10-05-2011, 02:25 PM
(02-05-2011, 09:48 AM)stasiunkastephanie Wrote:(02-05-2011, 05:48 AM)eko winarno Wrote:(01-05-2011, 10:34 PM)stasiunkastephanie Wrote: Hmmm.... kira2 ada gak wacana untuk mengaktifkan jalur ke Petrokimia untuk dialihfungsikan sbg jalur Indro-GKB-Sumari? Soalnya kalo diitung2, potensi penumpang dari kota Gresik menuju Jakarta/Semarang/Surabaya cukup tinggi. Ini berdasarkan keluhan dari bapak teman saya, & beliau juga punya rekan kerja yg berasal dr Jakarta, katanya kalo mau naik kereta harus ke Surabaya dulu, ribet. Coba kalo ada kereta lewat kota Gresik, saya bakalan mau naik kereta, katanya. Kebetulan bapak teman saya orang Semarang, kalo pulkam suka naik kereta juga. Jadi, kalo misalnya ada jalur kereta yg ngelewatin kota Gresik, kan lumayan, kereta AKAP yg semula tdk pernah ngelewatin kota Gresik bisa lewat kota Gresik buat ngangkutin penumpang dari kota Gresik dst.
Sekali lagi, itu adalah keinginan dari beberapa warganya yg menginginkan ada jalur KA melewati kota Gresik, & mungkin masih ada beberapa lagi yg menginginkan hal yg sama. Cuman kita kembalikan kepada PT KA yg punya wewenang atas perkeretaapian Indonesia, moga2 mereka mendengar hal ini & bisa segera direalisasikan.
Sekian dari saya, mohon maaf kalo ada kata2 yg keliru & kurang berkenan, thx b4.
Ini yang di tunggu warga gresik agar comuter segera di operasikan karena jalan raya macetnya sudah ampun tobat tobat...apalagi kalau sore hari.
Selain karena jalan yg sering macet, faktor lain yg menyebabkan harus ada commuter di Gresik juga karena udah banyak warga Gresik yg menjadi tumbal di Jl. Surabaya-Gresik setiap hari kerja, sehingga keberadaan commuter sangat dibutuhkan.
Mengacu pada jalur mana yg sebaiknya dipakai, maka berdasarkan analisis, jalur yg paling ideal untuk diaktifkan sebagai lintas komuter/AKAP adalah jalur Indro-Petrokimia (tp g sampai ke Petrokimia), soalnya aktivitas kota Gresik yg terbesar justru berada di kota baru, bukan kota lama, sehingga pembangunan jalur lintas komuter di sana bakal lebih efektif & efisien & bakal mampu menyerap banyak penumpang dari kota Gresik dst.
Sekali lagi, ini bisa terealisasikan jika ada kemauan dari Pemkab Gresik & Pemprov Jatim, sebab PT KA hanya akan mau membangun jika yg bersangkutan mau mengembangkan angkutan komuter.
Sekian yg saya sampaikan, semoga bermanfaat, kalo ada kesalahan & kata2 kurang berkenan mohon dimaafkan. thx b4.
2 tahun lalu saya kerja praktek di petro sempat nanya nanya tentang nasib rel antara indro-petrokimia ( terlebih percabangan petro dan semen gresik). Kata karyawan petro bagian distribusi status rel tersebut ternyata milik petrokimia karena yang membangun rel itu perusahaan pupuk tersebut.
awalnya saya tidak percaya tetapi saya coba menelusuri sepanjang rel tersebut dan menemukan bahwa status tanah dimana tempat rel tersebut berada memang milik petrokimia dan tidak ada plang sama sekali bahwa tanah tersebut milik PT. Kereta Api (Persero). Mungkin juga adanya pipa gas yang tertanam di sebelah rel tersebut membuktikan bahwa rel tersebut milik petrokimia
jadi jika ingin mengaktifkan kembali jalur indro-petrokimia tidak hanya pemkab gresik, pemprov jatim dan PT. Kereta Api (Persero) saja yang dilibatkan dalam membangun transportasi kereta di Gresik melainkan juga Petrokimia Gresik selaku pemilik lahan ( pemilik rel ???)


