Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berita OOT Menyangkut Kereta Api
Quote:PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Buka Lowongan 2.000 Orang Per Tahun.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sedang gencar-gencarnya merekrut pegawai baru untuk mengisi posisi yang ditinggal pensiun. Setiap tahun setidaknya dibutuhkan 1.000-2.000 orang pegawai baru, termasuk tahun ini sedang proses penerimaan 1.500 lowongan.

"Setahun mungkin 1000-2000, untuk menggantikan yang pensiun untuk regenerasi, sekarang ini dibutuhkan 1500 termasuk bidang-bidang sipil, elektro, mesin, listrik, kesehatan, ekonomi, geologi, geodesi, statistik, akuntasi, hukum dan lain-lain," kata Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan kepada detikFinance yang dikutip Rabu (16/5/2012)

Jonan mengakui saat ini banyak sumber daya manusia di kereta api belum ideal. Ia mencatat mayoritas pegawai kereta api umumnya berpendidikan SLTA dan di bawah SLTA, selebihnya pendidikan lebih tinggi.

"Jadi SLTA atau ke bawah itu dari 29.000 pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero), kira-kira 27.000," katanya.

Ia mengatakan saat ini pihaknya sudah tak lagi menerima lulusan di bawah SLTA. Pegawai yang diterima saat ini minimal SLTA.

"Minimal SLTA. Ini memang belum ideal, tapi ini harus kita lalui, ini memang terkait dengan pelayanan. Kalau nanti untuk sampai pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pendidikan minimal SLTA mungkin butuh 5-10 tahun lagi," katanya.

Sumber : detik.com
Reply
(15-05-2012, 03:57 PM)warta_kereta Wrote:
Quote:Memanfaatkan Jalur Tengah Rel Kereta.


[Image: 155016_memanfaatkan-jalur-tengah-rel-kereta.jpg]
[spoiler]
Mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan atau memotong jalan agar lebih cepat, kerap dilakukan pengguna jalan di Jakarta. Melaju di trotoar, taman pembatas jalan, atau menyabung nyawa di sisi kereta api yang melaju cepat seperti di Kali Anyar, Jakarta Barat.

Tapi yang dilakukan pengguna jalan di Stasiun Ancol, Jakarta Utara, jauh lebih mengerikan. Bukan di sisi rel kereta, tapi warga nekat melintas di tengah jalur rel kereta. Belum beroperasinya jalur tersebut dimanfaatkan oleh sebagian pengendara.
Juru foto VIVAnews, memotret jalur itu pada Selasa, 15 Mei 2012. Tidak hanya kendaraan roda dua dan bajaj, sejumlah kendaraan roda empat juga nekat masuk Stasiun Ancol dan melintas di jalur tengah rel kereta.

Rendahnya kedisplinan masyarakat pengguna jalan dalam mematuhi aturan atau rambu-rambu yang ada kerap menyebabkan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Stasiun Ancol adalah sebuah stasiun di Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, yang terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Tanjung Priok yang dimulai dari Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Tanjung Priok.

Stasiun ini termasuk stasiun kecil di Jalan R.E. Martadinata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Untuk sementara, kereta api yang berhenti di stasiun ini hanya KA Lokal tujuan Tanjung Priok-Purwakarta.

Sementera bila sesuai aturan hukum atau dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009, ketika akan melewati pintu perlintasan, setiap orang maupun pengendara yang akan melewati perlintasan sebidang harus memprioritaskan kereta api. Rambu tentang larangan ini bahkan selalu dipasang berlapis dari radius 100 meter sampai mendekati mendekati perlintasan.

Lihat foto lainnya pengguna jalan yang memanfaatkan jalur tengah rel kereta silahkan klik disini.

Sumber : vivanews.com[/spoiler]

wakakak. Ngakak
mantap jaya ini fotonya. sinergi yang salah kaprah bin ngawur antara kereta api dengan moda transportasi lainnya. Ngakak

ya, jangan salahkan moda lain kenapa lewat situ. habis jalur sudah lama nggak dipakai, mubazir, lebih baik digunakan saja kan? lumayan mengurangi kepadatan dan kemacetan. btw, lewat "shortcut" ini apa ada wang lewatnya buat pak ogah? hehehe... Ngeledek

o ya pakdhe, boleh juga nih di posting di thread stasiun ancol, buat tambah2 meramaikan threadnya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Quote:Menkopolhukam: Polri masih analisis konser Lady Gaga


Mataram (ANTARA News) - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, Polri masih menganalisis rencana konser Lady Gaga "The Born This Way Ball Tour" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3 Juni 2012.

"Jadi belum ada keputusan pembatalan konser Lady Gaga, tapi Polri masih menganalisis rencana pelaksanaan konser itu, evaluasi opini masyarakat yang pro dan kontra terhadap konser itu," kata Djoko di Mataram, Jumat.

Djoko merupakan salah satu Menteri Kebinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan terbatas yang digelar di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/5).

Ia mengatakan, belakangan ini mencuat berbagai opini, baik pro maupun kontra, juga mencuat opini seolah-olah Polri telah membatalkan rencana konser Lady Gaga atas desakan kelompok masyarakat tertentu.

Karena itu, Polri sedang menganalisa dan mengevaluasi semua masukan terkait rencana konser Lady Gaga, baik dari aspek kenyamanan, keamanan dan manfaat yang didapat dari pertujukan itu.

"Saya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Kapolri, dan diupayakan tidak hanya mengacu pada desakan satu kelompok karena masih ada waktu 1,5 bulan ke depan," ujarnya.

Djoko mengaku telah mengingatkan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo agar azas demokrasi tetap dikedepankan sehingga perlu ditempuh kebijakan kompromi dengan semua pihak terkait.

Kompromi dengan manajer artis dan pelaksana konser atau event organizer (EO) serta komponen masyarakat harus ditempuh agar tidak mendatangkan kerugian pada pihak manapun.

"Misalnya diberlakukan persyaratan seperti penampilannya harus sesuai dengan sosial budaya masyarakat Indonesia, syair dan lagunya harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat, tata panggungnya, dan geraknya, semua itu harus dibicarakan secara baik, dan tertulis dalam suatu perjanjian," ujarnya.

Menurut Djoko, jika semua hal penting itu dikompromikan secara baik, sikap pro dan kontra atau kepentingan terhadap konser Lady Gaga akan terselesaikan.

Selain itu, penyelesaian polemik rencana konser Lady Gaga itu akan menghindarkan Indonesia dari tudingan seolah-olah toleransi negara terhadap budaya dari luar negeri sangat rendah.

"Jadi masih dianalisis secara cermat dan dievaluasi dari semua aspek. Ini yang saya tegaskan kepada Kapolri agar menempuh cara itu. Masih ada 1,5 bulan ke depan untuk melakukan kompromi," ujarnya.
(A058/N002)
Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012
Make yourself usefull to other.
Reply
Headlines
Narkoba Dikirim Dalam Bungkus Kopi Instan
Narkoba seberat 713,2 gram itu disita dari penumpang kereta di Stasiun Gambir.

SELASA, 29 MEI 2012, 13:29 WIB
Eko Priliawito, Luqman Rimadi

VIVAnews - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pria bagian dari komplotan pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Narkoba seberat 713,2 gram itu dikemas dalam bungkusan kopi instan. "Berdasarkan laporan, ada barang mencurigakan yang dibawa penumpang kereta tujuan Surabaya - Jakarta,"kata Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto Selasa, 29 mei 2012. Setelah menerima laporan, petugas BNN langsung menuju Stasiun Gambir dan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang belakangan diketahui bernama Nurdin. "Sabu ditemukan dalam bungkus plastik, di dalamnya ada isi makanan ringan dan ada plastik berisi kemasan kopi instan yang berisi narkoba,"katanya.

Setelah menangkap pelaku, BNN kemudian melakukan penyelidikan dari mana barang haram tersebut diperoleh Nurdin. Dari hasil pengembangan, petugas menangkap seorang berinisial TB di Jalan Jaha 42, Kalisari, Jakarta Timur. Polisi juga menangkap AD di kawasan Tanjung Priok. Dari tangan keduanya, petugas menemukan sabu - sabu seberat 91,8 gram. "Tersangka masih menjalani penyidikan lebih lanjut. Sedangkan barang bukti dimusnahkan di halaman belakang BNN,"katanya.

Sepanjang 2012, BNN sudah 13 kali memusnahkan barang bukti narkoba dengan total barang bukti sebanyak 34.242,3 gram sabu, 44.389,7 gram ganja dan 10.116,7 gram heroin. "Bahan ekstasi 884,9 gram dan ekstasi sebanyak 3.112 butir," katanya.

Sumber :
http://headlines.vivanews.com/news/read/...opi-instan

Reply
[b]Pengumuman Berita Soal Zona Waktu Indonesia Xie Xie[/b]


Quote:[spoiler]



Menyongsong Rencana Penyatuan Tiga Zona Waktu

BAYANGKAN Anda tinggal atau sedang berada di Jayapura. Ada uang, katakanlah USD 1.000, yang butuh Anda tukarkan ke rupiah begitu bank mulai buka di ibu kota Papua tersebut pada pukul 08.00 WIT (Waktu Indonesia Timur).

Karena lebih cepat dua jam dari pusat pemerintahan di Jakarta yang masuk WIB (Waktu Indonesia Barat), otomatis bank-bank di Papua akan memakai kurs sehari sebelumnya. Padahal, dalam selisih waktu dua jam itu segala hal bisa terjadi yang dapat mempengaruhi nilai tukar.

Jadi, ketika pada pukul 08.00 di Papua Anda hanya mendapat nilai tukar Rp 9.300an untuk USD 1, dua jam kemudian saat Jakarta baru memasuki pukul 08.00, kursnya sudah bisa menembus Rp 9.600an atau lebih. Anda yang rugi, dan bank yang repot.

Karena itulah, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono sangat mendukung rencana pemerintah menyatukan zona waktu secara nasional. Pasalnya, penyatuan zona waktu yang direncanakan akan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2012 tersebut dinilai penghobi fotografi itu akan berdampak positif bagi bisnis perbankan di Tanah Air.

"Bagus kalau pasar uang valuta asing kita dibuka pada jam yang sama dengan Singapura dan Hong Kong. Jadi, kalau sampai terjadi persoalan likuiditas tidak akan terjadi perbedaan tajam soal nilai tukar," ujarnya.

Pemerintah memang sangat sangat mengedepankan efektivitas dan koordinasi kerja birokrasi, kesinambungan dunia usaha dengan berbagai pusat bisnis sebagai alasan menyatukan zona waktu. "Misalnya di negara lain bursa buka lebih awal eh kita baru buka, jadi kalau misalkan disana ada sentimen negatif ya bursa kita ikut kebawa," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

Saat ini, pusat pemerintahan, politik, ekonomi yang berada di Jakarta masuk WIB (selama ini meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Red) atau GMT+7 ketinggalan satu jam dibanding waktu yang berlaku di kebanyakan negara Asia lain. Sedangkan Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur berada di zona Wita. Adapun Maluku, Papua, dan Papua Barat masuk WIT.

Dalam satu zona waktu nanti yang direncanakan dimulai 28 Oktober mendatang, akan dipakai Waktu Indonesia Tengah atau GMT +8. Konsekuensinya, segala aktivitas di wilayah barat, termasuk Jakarta, harus sudah dibuka sejam sebelumnya dibanding sekarang. "Jadi, semua pekerja, khususnya Pegawai Negeri Sipil, nantinya kerja mulai pukul 07.00," kata Hatta.

Menurut Hatta, riset terhadap penyamaan zona waktu di seluruh wilayah Indonesia sejatinya sudah dilakukan sejak lama. Yakni, sejak 2004 yaitu saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).

Rencana penyatuan zona waktu itu juga sudah dibahas di Komite Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menangani berbagai macam program kerja jangka panjang untuk mendongkrak ekonomi secara nasional.

"Perbedaan waktu antara Jakarta dan Papua terlalu jauh. Sekarang itu mereka kerja jam 08.00 WIT, kita disini belum bekerja. Nanti kita bekerja jam 08.00 WIB, disana sudah jam 10.00 WIT dan kita jam 16.00 WIB, mereka sudah selesai bekerja," keluhnya.

Menurut Hatta, hal ini menyebabkan selisih waktu yang cukup banyak. Buntutnya, koordinasi dan transaksi ekonomi antarwilayah hanya tersisa"3-4 jam dari delapan jam kerja. Belum dipotong waktu isoma (istirahat, salat, makan siang). Jika penyatuan waktu dilakukan, durasi kerja menjadi lebih efektif dan waktu untuk melakukan transaksi juga lebih panjang, yaitu delapan jam per hari untuk seluruh wilayah Indonesia.

Manfaat lainnya adalah ruang komunikasi dan produktivitas kinerja birokrasi dari Sabang sampai Merauke dapat ditingkatkan. Penyebarluasan informasi juga tidak terhalang selisih waktu. Termasuk siaran televisi, penggunaan internet, dan pemanfaatan jaringan broadband.

Hatta juga merujuk Tiongkok sebagai contoh. Negara dengan wilayah sangat jembar itu juga hanya punya satu zona waktu. Contoh lainnya, Rusia, negeri dengan wilayah daratan terluas di dunia yang saat ini memiliki sembilan zona waktu juga tengah berencana mempersempitnya menjadi empat zona waktu.

Pemerintah berkeyakinan, penyamaan waktu dengan negara-negara tetangga akan memicu penghematan. "Kalau zona waktu kita bisa sama dengan negara-negara tetangga, kita bisa melakukan penghematan dalam jumlah besar, baik jam kerja, transaksi, maupun aktivitas ekonomi," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Edib Muslim, mengatakan, penyatuan zona waktu di Indonesia bukan hal yang baru. Bahkan saat ini, sebagian masyarakat sudah terbiasa bangun pagi-pagi atau hidup dengan zona waktu GMT+9 atau setara dengan waktu Indonesia timur (WIT).

"Bagi Indonesia ini bukan hal yang baru. Kakek kita mengalami satu zona waktu, mana (ada) kita protes sama Jepang. Tahun 1942-1945 kita ngikutin GMT+9," sebutnya.

Edib menambahkan, penyamaan waktu antara indonesia barat, tengah, dan timur diyakini akan dapat mengangkat 20 persen PDB (produk domestik bruto) Indonesia. Sebab, ada angkatan kerja berjumlah 190 juta orang yang akan melakukan pekerjaannya secara bersama-sama, tidak terpisah jarak waktu. "Kalaupun ada sejumlah pihak yang keberatan saat ini mungkin karena belum paham betul seperti apa manfaatnya," kata dia.

Menurutnya, tidak banyak kendala yang dikhawatirkan soal penyatuan zona waktu, sehingga tidak ada alasan untuk menunda-nunda lagi. Namun, karena memperhitungkan masa sosialisasi yang diminta Bank Indonesia selama 90 hari, KP3EI pun melakukan simulasi bahwa penyatuan zona waktu paling cepat bisa dilakukan bertepatan Hari Sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

"Kalau pun ada kendala, lebih bersifat penyesuaian. Misalnya jam masuk anak sekolah, jam para pekerja pabrik. Saya kira bisalah dalam satu bulan penyesuaian itu," tukasnya.

Menteri Keuangan Agus Martordjojo juga mendukung rencana penyatuan zona waktu itu. Namun, dia tetap meminta agar terlebih dulu diadakan studi yang komprehensif karena wilayah Indonesia sangat luas.

"Saya meyakini di era telekomunikasi seperti sekarang ini (perbedaan waktu) nggak akan membuat halangan. Tapi, komitmen negara tetangga sudah bangun dan kerja, sementara di Indonesia masih belum mulai bekerja dan itu akan membuat respons terhadap pasar bisa kalah cepat," jelasnya. (sof/wir/ttg)
[/spoiler]
Make yourself usefull to other.
Reply
Kalau begitu GAPEKA perlu dimundurkan 1 jam atau gimana?
Reply
(04-06-2012, 11:46 AM)Alifiardi Aditya M Wrote: [b]Pengumuman Berita Soal Zona Waktu Indonesia Xie Xie[/b]


Quote:[spoiler]



Menyongsong Rencana Penyatuan Tiga Zona Waktu

BAYANGKAN Anda tinggal atau sedang berada di Jayapura. Ada uang, katakanlah USD 1.000, yang butuh Anda tukarkan ke rupiah begitu bank mulai buka di ibu kota Papua tersebut pada pukul 08.00 WIT (Waktu Indonesia Timur).

Karena lebih cepat dua jam dari pusat pemerintahan di Jakarta yang masuk WIB (Waktu Indonesia Barat), otomatis bank-bank di Papua akan memakai kurs sehari sebelumnya. Padahal, dalam selisih waktu dua jam itu segala hal bisa terjadi yang dapat mempengaruhi nilai tukar.

Jadi, ketika pada pukul 08.00 di Papua Anda hanya mendapat nilai tukar Rp 9.300an untuk USD 1, dua jam kemudian saat Jakarta baru memasuki pukul 08.00, kursnya sudah bisa menembus Rp 9.600an atau lebih. Anda yang rugi, dan bank yang repot.

Karena itulah, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono sangat mendukung rencana pemerintah menyatukan zona waktu secara nasional. Pasalnya, penyatuan zona waktu yang direncanakan akan dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2012 tersebut dinilai penghobi fotografi itu akan berdampak positif bagi bisnis perbankan di Tanah Air.

"Bagus kalau pasar uang valuta asing kita dibuka pada jam yang sama dengan Singapura dan Hong Kong. Jadi, kalau sampai terjadi persoalan likuiditas tidak akan terjadi perbedaan tajam soal nilai tukar," ujarnya.

Pemerintah memang sangat sangat mengedepankan efektivitas dan koordinasi kerja birokrasi, kesinambungan dunia usaha dengan berbagai pusat bisnis sebagai alasan menyatukan zona waktu. "Misalnya di negara lain bursa buka lebih awal eh kita baru buka, jadi kalau misalkan disana ada sentimen negatif ya bursa kita ikut kebawa," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

Saat ini, pusat pemerintahan, politik, ekonomi yang berada di Jakarta masuk WIB (selama ini meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Red) atau GMT+7 ketinggalan satu jam dibanding waktu yang berlaku di kebanyakan negara Asia lain. Sedangkan Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur berada di zona Wita. Adapun Maluku, Papua, dan Papua Barat masuk WIT.

Dalam satu zona waktu nanti yang direncanakan dimulai 28 Oktober mendatang, akan dipakai Waktu Indonesia Tengah atau GMT +8. Konsekuensinya, segala aktivitas di wilayah barat, termasuk Jakarta, harus sudah dibuka sejam sebelumnya dibanding sekarang. "Jadi, semua pekerja, khususnya Pegawai Negeri Sipil, nantinya kerja mulai pukul 07.00," kata Hatta.

Menurut Hatta, riset terhadap penyamaan zona waktu di seluruh wilayah Indonesia sejatinya sudah dilakukan sejak lama. Yakni, sejak 2004 yaitu saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).

Rencana penyatuan zona waktu itu juga sudah dibahas di Komite Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menangani berbagai macam program kerja jangka panjang untuk mendongkrak ekonomi secara nasional.

"Perbedaan waktu antara Jakarta dan Papua terlalu jauh. Sekarang itu mereka kerja jam 08.00 WIT, kita disini belum bekerja. Nanti kita bekerja jam 08.00 WIB, disana sudah jam 10.00 WIT dan kita jam 16.00 WIB, mereka sudah selesai bekerja," keluhnya.

Menurut Hatta, hal ini menyebabkan selisih waktu yang cukup banyak. Buntutnya, koordinasi dan transaksi ekonomi antarwilayah hanya tersisa"3-4 jam dari delapan jam kerja. Belum dipotong waktu isoma (istirahat, salat, makan siang). Jika penyatuan waktu dilakukan, durasi kerja menjadi lebih efektif dan waktu untuk melakukan transaksi juga lebih panjang, yaitu delapan jam per hari untuk seluruh wilayah Indonesia.

Manfaat lainnya adalah ruang komunikasi dan produktivitas kinerja birokrasi dari Sabang sampai Merauke dapat ditingkatkan. Penyebarluasan informasi juga tidak terhalang selisih waktu. Termasuk siaran televisi, penggunaan internet, dan pemanfaatan jaringan broadband.

Hatta juga merujuk Tiongkok sebagai contoh. Negara dengan wilayah sangat jembar itu juga hanya punya satu zona waktu. Contoh lainnya, Rusia, negeri dengan wilayah daratan terluas di dunia yang saat ini memiliki sembilan zona waktu juga tengah berencana mempersempitnya menjadi empat zona waktu.

Pemerintah berkeyakinan, penyamaan waktu dengan negara-negara tetangga akan memicu penghematan. "Kalau zona waktu kita bisa sama dengan negara-negara tetangga, kita bisa melakukan penghematan dalam jumlah besar, baik jam kerja, transaksi, maupun aktivitas ekonomi," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Edib Muslim, mengatakan, penyatuan zona waktu di Indonesia bukan hal yang baru. Bahkan saat ini, sebagian masyarakat sudah terbiasa bangun pagi-pagi atau hidup dengan zona waktu GMT+9 atau setara dengan waktu Indonesia timur (WIT).

"Bagi Indonesia ini bukan hal yang baru. Kakek kita mengalami satu zona waktu, mana (ada) kita protes sama Jepang. Tahun 1942-1945 kita ngikutin GMT+9," sebutnya.

Edib menambahkan, penyamaan waktu antara indonesia barat, tengah, dan timur diyakini akan dapat mengangkat 20 persen PDB (produk domestik bruto) Indonesia. Sebab, ada angkatan kerja berjumlah 190 juta orang yang akan melakukan pekerjaannya secara bersama-sama, tidak terpisah jarak waktu. "Kalaupun ada sejumlah pihak yang keberatan saat ini mungkin karena belum paham betul seperti apa manfaatnya," kata dia.

Menurutnya, tidak banyak kendala yang dikhawatirkan soal penyatuan zona waktu, sehingga tidak ada alasan untuk menunda-nunda lagi. Namun, karena memperhitungkan masa sosialisasi yang diminta Bank Indonesia selama 90 hari, KP3EI pun melakukan simulasi bahwa penyatuan zona waktu paling cepat bisa dilakukan bertepatan Hari Sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

"Kalau pun ada kendala, lebih bersifat penyesuaian. Misalnya jam masuk anak sekolah, jam para pekerja pabrik. Saya kira bisalah dalam satu bulan penyesuaian itu," tukasnya.

Menteri Keuangan Agus Martordjojo juga mendukung rencana penyatuan zona waktu itu. Namun, dia tetap meminta agar terlebih dulu diadakan studi yang komprehensif karena wilayah Indonesia sangat luas.

"Saya meyakini di era telekomunikasi seperti sekarang ini (perbedaan waktu) nggak akan membuat halangan. Tapi, komitmen negara tetangga sudah bangun dan kerja, sementara di Indonesia masih belum mulai bekerja dan itu akan membuat respons terhadap pasar bisa kalah cepat," jelasnya. (sof/wir/ttg)
[/spoiler]

ini kalo tidak disosialisasikan dengan baik akan menimbulkan masalah pelik nih. tapi usulnya boleh juga sih. ditunggu realisasinya

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply
pikiran-rakyat.com Wrote:
Ringling Brothers and Barnum & Bailey, Sirkus Tertua di Amerika.

Berdiri sejak tahun 1907, Ringling Brothers and Barnum & Bailey adalah perusahaan sirkus tertua di Amerika yang hingga kini masih beroperasi.

Jonathan Iverson adalah pemimpin sirkus Ringling Brothers and Barnum & Bailey. Sebelumnya, ia berprofesi sebagai penyanyi opera. Ia memilih untuk bergabung dengan sirkus itu karena tertarik pada sejarah dan slogan perusahaan itu yang mengukuhkan sebagai “The Greatest Show on Earth’ atau pertunjukkan terbaik di dunia.

Bagi Iverson, salah satu hal yang menarik lainnya adalah, sirkus itu memiliki kereta api dengan rangkaian gerbong terpanjang di dunia, yaitu 60 gerbong kereta untuk membawa 350 pemain sirkus, staf dan hewan-hewan melintasi seluruh wilayah Amerika. Panjang keseluruhan rangkaian gerbong kereta itu mencapai satu setengah kilometer.

Iverson menempati satu gerbong kereta bersama istri dan dua anaknya. Mereka melakukan aktivitas rutin di dalam gerbong tersebut, seperti memasak, mencuci baju, mandi dan sebagainya
.

Bagi Iverson, kehidupan yang demikian sangat menyenangkan, seperti liburan singkat saja setiap minggu. Mereka dapat melihat alam Amerika yang indah saat kereta tersebut berkeliling selama 11 bulan dalam satu tahun.

Di tengah-tengah rangkaian 32 gerbong kereta itu terdapat sebuah gerbong yang digunakan untuk bersosialisasi. Gerbong itu mempunyai dapur dan ruang makan. Gerbong itu disebut sebagai Pie Car.

Kereta itu juga memiliki seorang juru masak, Michael Vaughan. Ia dibantu oleh enam staf dalam memasak. Bagi Vaughan, hal ini seperti memasak untuk satu keluarga besar saja. Seluruh pemain sirkus, staf juga ikut membantu memasak. Intinya, mereka semua saling membantu seperti layaknya satu keluarga besar.

Selain juru masak, sirkus itu juga menyediakan seorang tenaga pengajar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di sirkus. Menurut Manna Kettles, guru yang mengajar anak-anak tersebut, kemampuan anak-anak didiknya melebihi sebagian kemampuan murid di sekolah umum. Ini dikarenakan mereka belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Ia bahkan dapat mengajar secara perorangan dengan muridnya.

Salah satu murid Kettels adalah Sofia Petrov yang berusia tujuh tahun dan berasal dari Hungaria. Petrov senang bersekolah di lingkungan sirkus itu. “Ini sangat menyenangkan. Saya dapat bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain,” kata Sofia Petrov.

Menurut Jonathan Iverson, rombongan kereta sirkus ini sudah seperti sebuah kota kecil namun tidak mempunyai kode pos. Bedanya latar belakang kota kecil itu selalu berubah karena mereka terus mengelilingi Amerika sepanjang tahun. Bagi penghuni kereta sirkus, di mana pun mereka berada, kereta itu sudah seperti kampung halaman sendiri.
Reply
Quote:Malaysia Dituduh Sebagai "Pencoleng" Budaya Indonesia


Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia dituntut untuk mewaspadai sekaligus bersikap "garang" menghadapi perilaku "tidak berbudaya" pemerintah Malaysia, karena seringkali mengklaim kepemilikan warisan budaya nusantara yang telah berkembang secara turun-temurun di masyarakat Indonesia.

Belakangan, sikap Malaysia yang berencana memasukkan tarian Tor-Tor dan musik Gondang Sembilan dari adat Batak Mandailing, Sumatera Utara ke dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005 negara itu, semakin menegaskan Malaysia sesungguhnya ‘pencoleng’ kekayaan budaya RI.

“Pemerintah memang tidak pernah jelas dalam menjaga kehormatan nilai-nilai budaya kita, termasuk tidak berani bersikap tegas, apalagi bersikap garang pada Malaysia. Karena itu, wajar bila Malaysia terus seenaknya mengakui warisan budaya Indonesia,” jelas Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, dalam siaran persnya yang diterima Liputan6, Selasa (19/6), di Jakarta.

Tak Cuma itu, lanjutnya, saat Malaysia berani menganggu wilayah kedaulatan RI, pemerintah pun tak banyak mengambil pusing. Bahkan, lebih jauh dengan terjadinya pembunuhan tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, pemerintah juga terbilang lembek dalam menyikapinya.

Menurut Syahganda, beberapa kasus pengakuan sepihak budaya Indonesia oleh Malaysia dimulai terhadap Batik. Namun, akibat langkah Indonesia mendaftarkan jenis kerajinan tersebut ke Badan PBB untuk Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan atau Unesco (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization), akhirnya Batik dikukuhkan sebagai warisan asli budaya Indonesia pada 2 Oktober 2009.

Klaim Malaysia berlanjut pada lagu ‘Rasa Sayange’ milik kebanggaan Maluku dan tetap tidak berhasil, sehingga pada 11 November 2007, Menteri Penerangan, Komunikasi dan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim, menyatakan ‘Rasa Sayange’ adalah lagu daerah milik Indonesia.

Berikutnya, klaim masih dilakukan untuk kesenian ‘Reog Ponorogo’ (Jawa Timur), ‘Wayang Kulit’ (Jawa Tengah), ‘Kuda Lumping’ (Jawa), ‘Tari Pendet dan Tari Piring’ (Sumatera Barat), ‘Angklung’ (Jawa Barat), ‘Gamelan Jawa’, senjata pusaka ‘Keris’ (Jawa-Bali), serta meliputi keragaman makanan khas Indonesia di antaranya ‘Rendang Daging’.

Syahganda menambahkan, ulah Malaysia dalam upaya tidak bersahabat itu dapat dipandang merusak nilai-nilai historis yang dimililiki suatu negara, di samping cara-caranya yang menusuk dari belakang untuk kemudian melukai perasaan rakyat Indonesia sebagai tetangga terdekat. (ARI)
Sumber : Disini
Make yourself usefull to other.
Reply
(06-06-2012, 06:48 PM)warta_kereta Wrote:
pikiran-rakyat.com Wrote:
Ringling Brothers and Barnum & Bailey, Sirkus Tertua di Amerika.

Berdiri sejak tahun 1907, Ringling Brothers and Barnum & Bailey adalah perusahaan sirkus tertua di Amerika yang hingga kini masih beroperasi.

Jonathan Iverson adalah pemimpin sirkus Ringling Brothers and Barnum & Bailey. Sebelumnya, ia berprofesi sebagai penyanyi opera. Ia memilih untuk bergabung dengan sirkus itu karena tertarik pada sejarah dan slogan perusahaan itu yang mengukuhkan sebagai “The Greatest Show on Earth’ atau pertunjukkan terbaik di dunia.

Bagi Iverson, salah satu hal yang menarik lainnya adalah, sirkus itu memiliki kereta api dengan rangkaian gerbong terpanjang di dunia, yaitu 60 gerbong kereta untuk membawa 350 pemain sirkus, staf dan hewan-hewan melintasi seluruh wilayah Amerika. Panjang keseluruhan rangkaian gerbong kereta itu mencapai satu setengah kilometer.

Iverson menempati satu gerbong kereta bersama istri dan dua anaknya. Mereka melakukan aktivitas rutin di dalam gerbong tersebut, seperti memasak, mencuci baju, mandi dan sebagainya
.

Bagi Iverson, kehidupan yang demikian sangat menyenangkan, seperti liburan singkat saja setiap minggu. Mereka dapat melihat alam Amerika yang indah saat kereta tersebut berkeliling selama 11 bulan dalam satu tahun.

Di tengah-tengah rangkaian 32 gerbong kereta itu terdapat sebuah gerbong yang digunakan untuk bersosialisasi. Gerbong itu mempunyai dapur dan ruang makan. Gerbong itu disebut sebagai Pie Car.

Kereta itu juga memiliki seorang juru masak, Michael Vaughan. Ia dibantu oleh enam staf dalam memasak. Bagi Vaughan, hal ini seperti memasak untuk satu keluarga besar saja. Seluruh pemain sirkus, staf juga ikut membantu memasak. Intinya, mereka semua saling membantu seperti layaknya satu keluarga besar.

Selain juru masak, sirkus itu juga menyediakan seorang tenaga pengajar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di sirkus. Menurut Manna Kettles, guru yang mengajar anak-anak tersebut, kemampuan anak-anak didiknya melebihi sebagian kemampuan murid di sekolah umum. Ini dikarenakan mereka belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Ia bahkan dapat mengajar secara perorangan dengan muridnya.

Salah satu murid Kettels adalah Sofia Petrov yang berusia tujuh tahun dan berasal dari Hungaria. Petrov senang bersekolah di lingkungan sirkus itu. “Ini sangat menyenangkan. Saya dapat bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain,” kata Sofia Petrov.

Menurut Jonathan Iverson, rombongan kereta sirkus ini sudah seperti sebuah kota kecil namun tidak mempunyai kode pos. Bedanya latar belakang kota kecil itu selalu berubah karena mereka terus mengelilingi Amerika sepanjang tahun. Bagi penghuni kereta sirkus, di mana pun mereka berada, kereta itu sudah seperti kampung halaman sendiri.

wah, hebat ya tiap hari naik kereta mulu Ngakak
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)