30-06-2010, 11:14 PM
(This post was last modified: 30-06-2010, 11:18 PM by argolawu69.)
(04-05-2010, 02:02 PM)bonbon Wrote:(04-05-2010, 11:58 AM)g10d Wrote: Nih alasan kenapa beli kereta bekas:[/spoiler]
[spoiler]
Quote:Anggaran, Alasan Membeli Gerbong Kereta BekasSumber:Yahoo News (Liputan 6)
Liputan 6 - Sabtu, 24 April
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan beralasan memilih membeli gerbong kereta bekas dari Jepang untuk menghembat waktu dan anggaran dibandingkan beli dari PT Inka di Madiun, Jawa Timur. "Dia (PT Kereta Api) impor lokomotifnya. Karena lokomotifnya kita belum bisa produksi," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Jumat (23/4).
Namun, pengamat transportasi Darmaningtyas berpandangan berbeda. "Tidak apa harganya lebih mahal. Toh, harganya itu kembali ke negara sendiri karena mempekerjakan warga Indonesia," ucap Darmaningtyas.
Kamis malam, 10 gerbong kereta rel listrik bekas dari Jepang buatan 1980-an tiba di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara. Harga satu unit gerbong mencapai Rp 1 miliar. Kesepuluh gerbong ini merupakan bagian dari 90 unit kereta pesanan PT Kereta Api.
Nantinya, kereta rel listrik ini dipakai untuk melayani rute Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi dan dilengkapi berpendingin udara. Hingga 2012, Indonesia akan mengimpor lebih dari 200 kereta rel listrik bekas [baca: PT KA Tambah Armada].
Kebiasaan pemerintah membeli barang bekas sudah berlangsung sejak lama. Sebelumnya, Indonesia juga membeli bus bekas dari Jepang dan Cina. Lalu, pada masa Orde baru, Indonesia juga pernah membeli kapal perang esk Jerman Timur.(BOG)
Rp. 1 Milyar = 1 unit = 1 rangkaian = 10 gerbong kah ?
Pejabat sini di awali kena "pancingan" hibah alias dibilang ga gratis juga...keenakan dapet hibah...kepancing beli krl bekas walau teknologi lama (Rheostatik) yg katanya boros daya listrik...
Pengusaha besi tua dan Krakatau Steel sudah harap-harap senang menunggu KRL eks jepang itu di rucat bila tidak bisa di operasikan karena onderdil tidak tersedia.
jgnkan KRL, Peniti aja masih Impor dari China
1 milyar = 1 gerbong..8 gerbong=8 milyar
hmm, tritnya salah kamar nih..harusnya di forum ppka..
ya itu td alesannya...harga lebih murah n menghemat waktu..soalnya udah kepepet sih..kalo mau buat dari inka ya kelamaan..
lagian katanya taun 2013 pemerintah stop impor krl..tp gatau jg sih besok realisasinya gimana...
di sisi lain, kalaupun misalnya buat dari inka, mesinnya tetep dari luar negeri kan..
ya semoga generasi penerus indonesia(termasuk saya) bisa membawa bangsa indonesia lebih mandiri, tidak banyak tergantung dari negara lain
