15-05-2011, 12:27 PM
Masukin ke thread mana nih kalau udah ada?? Silahkan saja yah....
Aku cuma mau berkomentar, sejauh ini PT. KA sudah memberi pelayanan yang sebaik mungkin demi kelancaran transportasi darat angkutan massal sejumlah penumpang dari 1 tujuan ke tujuan lain. Namun, masyarakat selalu punya banyak kendala yang sudah klasik dan tidak asing lagi di telinga kita. Itu pun terdiri dari :

1. Gerbongnya (baca = kereta per unit) harus ditambah lagi.
2. Waktunya harus on time alias tepat waktu.
Tapi pola masyarakat sendiri masih saja terkendala :
1. Naik - turun KA bagaikan diuber waktu yang sangat mendesak. Padahal masinis slalu memberi jeda waktu cukup lama untuk KA - KA komuter yang singgah di sebuah stasiun yg padat penumpang yang keluar dan masuk KA.
2. Sesak di dalem kereta, atap pun jadi ajang muatan massal. Kalau perlu di gerbong2 KA barang dan lokomotif non multiple unit alias bukan lok BB 304 dan sejenis lainnya kalo emang ada.
3. Semua pada maunya berdiri deket pintu. Tanpa ada pramudi macem Trans Jakarta gak akan membuat mrk bergeser secepat yg kita perkirakan sehingga KA makin penuh sesak.
4. Buang sampah slalu aja di lantai KA. Blom lagi ada sisa permen karet yg nempel di bangku KRL AC, di atap yg ada kipas anginnya, dll.
5. Konon pr wanita hamil, dicuekin begitu saja tanpa memberi mrk duduk.
PT. KA sudah memberi terobosan banyak sekali kalau dipikir2 :
1. Penambahan rangkaian KRL Ekonomi AC macem Ciliwung.
2. Bahkan utk singgah di banyak stasiun, ada KRL Ekonomi AC.
3. Mencegah melonjaknya para calon penumpang, penjaga emplasemen melarang pr calon penumpang masuk ke area stasiun kalau si KA belum tiba. Minimal dengan meniadakan penjualan karcis sampai jelang keberangkatan si KA.
4. Kalau gak berkarcis spt di Beos, gak boleh masuk area peron.
5. Ada pula mesin Coke yg kalo di negara2 barat tinggal masukin koin teken tombol apa mau kita, keluar si minuman kaleng. Krn di negara kita rawan pencurian, maka harus ada orang yg jaga. Bayarnya pun gak mungkin pake logaman.
6. Meniadakan perjalanan KA utk perjalanan pr pendukung sepak bola dan kerja sama dg Polri di bbrp petak rel dan stasiun utk mencegah vandalisme dan pencurian.
Jadi, inovasi lainnya harus gimana lagi??
1. Pintu KRL Ekonomi supaya bisa ditutup kyk dekade 1980an yg pernah aku alamin juga??? Mimpi kali yee... Diganjel batu / dirusak pasti iya.
2. Jumlah KRL aja terbatas. Apalagi di Bandung dg KRD neng - neng geulis (Baraya n Rencang), di Yogya dg KRD Prameks, dll. Jadi gak mungkin nambahin 1 rangkaian itu lebih dr yg kita lihat dan rasain skarang.
3. Para goat buster / pemburu kambingers / penumpang di atap? Gak efektif... Tuh... banyak kaca hancur dan pra sarana ruask krn ulah brutal mrk...
Aku cuma mau berkomentar, sejauh ini PT. KA sudah memberi pelayanan yang sebaik mungkin demi kelancaran transportasi darat angkutan massal sejumlah penumpang dari 1 tujuan ke tujuan lain. Namun, masyarakat selalu punya banyak kendala yang sudah klasik dan tidak asing lagi di telinga kita. Itu pun terdiri dari :

1. Gerbongnya (baca = kereta per unit) harus ditambah lagi.
2. Waktunya harus on time alias tepat waktu.
Tapi pola masyarakat sendiri masih saja terkendala :
1. Naik - turun KA bagaikan diuber waktu yang sangat mendesak. Padahal masinis slalu memberi jeda waktu cukup lama untuk KA - KA komuter yang singgah di sebuah stasiun yg padat penumpang yang keluar dan masuk KA.
2. Sesak di dalem kereta, atap pun jadi ajang muatan massal. Kalau perlu di gerbong2 KA barang dan lokomotif non multiple unit alias bukan lok BB 304 dan sejenis lainnya kalo emang ada.
3. Semua pada maunya berdiri deket pintu. Tanpa ada pramudi macem Trans Jakarta gak akan membuat mrk bergeser secepat yg kita perkirakan sehingga KA makin penuh sesak.
4. Buang sampah slalu aja di lantai KA. Blom lagi ada sisa permen karet yg nempel di bangku KRL AC, di atap yg ada kipas anginnya, dll.
5. Konon pr wanita hamil, dicuekin begitu saja tanpa memberi mrk duduk.
PT. KA sudah memberi terobosan banyak sekali kalau dipikir2 :
1. Penambahan rangkaian KRL Ekonomi AC macem Ciliwung.
2. Bahkan utk singgah di banyak stasiun, ada KRL Ekonomi AC.
3. Mencegah melonjaknya para calon penumpang, penjaga emplasemen melarang pr calon penumpang masuk ke area stasiun kalau si KA belum tiba. Minimal dengan meniadakan penjualan karcis sampai jelang keberangkatan si KA.
4. Kalau gak berkarcis spt di Beos, gak boleh masuk area peron.
5. Ada pula mesin Coke yg kalo di negara2 barat tinggal masukin koin teken tombol apa mau kita, keluar si minuman kaleng. Krn di negara kita rawan pencurian, maka harus ada orang yg jaga. Bayarnya pun gak mungkin pake logaman.
6. Meniadakan perjalanan KA utk perjalanan pr pendukung sepak bola dan kerja sama dg Polri di bbrp petak rel dan stasiun utk mencegah vandalisme dan pencurian.
Jadi, inovasi lainnya harus gimana lagi??
1. Pintu KRL Ekonomi supaya bisa ditutup kyk dekade 1980an yg pernah aku alamin juga??? Mimpi kali yee... Diganjel batu / dirusak pasti iya.
2. Jumlah KRL aja terbatas. Apalagi di Bandung dg KRD neng - neng geulis (Baraya n Rencang), di Yogya dg KRD Prameks, dll. Jadi gak mungkin nambahin 1 rangkaian itu lebih dr yg kita lihat dan rasain skarang.
3. Para goat buster / pemburu kambingers / penumpang di atap? Gak efektif... Tuh... banyak kaca hancur dan pra sarana ruask krn ulah brutal mrk...

