01-06-2011, 09:00 AM
@Adi Sutjipto, enggak juga tuh gan, sama koq diperlakukan kyk kargo barang biasa, cuman petinya agak berbeda (atau dilapis lagi) trus di timbang, miriplah kyk barang bawaan biasa gitu, juga buat pengangkutan menuju dan dari pesawat jg jadi satu sama mobil pembawa barang dengan barang lainnya( kecuali menggunakan mobil jenazah langsung masuk bandara permintaan khusus keluarga pejabat, untuk umum nggak bisa, susah, nggak bakal di kasih izin) juga nggak harus mobil khusus atau jenazah dan malah tidak terlalu mencolok bagi penumpang pesawat. Mobil Jenazah tidak boleh di perkenanan masuk wilayah landasan pacu ataupun parkir pesawat...
btw, walau tetap pakai timbangan, harganya juga beda dengan kargo biasa.
Ini sebenarnya potensi yg patut di garap, dan nggak harus menyewa 1 gerbong, cukuplah seperti kargo pesawat umumnya, dijadikan satu dengan jenis barang yg lain (asal jgn di tumpuk aja
), bayangkan jika seluruh keluarga ikut mengantar, berapa tiket langsung terjual sekaligus
btw, walau tetap pakai timbangan, harganya juga beda dengan kargo biasa.
Ini sebenarnya potensi yg patut di garap, dan nggak harus menyewa 1 gerbong, cukuplah seperti kargo pesawat umumnya, dijadikan satu dengan jenis barang yg lain (asal jgn di tumpuk aja
), bayangkan jika seluruh keluarga ikut mengantar, berapa tiket langsung terjual sekaligus
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar

