18-11-2013, 10:24 AM
(18-11-2013, 04:25 AM)DiasWU Wrote:(18-11-2013, 01:11 AM)Rail_Ram Wrote: Wah pada main curang ya sekarang dalam hal persaingan...
Bru beroperasi Pangrango harus terkena halangan macam ini...
Tipikal Indon Mas, lebih baik dirinya senang dan yang lain menderita daripada semua sama-sama senang.. Lebih baik bis/elf yg penuh dan penglaju Bogor-Sukabumi menderita tua di jalan daripada KA yang lancar dan penglaju Bogor-Sukabumi terlayani dengan baik, makanya ga heran kalo ada yg main klenik..
Ada beberapa kemungkinan kenapa masyarakat sukabumi lebih memilih transportasi KA ini....
1. Jalan Raya Lewat Ciawi kondisi sekarang sudah macet sangat arah, dengan ketidak pastian waktu tempuh, di tambah dgn armada yg tidak tertib, tarif yg tdk ada standarnya.
2. Lewat cianjur harus mutar, jaraknya tambah jauh dan waktu tempuh lebih lama.
Kalo di lihat dari harga tiket KA nya dimana Exe Rp 35.000, ekoAC Rp 15.000 dengan jarak kurang lebih 60km ada bebarapa kemungkinan.
1. Kemungkinan pendapatan (income) warga Sukabumi memang sudah tinggi.
2. Suatu keterpaksaan yg masuk akal menggunakan KA, kalo di bandingkan dgn angkutan jalan raya.
Boleh di bilang pihak PT KA sekarang lagi panen di jalur BOO - SI ini, karena kalo di liat di lintas lain (lintas barat) utk KA lokal yg sama (KA Kalimaya, KA RaJA), kenaikan jumlah penumpangnya tdk naik secara drastis, kemungkinan penyebabnya yaitu;
1. Ada alternatif KA lain yaitu KA Lokal Rangkas dan KA PAtas Merak.
2. Untuk jalur angkutan umum juga tersedia dgn berbagai trayek seperti, Rangkas-Kalideres, dll
Dengan bagusnya penjualan di jalur Bogor - Ski ini diharakan pihak PT KA terus meningkatkan pelayanannya kepada penumpang..


![[Image: 1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/1558548_653929584663434_1859571407_n.jpg)




