28-10-2010, 02:50 PM
(26-10-2010, 10:38 AM)eling Wrote:(25-10-2010, 07:39 PM)b777 Wrote: [spoiler]setuju mas...
Penumpang yg mengkomentari jeleknya kereta ABA sekarang jangan diremehkan oleh PT KA, mungkin jumlah penumpang seperti itu banyak.
Ini menunjukkan betapa pentingnya standarisasi tipe gerbong KA eksekutif, terutama KA2 Argo. Karena sudah terlanjur membuat gerbong jenis Anggrek, seharusnya semua KA Argo secara bertahap memakai gerbong jenis ini, bukan kembali memesan gerbong abu2 putih lagi (saat Argo Dwipangga pertama kali muncul) yg pake bogie K8 atau K5.
Standarisasi penting karena rangkaian yg perlu dirawat sewaktu-waktu dapat diganting dgn rangkaian yg sama. Ini juga demi menjaga konsistensi sarana dan pelayanan. Dgn banyaknya jumlah gerbong bertipe sama, pengadaan, seharusnya suku cadang utk tipe itu tidak bermasalah.[/spoiler]
malah sekarang tiketnya beda 20rb sama sembrani, sama2 tujuan SBI, anggrek 300rb, sembrani 280rb di weekday, keretanya sama aja....
Lo, tapi koq week-day jadi lebih mahal? Tanggal 23 kemarin (Minggu) ayah saya nganter tamu naik ABA berangkat SBI turun GMR harganya cuma 290rb, padahal tiket untuk seats 11 B-C-D dipesan H-1 keberangkatan (kode tiket SGU MM_0580 <628/101022083249>)...
Tapi sayang juga sih kalau pelayanan ABA menurun, yang jalan malam pasti bakal mempertimbangkan antara: ABA, Sembrani, atau Bima (kalo yang ini berhenti di SGU)...
Btw, sebelum "turun kelas" ke K1 pesawat Sembrani, tiket ABA berapa ya?



