![]() |
|
Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12) +--- Thread: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? (/showthread.php?tid=5821) |
Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - Dana Komuter - 15-05-2011 Masukin ke thread mana nih kalau udah ada?? Silahkan saja yah.... Aku cuma mau berkomentar, sejauh ini PT. KA sudah memberi pelayanan yang sebaik mungkin demi kelancaran transportasi darat angkutan massal sejumlah penumpang dari 1 tujuan ke tujuan lain. Namun, masyarakat selalu punya banyak kendala yang sudah klasik dan tidak asing lagi di telinga kita. Itu pun terdiri dari : ![]() 1. Gerbongnya (baca = kereta per unit) harus ditambah lagi. 2. Waktunya harus on time alias tepat waktu. Tapi pola masyarakat sendiri masih saja terkendala : 1. Naik - turun KA bagaikan diuber waktu yang sangat mendesak. Padahal masinis slalu memberi jeda waktu cukup lama untuk KA - KA komuter yang singgah di sebuah stasiun yg padat penumpang yang keluar dan masuk KA. 2. Sesak di dalem kereta, atap pun jadi ajang muatan massal. Kalau perlu di gerbong2 KA barang dan lokomotif non multiple unit alias bukan lok BB 304 dan sejenis lainnya kalo emang ada. 3. Semua pada maunya berdiri deket pintu. Tanpa ada pramudi macem Trans Jakarta gak akan membuat mrk bergeser secepat yg kita perkirakan sehingga KA makin penuh sesak. 4. Buang sampah slalu aja di lantai KA. Blom lagi ada sisa permen karet yg nempel di bangku KRL AC, di atap yg ada kipas anginnya, dll. 5. Konon pr wanita hamil, dicuekin begitu saja tanpa memberi mrk duduk. PT. KA sudah memberi terobosan banyak sekali kalau dipikir2 : 1. Penambahan rangkaian KRL Ekonomi AC macem Ciliwung. 2. Bahkan utk singgah di banyak stasiun, ada KRL Ekonomi AC. 3. Mencegah melonjaknya para calon penumpang, penjaga emplasemen melarang pr calon penumpang masuk ke area stasiun kalau si KA belum tiba. Minimal dengan meniadakan penjualan karcis sampai jelang keberangkatan si KA. 4. Kalau gak berkarcis spt di Beos, gak boleh masuk area peron. 5. Ada pula mesin Coke yg kalo di negara2 barat tinggal masukin koin teken tombol apa mau kita, keluar si minuman kaleng. Krn di negara kita rawan pencurian, maka harus ada orang yg jaga. Bayarnya pun gak mungkin pake logaman. 6. Meniadakan perjalanan KA utk perjalanan pr pendukung sepak bola dan kerja sama dg Polri di bbrp petak rel dan stasiun utk mencegah vandalisme dan pencurian. Jadi, inovasi lainnya harus gimana lagi?? 1. Pintu KRL Ekonomi supaya bisa ditutup kyk dekade 1980an yg pernah aku alamin juga??? Mimpi kali yee... Diganjel batu / dirusak pasti iya. 2. Jumlah KRL aja terbatas. Apalagi di Bandung dg KRD neng - neng geulis (Baraya n Rencang), di Yogya dg KRD Prameks, dll. Jadi gak mungkin nambahin 1 rangkaian itu lebih dr yg kita lihat dan rasain skarang. 3. Para goat buster / pemburu kambingers / penumpang di atap? Gak efektif... Tuh... banyak kaca hancur dan pra sarana ruask krn ulah brutal mrk... RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - Bangunkarta - 15-05-2011 ane ikutan ya mas Dana..... cuman maaf.. mas menurut saya... perspektif yang digunakan mas Dana.. saya lihat masih satu sudut pandang... yakni perilaku penumpang yang tidak tepat... tapi belum menyentuh persoalan kurangnya awareness insan perkeretaapian dalam menjalankan operasional manajemen kereta api secara menyeluruh..... persoalan penumpang memang lebih disebabkan adanya ketidakseimbangan supply n demand.... dan adanya banyak kekecewaan atas layanan kereta yang terlalu jauh dari harapan penumpang, ketika penumpang telah menyelesaikan kewajibannya secara penuh.... nah saya melihat... perlu adanya itikad baik, ketulusan, awareness dan sense of belonging dari insan perkeretaapian dalam mengoperasionalkan KA... pasti persoalan2 tersebut akan bisa dibenahi secara perlahan.... seperti persoalan kasus KRL jabotabek.... semua salah penumpang... tapi apakah akar persoalannya seperti itu???? trntu untuk melihat secara utuh..diperlukan pemikiran yang jernih, menyeluruh serta diimbangi semangat bahwa: kerja adalah ibadah.. sehingga insan perkeretaapian akan total dalam menjalankan manajerial KA nah untuk persoalan jabotabek... menurut saya sih: tolong krl ekonomi dibanyakin untuk temen2 roker ekonomi... namun agar tidak berbenturan dengan kepentingan profit KCJ di golden time (06.00 s/d 8.00 dan 16.00 s/d 19.00).. nah sebelum dan sesudah golden time kan bisa sementara dibanyakin ekonomi nya.... nah pas golden time.. wajarlah dibanyakin expressnya.... bisa dilihat..dari KRL pertama (4.30) ampe sebelum jam 6, dari bogor aja cuman ada berapa biji krl ekonomi panas.... trus krl ekonomi suka batal, rangkaiannya pendek... trus suka telat keluar dipo..karena masinisnya telat dateng.... kan disitu ada kedisiplinan insan perkereta-apian yg harus dibenahi juga... kalo menambah jumlah KRL... tentu harus di redesain ulang jadwalnya... biar tidak terlalu bertumpuk-tumpuk yg menjadikan krl pada ngodong..... trus alangkah baik apabila ditambahkan stasiun penyusulan KRL kek pasar minggu.... paling masuk akal.. stasiun penyusulan baru itu di Kalibata, UP dan Bojonggede..... ya agar expres bisa lebih cepat nyusulnya... ga harus ngodong ampe jaoh... RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - tomrys - 15-05-2011 Gimana KCJ mau memperbanyak KRL..? llha PLN aja pelit nambah daya..kalo nggak pelit, itu rangkaian Jepang nggak musti dipotong 2 klo mw jalan. bisa langsung 10 rangkaian RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - krisnasip - 16-05-2011 kalau PLN pelit pakai saja kereta KRD ditarik lokomotif, khusus buat express saja ngak ngak berhenti2 jak-boo RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - POERWOKERTO +75M - 17-05-2011 nyumbang koment ya. Tp sy coba dr perspektif yg lebar (istilah saya) Menertibkan penumpang dan melayani penumpang adalah 2 hal yg berbeda. Pandangan yg berbeda serta penerapan yg berbeda pula. Sebenarnya ini adalah hal yg sederhana, hanya masalah sudut pandang dan logika. Ibaratkan dlm sebuah keluarga, ayah dan ibu adalah PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Anak-anak adalah penumpang. Ayah dan ibu punya kewajiban memberikan pengarahan dan pendidikan pada anak, juga berkewajiban melayani keperluan si anak. Sementara anak berkewajiban tunduk pada aturan, arahan dan didikan ortu, tapi mereka juga berhak memperoleh pelayanan dari ortu. Nah sederhana kan, jika kita kembalikan ke konteks PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menertibkan dan melayani penumpang, maka lihatlah sejenak, dalam sebuah keluarga yg baik bagaimana ortu berusaha memberikan pemahaman dan pemikiran kepada anak bagaimana dia bersikap, bertingkah laku dan bertutur kata yg baik. Anak yg terdidik dgn baik pastilah akan mengingat ajaran ortunya. Sebaliknya walau sang anak mungkin kerap membandel ato lupa sejenak dengan didikan ortu, pelayanan dari ortu tetap diberikan dlm bentuk memberi makan, uang saku, kasih sayang dll. Sikap ortu yg konsisten akan membuat anak trs mengingat didikan ortu. Sehingga dengan sendirinya akan timbul kesadaran dari sang anak bahwa apa yg sudah diberikan ortu harus dia balas dgn bersikap baik, menjaga diri dsbnya. Tapi dalam sebuah keluarga yg sedari awalnya adalah keluarga patah hati maka yg terjadi adalah seperti yg kita lihat sehari2 di beberapa aspek di perkeretapaian kita. Jadi dalam konteks trit ini, merubah cara pandang, memahami dan mengajarkan tanpa jenuh apa itu ketertiban dan pelayanan adalah jauh lebih baik. Ibaratnya membangun rumah, hal pertama yg dilakukan adalah membangun pondasi yg kuat toh. Sebelum mengajari penumpang tentang apa itu ketertiban dan pelayanan, maka subjek pertama yg harus belajar adalah si ayah dan ibu ini dalam hal ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai institusi dan para pegawainya. Dalam konteks pelayanan. 1 logika sederhana saja. Apa yg membuat org senang ke tmpt prostitusi dan mempunyai psk favorit??? Pasti karena pelayanannya yg jauh lebih nikmat dan memuaskan daripada pasangannya kan??? Pelayanan yg baik adalah kunci keberhasilan sebuah usaha baik itu yg baru mulai ato yg sudah mapan. Barangsiapa puas, pelanggan pasti kembali. Sudahkah hal2 sederhana ini dipahami oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) beserta segenap jajarannya dari tingkat bawah smp atas??? Jika PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak bisa menghargai hal2 kecil bagaimana dia bisa melihat hal2 besar?? Sudahkah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg saat ini sibuk dengan proyek2nya menghargai pegawai2nya dan mengumumkannya secara luas, ini loh pegawai terbaik kita, ini loh yg paling teladan dan lain sebagainya???? Alasan kurang dana lah, kurang sarana dan prasarana lah, kurang inilah, itulah, itu hanya alasan klasik yg boleh dibilang klise. Tp hal sederhana yg menjadi dasarnya seperti yg sy sebutkan puanjang lebar diatas itulah yg kurang dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Semoga komentar saya tidak terlalu munafik dan memuakkan untuk dibaca. Salam. Merdeka RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - krisnasip - 23-05-2011 tanggal 23 may 2011 senin pagi, saya lihat dari kantor di Stasiun Juanda KRL ekonomi non AC masih banyak yak dari gerbong depan sp belakang duduk di atap, malah mereka2 yang di duduk di atap ini membuat seperti suatu komunitas kata temen yang orang bogor mereka yang duduk di atap sudah siap bawa batu ![]() Penertiban sepertinya tidak ada artinya
RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - Dana Komuter - 24-05-2011 @ POERWOKERTO +75M > Jangan lupakan BUMN. Ibaratnya BUMN itu kantor di mana si ortu dalam hal ini PT. KA bekerja. Atau bisa juga mengibaratkan ortunya si ortu alias kakeknya pr penumpang KA yg situ gambarkan. Jadinya, kalau bukan dari BUMN, PT. KA gak bisa banyak berbuat khan? Anak2 boleh pd menyumbang saran dan kritik yg membangun. Jangan lupa juga anak2 mrk juga punya saudara/i sepupu. Siapa mrk? Kita anggap aja pr sepupu yg dari Jakarta itu spt PT. Trans Batavia yg mulai gencar pengen saling mengintegrasikan antara stasiun KA dg halte2 busway. Blom lagi keponakan2nya PT. KA punya calon bayi yg mau tumbuh entah kapan, yaitu monorail dan subway utk wilayah Jakarta. Jadi, intinya cara menertibkan mrk itu harus penuh kesabaran. Anak2 akan tumbuh besar dan menjadi remaja hingga kakek - nenek. Begitu pun kita2 ini pr calon penumpang ada yg beragam karakter. Ada yg anak2 sampai kakek - nenek. Meski hari2 kerja didominasi org2 kantoran kisaran usia antara 20 - 50 tahun, tapi khususnya KA komuter itu dah seolah jadi kebutuhan papan. Pangannya yah karcis dan operator spt KS, PPKA dan smua yg bernaung di setiap stasiun KA. Sandangnya... yah... cari tau sendiri deh... RE: Cara Menertibakan dan Melayani Penumpang, Gimana Lagi Yah??? - Dana Komuter - 15-04-2012 Sekilas foto gimana proses mereka yang turun dari KRL bisa begitu tertibnay sekarang. Mungkin menjadi suatu kemajuan juga untuk karakter para penumpang KRL AC Commuter Line sekarang... ![]() Turun di stasiun Kamp. Bandan... Mungkin karena dari KPB gak ada lagi yang naik krn stasiun ini blm jadi stasiun transit seutuhnya... |