03-06-2011, 11:37 PM
(03-06-2011, 06:41 PM)krisnasip Wrote: saya setuju kalau gerbong aling2 buat bawa jenazah saja
Penumpang yang masih hidup kan ngerti kalau PLH siapa yang nyusul gue

Dalam kenyataannya, selama kereta api beroperasi, mungkin hanya sedikit sekali mereka yang mengirimkan [terpaksa] jenazah, dengan kereta api.
Tentu, mereka punya banyak pertimbangan dan sepertinya, menjadi alternatif terakhir.
Kalau toch ada, pasti dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, dalam arti, diusahakan, para penumpang lain tidak tahu, dengan dibuat kesan, seolah-olah sedang sakit keras atau agak pingsan/ lemas.
Karena jika tahu, pasti akan dilarang oleh kebanyakan penumpang.
Kalau prosedur pengirimannya, ya seperti yang telah saya utarakan diatas.
Harga pasti lebih mahal, sudah tidak bisa ditumpuk, pengawal paket yang biasanya ikut dalam gerbong bagasi, pasti ohsram.....
Dan biasanya, jika pengawalnya yang menolak karena mungkin takut dan hal ini masih manusiawi, jadi pada akhirnya, kalau tidak ada yang mau mengawal, ya ditolak secara halus.
[spoiler]* Kalau yang dengan pesawat udara, jika dari China, tidak boleh mengirim dengan peti mati, tapi dikremasi terlebih dahulu.
Hanya saya kurang tahu, jika yang meninggal seorang Moslem, bagaimana ketentuannya.
Tidak semua maskapai penerbangan disini bersedia mengangkut peti mati, mungkin punya alasan tersendiri.
Tapi untuk beratnya, katanya pada umumnya, untuk peti mati model barat, beratnya dianggap 200 kg.
Dan untuk pengambilan dengan mobil jenazah yang mendekati pesawat, harus dengan ijin dan diantar petugas bandara, setelah diberikan aba-aba.
Biasanya menunggu setelah semua penumpang turun.[/spoiler]





![[Image: BonBon.jpg]](http://i1255.photobucket.com/albums/hh636/kadaop_x/BonBon.jpg)