01-04-2010, 07:57 PM
Untuk kita renungkan.
Sekitar th 2002 saat KA Jayabaya Utara Eksis . rangkaiannya BB 203 bawa 7 K2 KMP2 dengan okupansi di hari biasa sekitar 60 - 70 % . Saat itu Perumka lagi gencar2nya melakukan inovasi KA Eksekutip . Maka dirasionalisasilah KA Jayabaya Utara ini dan diganti dengan rangkian full Eksekutip dan namapun dirubah menjadi KA Gumarang. Perumka lupa bahwa jalur utara sudah surplus dengan rangkaian eksekutip , akhirnya KA Gumarang sepi penumpang. Wacana kembali digulirkan , karena sepi Gumarang harus masuk Kotak , tapi ndilalah kersaning Allah , masih ada pikiran brilian dari Abdi dalem Perumka ini untuk melakukan penyelamatan .maka KA Gumarang dirubah dari full eksekutip menjadi KA campuran eksbis . Ternyata membuahkan hasil , Maka KA Gumarang sampai sekarang merupakan KA jarak jauh dengan rangkaian panjang . CC 203 bawa 8 K2 2 K1 KM1 BP ,
Belajar dari masalah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa belum waktunya kita menghapus KA Bisnis , bila perlu harus kita perbaiki pelayanan , interior dll . Wah
Sekitar th 2002 saat KA Jayabaya Utara Eksis . rangkaiannya BB 203 bawa 7 K2 KMP2 dengan okupansi di hari biasa sekitar 60 - 70 % . Saat itu Perumka lagi gencar2nya melakukan inovasi KA Eksekutip . Maka dirasionalisasilah KA Jayabaya Utara ini dan diganti dengan rangkian full Eksekutip dan namapun dirubah menjadi KA Gumarang. Perumka lupa bahwa jalur utara sudah surplus dengan rangkaian eksekutip , akhirnya KA Gumarang sepi penumpang. Wacana kembali digulirkan , karena sepi Gumarang harus masuk Kotak , tapi ndilalah kersaning Allah , masih ada pikiran brilian dari Abdi dalem Perumka ini untuk melakukan penyelamatan .maka KA Gumarang dirubah dari full eksekutip menjadi KA campuran eksbis . Ternyata membuahkan hasil , Maka KA Gumarang sampai sekarang merupakan KA jarak jauh dengan rangkaian panjang . CC 203 bawa 8 K2 2 K1 KM1 BP ,
Belajar dari masalah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa belum waktunya kita menghapus KA Bisnis , bila perlu harus kita perbaiki pelayanan , interior dll . Wah

