pas") dan komponen2 (termasuk HSD) di loko jauh lebih hemat ?

di bantu jawaban nya kaka, sayah nubie soal gini'an
l
pake logika sederhana saja...setiap mesin dibuat dengan spesifikasi tertentu, ada batas kekuatannya...loko mestinya juga begitu...punya kekuatan untuk menarik beban dengan jumlah tertentu..kereta penumpang jg begitu...pasti punya kapasitas angkut maksimal.
contoh sederhana, kalo punya mobil atau motor...coba dibaca manual book-nya...pasti ada beban maksimal yg diangkut.

kalau semua diikuti...tdk overload, komponen mesin juga awet.
Reply
(07-10-2011, 08:33 PM)pinguin Wrote: pake logika sederhana saja...setiap mesin dibuat dengan spesifikasi tertentu, ada batas kekuatannya...loko mestinya juga begitu...punya kekuatan untuk menarik beban dengan jumlah tertentu..kereta penumpang jg begitu...pasti punya kapasitas angkut maksimal.
contoh sederhana, kalo punya mobil atau motor...coba dibaca manual book-nya...pasti ada beban maksimal yg diangkut.

kalau semua diikuti...tdk overload, komponen mesin juga awet.

Emangnya di lokomotif ada semacam KIR nya juga yah..........NgikikNgikik
Kayak trayek angkot saja ,.........NgakakNgakak
Terus kira-kira dengan kebijakan ini bagaimana tanggapan dari para crew KA itu sendiri dalam bertugas yah,Mikir Dulu
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
(07-10-2011, 08:33 PM)pinguin Wrote:
(06-10-2011, 03:49 PM)bonbon Wrote: apa akibat kebijakan ini akselerasi loko jadi lebih cepat (krn jumlah penumpang "pas") dan komponen2 (termasuk HSD) di loko jauh lebih hemat ?

di bantu jawaban nya kaka, sayah nubie soal gini'an
l
pake logika sederhana saja...setiap mesin dibuat dengan spesifikasi tertentu, ada batas kekuatannya...loko mestinya juga begitu...punya kekuatan untuk menarik beban dengan jumlah tertentu..kereta penumpang jg begitu...pasti punya kapasitas angkut maksimal.
contoh sederhana, kalo punya mobil atau motor...coba dibaca manual book-nya...pasti ada beban maksimal yg diangkut.

kalau semua diikuti...tdk overload, komponen mesin juga awet.

bisa jadi para petinggi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa jadi ter inspirasi dari logo barunya yg seperti kapal laut dimana penumpang atau barang benar2 sangat perhatikan kapasitas muat dan bobotnya, bila melebihi dari "manual book" tersebut, siap2 celaka lah...

Apa ini juga bagian dari Rekomendasi KNKT akibat kejadian-kejadian PLH sebelumnya ???

Mohon dibantu jawabannya, masih nubie soal gini'an. terima kasih
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
^^.........
Itu merupakan salah satu permasalahan yang timbul akibat kebijakan ini ............BetheBethe Gembira
UTAMAKAN KESELAMATAN..........!
Keluarga Anda Menanti di Rumah !

[Image: warteg.png]
Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
Reply
Harian Sumut Pos Wrote:~edited~

Sementara, calon penumpang yang kesal karena tidak kebagian tiket menduga, tiket-tiket tersebut sudah diborong calo yang berkeliaran di Staisun Besar Medan untuk mencari keuntungan. “Kenapa tiket bisa habis? Pasti sudah diborong calo. Terbukti, karena banyak calo yang menawari tiket kepada kami dengan harga yang tinggi,” kata wanita berjilbab putih yang meminta namanya tidak disebutkan.

Inilah salah satu hal krusial yang sangat sulit dibenahi dan/atau diberantas oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekalipun.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)