Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah???
#5
nyumbang koment ya. Tp sy coba dr perspektif yg lebar (istilah saya)

Menertibkan penumpang dan melayani penumpang adalah 2 hal yg berbeda. Pandangan yg berbeda serta penerapan yg berbeda pula. Sebenarnya ini adalah hal yg sederhana, hanya masalah sudut pandang dan logika.

Ibaratkan dlm sebuah keluarga, ayah dan ibu adalah PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Anak-anak adalah penumpang. Ayah dan ibu punya kewajiban memberikan pengarahan dan pendidikan pada anak, juga berkewajiban melayani keperluan si anak. Sementara anak berkewajiban tunduk pada aturan, arahan dan didikan ortu, tapi mereka juga berhak memperoleh pelayanan dari ortu.

Nah sederhana kan, jika kita kembalikan ke konteks PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menertibkan dan melayani penumpang, maka lihatlah sejenak, dalam sebuah keluarga yg baik bagaimana ortu berusaha memberikan pemahaman dan pemikiran kepada anak bagaimana dia bersikap, bertingkah laku dan bertutur kata yg baik. Anak yg terdidik dgn baik pastilah akan mengingat ajaran ortunya. Sebaliknya walau sang anak mungkin kerap membandel ato lupa sejenak dengan didikan ortu, pelayanan dari ortu tetap diberikan dlm bentuk memberi makan, uang saku, kasih sayang dll. Sikap ortu yg konsisten akan membuat anak trs mengingat didikan ortu. Sehingga dengan sendirinya akan timbul kesadaran dari sang anak bahwa apa yg sudah diberikan ortu harus dia balas dgn bersikap baik, menjaga diri dsbnya. Tapi dalam sebuah keluarga yg sedari awalnya adalah keluarga patah hati maka yg terjadi adalah seperti yg kita lihat sehari2 di beberapa aspek di perkeretapaian kita.

Jadi dalam konteks trit ini, merubah cara pandang, memahami dan mengajarkan tanpa jenuh apa itu ketertiban dan pelayanan adalah jauh lebih baik. Ibaratnya membangun rumah, hal pertama yg dilakukan adalah membangun pondasi yg kuat toh. Sebelum mengajari penumpang tentang apa itu ketertiban dan pelayanan, maka subjek pertama yg harus belajar adalah si ayah dan ibu ini dalam hal ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai institusi dan para pegawainya.

Dalam konteks pelayanan. 1 logika sederhana saja. Apa yg membuat org senang ke tmpt prostitusi dan mempunyai psk favorit??? Pasti karena pelayanannya yg jauh lebih nikmat dan memuaskan daripada pasangannya kan???

Pelayanan yg baik adalah kunci keberhasilan sebuah usaha baik itu yg baru mulai ato yg sudah mapan.

Barangsiapa puas, pelanggan pasti kembali. Sudahkah hal2 sederhana ini dipahami oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) beserta segenap jajarannya dari tingkat bawah smp atas???

Jika PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak bisa menghargai hal2 kecil bagaimana dia bisa melihat hal2 besar??

Sudahkah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg saat ini sibuk dengan proyek2nya menghargai pegawai2nya dan mengumumkannya secara luas, ini loh pegawai terbaik kita, ini loh yg paling teladan dan lain sebagainya????

Alasan kurang dana lah, kurang sarana dan prasarana lah, kurang inilah, itulah, itu hanya alasan klasik yg boleh dibilang klise. Tp hal sederhana yg menjadi dasarnya seperti yg sy sebutkan puanjang lebar diatas itulah yg kurang dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Semoga komentar saya tidak terlalu munafik dan memuakkan untuk dibaca. Salam. Merdeka

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply


Messages In This Thread
RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - by POERWOKERTO +75M - 17-05-2011, 12:14 AM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)