11-01-2011, 05:30 AM
(10-01-2011, 10:01 PM)omaniax Wrote: bukannya bogowonto dapet PSO??
kalo ga, masa iya harga tiketnya konstan 70 ribu sampe KTA disaat harga minyak dunia mendekati 100 dolar??
coba aja bandingin sama Sawunggalih yang bisnis tanpa PSO..
KA ini dari awal itu ga d ksi PSO sama skli
ya ini rangkian psenan menhub, ya ini rangkaian milik menhub
tapi menhub ga mengeluarkan SK apapun tentang peringanan biaya ticket KA ini atopun mengucurkannya sdikitpun dari awal KA ini berjalan.
Bahkan d MKA oktober sbagai sarana promosinya apakah ada 1x aja tulisan PSO? ga ada sama skli kan
Knapa harganya tetep sgitu meskipun week end atopun holiday, padahal ga ada PSO? status KA ini masi uji coba & memank dari awal langsung d patok pada harga tertingginya sbagai kawanan K3, namun jangan anggap remeh karna memank dari penghargaan & penjualan ticket dia beerperan sbagai K3, tapi saat berjalan menurut statusnya yg special, saat masuk sta dia terhitung setara dengan & terhitunga sebagai K2
Untuk penghargaan tetep ga bisa d bandingin dengan K2 & k3 pada normalnya, knapa? Pernahkah ada yg sadar bahwa sejak berjalannya dia harga K2 smua melonjak drastis walopun ga secara bsamaan (fajar & senja YK 170, senja SLO 180, fajar & senja SM 150, sawunggalih 120) walopun gila bagiu kita tapi itu d tujukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menjaga batasan harga antara K2 & K3 supaya K2 ga tertinggal bgitu aja dengan adanya KA ini, terutama yg ada d lintas JNG-KTA

