02-06-2011, 06:01 PM
Yang sungguh merepotkan dari pandangan aku pribadi :
1. Menyewa 1 kereta spesial utk angkut rombongan pelayat. Semisal dr st. Gambir menuju st. Cepu. Dg KA ABA, maka akan resiko telat bbrp menit di stasiun persinggahan di Cepu. Belum lagi pasti akan mahal menyewa 1 kereta penumpang semisal Nusantara.
2. Akan menjadi pembicaraan para calon penumpang yg entah bukan2 alias gosip. Nanti kalo 1 rangkaian ama mayat gini gitu.
3. Kalo keluarga besar, tak akan cukup dengan 1 kereta, minimal 2 kereta sewaan. Entah 1 kereta Nusantara dan 1 kereta Toraja. Kalao perlu 1 kereta penumpang regluer alias Eksekutif biasa mesti direlakan utk keluarga besar si almarhum / almarhumah.
4. Dg kereta klas Ekonomi?? Moga2 sih gak bertepatan dengan musim kecanduan sepak bola. Bisa kasihan yg di dalem kereta penumpang, meski misalnya gak diijinin pr suporter tuk berkunjung ke kota lain dg KA, tapi khan massa yg anti kesebelasan lawan mrk itu tetep aja nyerang. Apalagi kalo singgah mrk bisa merazia dg membabi but tiap jengkal kereta penumpang / menyisir.
5. Mungkin langkah amannya tanpa ada gangguan pr calon penumpang harus diberangkatin dr Jakarta Gudang utk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tapi gy merepotkan buat pr keluarga si almarhum / almarhumahnya itu... Ke JAKG naik apa, trus apa mesti semisal Sembrani dilangsir ke Jakg terus ke Jakk / Jakarta Kota segala?
1. Menyewa 1 kereta spesial utk angkut rombongan pelayat. Semisal dr st. Gambir menuju st. Cepu. Dg KA ABA, maka akan resiko telat bbrp menit di stasiun persinggahan di Cepu. Belum lagi pasti akan mahal menyewa 1 kereta penumpang semisal Nusantara.
2. Akan menjadi pembicaraan para calon penumpang yg entah bukan2 alias gosip. Nanti kalo 1 rangkaian ama mayat gini gitu.
3. Kalo keluarga besar, tak akan cukup dengan 1 kereta, minimal 2 kereta sewaan. Entah 1 kereta Nusantara dan 1 kereta Toraja. Kalao perlu 1 kereta penumpang regluer alias Eksekutif biasa mesti direlakan utk keluarga besar si almarhum / almarhumah.
4. Dg kereta klas Ekonomi?? Moga2 sih gak bertepatan dengan musim kecanduan sepak bola. Bisa kasihan yg di dalem kereta penumpang, meski misalnya gak diijinin pr suporter tuk berkunjung ke kota lain dg KA, tapi khan massa yg anti kesebelasan lawan mrk itu tetep aja nyerang. Apalagi kalo singgah mrk bisa merazia dg membabi but tiap jengkal kereta penumpang / menyisir.
5. Mungkin langkah amannya tanpa ada gangguan pr calon penumpang harus diberangkatin dr Jakarta Gudang utk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tapi gy merepotkan buat pr keluarga si almarhum / almarhumahnya itu... Ke JAKG naik apa, trus apa mesti semisal Sembrani dilangsir ke Jakg terus ke Jakk / Jakarta Kota segala?

