Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PLH Lokomotif Meluncur Tanpa Mass di Semarang
#61
(03-05-2013, 05:51 AM)Resdohra Wrote:
(02-05-2013, 09:05 PM)kholiez Wrote: Rusak parah gak tuh yaa??
klw misalnya diperbaikin bakal diangkut ke INKA atau bagaimana??

Diperbaiki di balai yasa pengok (BY YK), CMIIW

Ga ada sangkut pautnya donk dia sama inka, 3 28 aja kan bukan produk inka ato yg dirancang di inka. Kalo bukan produk sendiri, inka ga bertanggung jawab soal perbaikan, kcuali itu memang dihibahkan tender dr dirjen sperti kasusnya holec menjadi pramex.

Info sementara yg di dapet 3 28 akan menjalani PA di pengok selama 2 bulan dikarenakan kerusakan & penyesuaian standard keamanan.

(02-05-2013, 06:27 PM)see_204XX Wrote:
(02-05-2013, 01:02 PM)dedy vh Wrote: yang jelas musibah !
dan lagi saya amati di jng pun kalau lagi di panaskan lok di tinggal saja nggak di tunggu sama petugas. lagipula kalau di tunggu emang nggak ada kerjaan lain? lah wong biasanya sebelum beropersi menarik rangkaian lok di panaskan minimal 30 menit hingga 1 jam sebelumnya. kalau memang kerugian di bebankan ke petugas terakhir 20 thn pun nggak bakal lunas he he he

Ya kalo ada kerjaan lain ya silakan saja.... namanya jg pekerja... Tp kalo meninggalkan tempat tugas tdk sesuai SOP ya bukan murni musibah, om... misal nggak ngikat rem atau masang stop block...

Ya emank kalo hibahkan ke crew depo doank ya jlas smua jg ga akan nyampe ke istilah beres kang, tp kembali lg bicara soal regulasi keamanan emank posisinya pagi itu memank crew yg bertugas melakukan kelalaian kan, skalipun di tempat laen jg 'biasanya' ato sering ga ketat memperhatikan soal keamanan, tp bner kata om mimin donk, biasa bukan berarti bener jg, karna regulasi keselamatannya kan minimal abar harus terikat skalipun engine off & memank sampe point ini tindakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ga salah donk, awal mulanya kan bukan musibah krn faktor alam
Reply
#62
Quote:Buntut 'Kereta Misteri', Kepala Depo Lokomotif Poncol Dibebastugaskan
Jumat, 03/05/2013 15:14 WIB


[Image: kamisteri.jpg]

Semarang - Kasus lokomotif 'Kereta Misteri' yang melaju sendiri tanpa masinis yang terhempas dan jatuh di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/4/2013) lalu berdampak naas kepada beberapa petugas Depo Lokomotif Poncol. Kepala Depo yang berinisial JT dibebastugaskan.

Dalam penyelidikan kasus yang menghebohkan ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memeriksa lima petugas depo. Hasilnya empat petugas dinyatakan melakukan kesalahan karena lalai dan satu petugas dinyatakan tidak bersalah. Keempat petugas yang dinyatakan bersalah diberi sanksi yang berbeda.

Kepala Depo dibebastugaskan dan dikembalikan ke Balai Yasa Yogyakarta, sedangkan Kepala Ruas Luar Depo Lokomotif dan Pengawas Cek Depo Lokomotif dimutasi ke Sumatera Selatan. Sementara itu satu petugas lainnya yaitu bagian pengawas sarana lokomotif Daop 4 dikenakan sanksi teguran dan tertulis.

"Dibebastugaskan dan dimutasi. Kepala Depo Poncol ke Balai Yasa Yogyakarta dan dua lainnya ke Sumatera Selatan," kata Humas PT. KAI Daop 4 Surono saat ditemui di kantornya, Jl MH Thamrin, Semarang, Jumat (3/5/2013).

Peristiwa 'Kereta Misteri' ini terjadai pada pukul 04.00 WIB hari Minggu (28/4) lalu. Saat itu, lokomotif yang seharusnya menarik KA Argo Sindoro pagi dari Stasiun Tawang Semarang tersebut berjalan sendiri saat dipanasi petugas di Depo Lokomotif Poncol. Lokomotif tanpa masinis tersebut terus meluncur ke arah barat hingga akhirnya "terbang" di tikungan rel di Dukuh Mijen, Desa Nolokerto sekitar pukul 04.20 WIB.

Saat ini lokomotif bernomor CC 20328 tersebut sedang dalam masa perbaikan di Balai Yasa Yogyakarta. Meski berkurang satu lokomotif, menurut Surono jadwal KA dari Semarang tidak terganggu. "Kami ada 13 lokomotif sedangkan dari Semarang menjalankan lima kereta api. Jadi masih sangat cukup," tutup Surono.
Code:
http://news.detik.com/read/2013/05/03/151435/2237434/10/buntut-kereta-misteri-kepala-depo-lokomotif-poncol-dibebastugaskan

Jadi kali ini Masinis gak jadi Kambing Hitam... Teknisi sama "Bos"nya yg kena.
Reply
#63
(03-05-2013, 03:31 PM)LeecherBot Wrote:
Quote:Buntut 'Kereta Misteri', Kepala Depo Lokomotif Poncol Dibebastugaskan
Jumat, 03/05/2013 15:14 WIB


[Image: kamisteri.jpg]

Semarang - Kasus lokomotif 'Kereta Misteri' yang melaju sendiri tanpa masinis yang terhempas dan jatuh di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (28/4/2013) lalu berdampak naas kepada beberapa petugas Depo Lokomotif Poncol. Kepala Depo yang berinisial JT dibebastugaskan.

Dalam penyelidikan kasus yang menghebohkan ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memeriksa lima petugas depo. Hasilnya empat petugas dinyatakan melakukan kesalahan karena lalai dan satu petugas dinyatakan tidak bersalah. Keempat petugas yang dinyatakan bersalah diberi sanksi yang berbeda.

Kepala Depo dibebastugaskan dan dikembalikan ke Balai Yasa Yogyakarta, sedangkan Kepala Ruas Luar Depo Lokomotif dan Pengawas Cek Depo Lokomotif dimutasi ke Sumatera Selatan. Sementara itu satu petugas lainnya yaitu bagian pengawas sarana lokomotif Daop 4 dikenakan sanksi teguran dan tertulis.

"Dibebastugaskan dan dimutasi. Kepala Depo Poncol ke Balai Yasa Yogyakarta dan dua lainnya ke Sumatera Selatan," kata Humas PT. KAI Daop 4 Surono saat ditemui di kantornya, Jl MH Thamrin, Semarang, Jumat (3/5/2013).

Peristiwa 'Kereta Misteri' ini terjadai pada pukul 04.00 WIB hari Minggu (28/4) lalu. Saat itu, lokomotif yang seharusnya menarik KA Argo Sindoro pagi dari Stasiun Tawang Semarang tersebut berjalan sendiri saat dipanasi petugas di Depo Lokomotif Poncol. Lokomotif tanpa masinis tersebut terus meluncur ke arah barat hingga akhirnya "terbang" di tikungan rel di Dukuh Mijen, Desa Nolokerto sekitar pukul 04.20 WIB.

Saat ini lokomotif bernomor CC 20328 tersebut sedang dalam masa perbaikan di Balai Yasa Yogyakarta. Meski berkurang satu lokomotif, menurut Surono jadwal KA dari Semarang tidak terganggu. "Kami ada 13 lokomotif sedangkan dari Semarang menjalankan lima kereta api. Jadi masih sangat cukup," tutup Surono.
Code:
http://news.detik.com/read/2013/05/03/151435/2237434/10/buntut-kereta-misteri-kepala-depo-lokomotif-poncol-dibebastugaskan

Jadi kali ini Masinis gak jadi Kambing Hitam..
Teknisi sama "Bos"nya yg kena.

Secara teknis kan emank sampe proses itu blom ada mass yg terlibat, smua proses dijalani oleh tangan pihak depo, jlas dg bgitu ga da mass yg dijadikan kambing hitam.

Tp tetep gw rasa tindakan yg diambil ini ironis & ga seluruhnya adil walopun jauh lebi baek dibanding waktu kasus PLH PTA bbrapa taun lalu. Ini tindakan eksekusi tanpa disertain laporan lebi lanjut perkembangan pengusutan kasus dr KNKT, sementara gw masi ragu dg peran instrumen pengamanan (safety instrument) dlm lok itu karna infonya reverser tidak dlm posisi netral, harusnya kalo ngglondor harusnya bukan semakin cepet, justru akan semakin lamban & berenti karna safety instrument itu, dlm case ini yg paling mencolok & mendasar adl DMP lok.

Kejadian ini kan malah sebaliknya, reverser ga netral tp laju lok ngglondor malah makin cepet, sementara petak jalannya cenderung rata, artinya safety instrument ga nyala ato malah rusak disaat seharusnya uda on bersama engine (sepengetauan gw), dg keadaan bgitu seharusnya memank yg ambil andil scara langsung adl 1 crew depo yg menyiapkan 3 28 pagi itu secara langsung & pengawas sarana, tp knapa malah tindakan ini diambil sblom adanya perkembangan dr KNKT & soal safety instrument itu masi blom diusut. Padahal KDT saat itu justru sbg pihak yg paling kecil perannya dlm tenggang waktu kejadian itu malah dia dicopot jabatannya, ironis.

Maaf sblomnya kalo gw mendadak berubah jd lebi ngomong apa yg ada dipikiran gw, karna ini mengganggu, malah gw ngerasa dibeberapa sudut dg tindakan ini operator sendiri uda mendahului otoritas dr KNKT, eksekusi ini jd berdasar asumsi doank dimuka publik krn ga disertai dg publikasi perkembangan penelitian KNKT yg diperlukan sbg bukti yg lebi kuat pengeksekusian 4 orang terakhir ini.
Sorry kalo dg post ini ada yg tertuduh ma post gw.
Reply
#64
(03-05-2013, 08:09 PM)Andrew_CN Wrote: Secara teknis kan emank sampe proses itu blom ada mass yg terlibat, smua proses dijalani oleh tangan pihak depo, jlas dg bgitu ga da mass yg dijadikan kambing hitam.

Tp tetep gw rasa tindakan yg diambil ini ironis & ga seluruhnya adil walopun jauh lebi baek dibanding waktu kasus PLH PTA bbrapa taun lalu. Ini tindakan eksekusi tanpa disertain laporan lebi lanjut perkembangan pengusutan kasus dr KNKT, sementara gw masi ragu dg peran instrumen pengamanan (safety instrument) dlm lok itu karna infonya reverser tidak dlm posisi netral, harusnya kalo ngglondor harusnya bukan semakin cepet, justru akan semakin lamban & berenti karna safety instrument itu, dlm case ini yg paling mencolok & mendasar adl DMP lok.

Kejadian ini kan malah sebaliknya, reverser ga netral tp laju lok ngglondor malah makin cepet, sementara petak jalannya cenderung rata, artinya safety instrument ga nyala ato malah rusak disaat seharusnya uda on bersama engine (sepengetauan gw), dg keadaan bgitu seharusnya memank yg ambil andil scara langsung adl 1 crew depo yg menyiapkan 3 28 pagi itu secara langsung & pengawas sarana, tp knapa malah tindakan ini diambil sblom adanya perkembangan dr KNKT & soal safety instrument itu masi blom diusut. Padahal KDT saat itu justru sbg pihak yg paling kecil perannya dlm tenggang waktu kejadian itu malah dia dicopot jabatannya, ironis.

Maaf sblomnya kalo gw mendadak berubah jd lebi ngomong apa yg ada dipikiran gw, karna ini mengganggu, malah gw ngerasa dibeberapa sudut dg tindakan ini operator sendiri uda mendahului otoritas dr KNKT, eksekusi ini jd berdasar asumsi doank dimuka publik krn ga disertai dg publikasi perkembangan penelitian KNKT yg diperlukan sbg bukti yg lebi kuat pengeksekusian 4 orang terakhir ini.
Sorry kalo dg post ini ada yg tertuduh ma post gw.

Selamat malam, Kang Andrew...

Saya mau tanya nich, apakah selama ini KNKT pernah menyatakan ada personal yg bersalah dlm suatu kecelakaan KA...?
Reply
#65
(04-05-2013, 12:03 AM)Logawa_ATB Wrote:
(03-05-2013, 08:09 PM)Andrew_CN Wrote: Secara teknis kan emank sampe proses itu blom ada mass yg terlibat, smua proses dijalani oleh tangan pihak depo, jlas dg bgitu ga da mass yg dijadikan kambing hitam.

Tp tetep gw rasa tindakan yg diambil ini ironis & ga seluruhnya adil walopun jauh lebi baek dibanding waktu kasus PLH PTA bbrapa taun lalu. Ini tindakan eksekusi tanpa disertain laporan lebi lanjut perkembangan pengusutan kasus dr KNKT, sementara gw masi ragu dg peran instrumen pengamanan (safety instrument) dlm lok itu karna infonya reverser tidak dlm posisi netral, harusnya kalo ngglondor harusnya bukan semakin cepet, justru akan semakin lamban & berenti karna safety instrument itu, dlm case ini yg paling mencolok & mendasar adl DMP lok.

Kejadian ini kan malah sebaliknya, reverser ga netral tp laju lok ngglondor malah makin cepet, sementara petak jalannya cenderung rata, artinya safety instrument ga nyala ato malah rusak disaat seharusnya uda on bersama engine (sepengetauan gw), dg keadaan bgitu seharusnya memank yg ambil andil scara langsung adl 1 crew depo yg menyiapkan 3 28 pagi itu secara langsung & pengawas sarana, tp knapa malah tindakan ini diambil sblom adanya perkembangan dr KNKT & soal safety instrument itu masi blom diusut. Padahal KDT saat itu justru sbg pihak yg paling kecil perannya dlm tenggang waktu kejadian itu malah dia dicopot jabatannya, ironis.

Maaf sblomnya kalo gw mendadak berubah jd lebi ngomong apa yg ada dipikiran gw, karna ini mengganggu, malah gw ngerasa dibeberapa sudut dg tindakan ini operator sendiri uda mendahului otoritas dr KNKT, eksekusi ini jd berdasar asumsi doank dimuka publik krn ga disertai dg publikasi perkembangan penelitian KNKT yg diperlukan sbg bukti yg lebi kuat pengeksekusian 4 orang terakhir ini.
Sorry kalo dg post ini ada yg tertuduh ma post gw ato merasa gw sotoy.

Selamat malam, Kang Andrew...

Saya mau tanya nich, apakah selama ini KNKT pernah menyatakan ada personal yg bersalah dlm suatu kecelakaan KA...?

Seinget gw waktu PLH PTA yg menutup kasus dg menyatakan mass mengantuk sehingga lalai dlm tugasnya itu KNKT, memang yg menyatakan personal bersalah ga nya adl pihak laen apa pengadilan kan saat itu, tp yg menjadikan personal itu jd tersangka &memberikannya tuduhan adl KNKT dr hasil penyelidikannya sbg bukti perkara, peran KNKT disini bisa dibilang sbg tim investigasi kan, setau gw si begitu.
CMIIW
Reply
#66
Pada pukul 3.42 WIB terpantau CC 201 40 membawa CC 203 28 melintas langsung sta goprak menuju pengok
KNKT sudah dapat melepas CC 203 28 sbg barang bukti, berartiseharusnya penyelidikan sudah diselesaikan
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)