27-08-2011, 05:51 PM

|
27-08-2011, 09:12 PM
Waaaahhhh.... sangar euy... Ada tembak2an juga kayak di pilem2 barat...
Kasihan Mass dan Ass Massnya... ![]() ![]() Sekedar share, dari sumber lain terkait kronologis pembajakan KA Gajayana...
"Sumber Berita"
KRONOLOGI PEMBAJAKAN KA GAJAYANA Lebaran Sumber berita detik.com Kereta Gajayana Lebaran tujuan Malang-Jakarta mengalami insiden pembajakan pada Sabtu (27/8) pagi. Kereta bernomor PLB 7101A itu dibajak oleh seorang pria yang mengaku sebagai oknum TNI. Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Sugeng Priyono di Stasiun Senen mengatakan, Gajayana berangkat dari Malang pada Jumat (26/8) sekitar pukul 17.30 WIB. Selama. Perjalanan dari Malang hingga Cirebon, kereta aman dan sempat berhenti di Stasiun Cirebon pada Sabtu (27/8) sekitar pukul 06.21 WIB. Kereta dibajak penumpang gelap mulai dari Stasiun Telagasari, 1 jam setelah Stasiun Cirebon. Berikut kronologi drama pembajakan Gajayana berdasar keterangan Sugeng. 06.54 WIB KA Gajayana Lebaran tertahan di sinyal masuk Stasiun Jatibarang 07.09 WIB Di Stasiun Telagasari, ada beberapa orang menghadang di rel kereta, satu orang naik ke lokomotif KA Gajayana Lebaran. Sehingga masinis mengurangi kecepatan. Di Stasiun Telagasari, masinis beri info untuk berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap itu. 07.28-07.30 WIB Masinis sempat melihat penumpang itu turun dan masinis kembali melanjutkan perjalanan. Masinis menginformasikan kepada pengendali operasi KA Cirebon bahwa penumpang di lokomotif sudah diturunkan di Stasiun Haurgeulis. 08.12 WIB Masinis Gajaya melakukan penyesuaian frekuensi radio lokomotif ke pengendali operasi KA Daerah Operasi (Daops) 3 Cirebon. Masinis meminta kepada pengendali Daops 3 Cirebon agar perjalanan KA Gajayana Lebaran diberikan aspek hijau-hijau atau perjalanan langsung sampai Stasiun Gambir tanpa berhenti. 08.14 WIB KA Gajayana Lebaran lewat Stasiun Cikampek. Pada saat cek in di pengendali Daops I, sekitar Cikampek, masinis meminta pengendali aspek hijau-hijau kembali. 08.16-09.00 WIB Karena ada kecurigaan (meminta aspek hijau-hijau) ini, pengendali KA Daops I mencoba memanggil masinis melalui radio lokomotif. Namun, masinis tidak merespon panggilan sehingga petugas Pusat Kendali (PK) di Stasiun Bekasi berinisiatif melakukan BLB (Berhenti Luar Biasa) dengan memberi sinyal merah, namun gagal. Semestinya aspek sinyal merah ini tidak dihiraukan, Gajayana tidak berhenti dan langsung melanjutkan perjalanan. 09.08 PK timur Daops I mendapatkan kontak dari masinis KA Gajayana Lebaran dengan suara pelan. Masinis menginformasikan dirinya disandera dan mohon dilangsungkan sampai Stasiun Gambir. 09.10 WIB KA Gajayana Lebaran coba dihentikan di Stasiun Jatinegara, namun gagal sehingga diarahkan ke Stasiun Pasar Senen. Saat itu, para pengendali sudah mencurigai ada emergency maka disiapkan jalur kereta itu. Rencananya, Gajayana akan dimasukkan ke Gambir tapi saat itu peta jalan di Jatinegara-Gambir ada rangkaian kereta yang sedang berjalan, sehingga kereta tidak dimasukkan ke Gambir. Sementara di Jatinegara juga sudah disiapkan pengamanan. 09.12 WIB Setelah dimasukkan ke senen, kondektur KA Gajayana menerima telepon dari pegawai Purwokerto agar memasukkan kereta ke Stasiun Senen dan melakukan penarikan rem darurat dari dalam rangkaian. 09.35 WIB KA Gajayana Lebaran masuk jalur 4 dengan ditarik rem darurat yang dilakukan teknisi KA. Petugas Brimob yang sudah siaga di jalur 4 kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku sempat menembakkan Senjata (yang ternyata air soft gun itu) ke arah Pasukan Brimob. Namun tidak selang beberapa lama akhirnya pelaku bisa tertangkap. related link : http://www.detiknews.com/read/2011/08/27...204topnews http://www.detiknews.com/read/2011/08/27...d992203605 http://www.detiknews.com/read/2011/08/27...d992203605 http://www.detiknews.com/read/2011/08/27...d992203605 http://www.detiknews.com/read/2011/08/27...d992203605
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij
Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S
27-08-2011, 10:18 PM
(27-08-2011, 01:26 PM)Kazuya Wrote: emangnya gajayana berhenti di stasiun terisi??? Awal denger kasus ini, gw juga berpikiran pertanyaan yg sama dengan pertanyaan diatas Tapi setelah memadukan semua berita yg gw denger & sdikit catetan dari CN yg termasuk penting terkait gmana kejadian itu bisa berawal, gw mungkin menambahkan detail kronologis kejadian ini yg ga disebutkan di berita: (27-08-2011, 02:29 PM)phepe_ph Wrote: Sabtu, 27/08/2011 14:12 WIB Bold: sejak KLB 7101 berhenti di CN tepat di belakang KA 53 Cirebon Express pertama yg berangkat jam 6.15, kebetulan berurutan juga dg KLB Madiun Tambahan (MN-THB) yg telat jam 6.10 baru lepas CN, curiga KA 53 walopun berangkat on time namun larinya tersendat sendat karna menunggu Mantab aman petak depan terlebih dulu, otomatis jarak antar KLB 7101 dg KA 53 dengan mudahnya menjadi mepet 1 sama lain sehingga KLB 7101 harus kena tahan disignal masuk TLS, di tahan disini dia bukan hanya langsam namun bner2 berhenti. Gw curiga para pembajak itu masuk disignal itu dg dalih ngambing, karna memang jeleknya KA malem sering dijadikan sasaran mungut kambing sepanjang petak JTB-CKP membuat mass yg berdinas tidak curiga lagi dg kambing itu, terlebih musim mudik. Italic: Sebenernya menurut gw (entah bner ato ngga) disini PK tidak bner2 terkoordinasi akan berita penting seperti ini antar DAOP & bahkan tampaknya memberikan pemberontakan tanpa konfirmasi yg sebenarnya berbahaya bagi mass KLB 7101 bahkan KA laen yg berlawanan arah mengingat DAOP I yg padat dg KRL karna mereka memberikan skenario BLB namun jelas sekali kemungkinan KLB 7101 akan melanggarnya bahkan jika diberikan aspek merah, tidak menutup kemungkinan pembajak mengamuk & bertindak bodoh dg menusuk mass. Entah, apakah PK aware & sadar dg keselamatan sang mass dg tindakannya atau tidak. Underline: lebih menjurus pada pertanyaan, pembajakan bermulai di DAOP III & posisi KLB sudah diarahkan ke PSE dari JNG, namun kenapa yg bertindak menghubungi KP saat itu justru PK DAOP V, bukan justru DAOP I yg terkait langsung?
27-08-2011, 11:26 PM
jadi inget kecelakaan KA Gumarang 12 Agustus 2007 yg anjolk gara2x rel di sabotase, dan sekarang KA Gajayana di bajak. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan
1. Bukankah pihak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tiap memasuki masa mudik Lebaran selalu meminta bantuan pengamanan ke Polisi untuk pengaman dalam KA itu sendiri maupun jalur KA??? 2. Di kronologis pembajakan versi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) (07.09 WIB Di Stasiun Telagasari, ada beberapa orang menghadang di rel kereta, satu orang naik ke lokomotif KA Gajayana Lebaran. Sehingga masinis mengurangi kecepatan.) penghadangan dilakukan di St. Telagasari seharusnya petugas stasiun melihat kejadian ini dan bisa langsung melaporkan ke pihak kepolisian, lalu kenapa petugas St. Telagasari "tidak mengetahui" penghadangan KA Gajayana??? (27-08-2011, 12:19 PM)Dana Komuter Wrote: Benerankah ini??? Dah heboh n jadi breaking news di media massa ![]() Antisipasi Pembajakan, Ruang Masinis KA akan Dijaga Brimob Muhammad Aminudin - detikSurabaya Malang - Petugas keamanan akan diterjunkan guna mengawal masinis kereta selama menempuh perjalanan. Langkah ini ditempuh pasca insiden pembajakan KA Gajayana PLB 7101A di Stasiun Telagasari. "Rencana ada petugas keamanan nanti khusus mengawal masinis," ujar Kepala Stasiun Besar Malang Ali Afandi kepada detiksurabaya.com di stasiun, Sabtu (27/8/2011) siang. Menurut Afandi, dua petugas keamanan itu dari Brigader Mobil (Brimob) Polda Jawa Timur yang ditempatkan di ruang masinis. "Dari Brimob yang mengawal dengan senjata lengkap," terangnya. Sesuai rencana, lanjut dia, petugas keamanan itu ditempatkan pada seluruh perjalanan KA dari Stasiun Besar Malang. Diantaranya KA Ekonomi Matamaja tujuan Stasiun Senen yang berangkat pukul 15.00 WIB, KA Malabar tujuan Bandung berangkat pukul 15.30 WIB, serta KA bisnis Gajayana tujuan Jakarta Kota berangkat pukul 16.30 WIB. "Pengawalan itu, untuk KA yang berangkat dari sini (Stasiun Besar Malang,red)," terang Ali. Ia menambahkan, belum mengetahui jelas terkait insiden itu. Namun sesuai perintah terakhir para masinis harus mendapatkan pengawalan, demi keamanan perjalanan kereta api. "Pasca insiden itu, ada perintah mengawal masinis yang mempunyai gerbong sendiri," imbuhnya. Sementara lonjakkan penumpang di Stasiun Besar Malang mulai terlihat. Ribuan penumpang setiap hari turun dari daerah keberangkatan berbeda. Puncak kedatangan penumpang sendiri diprediksi pada esok pagi dari kereta api asal ibukota "Setiap hari mencapai 5.500 penumpang hingga tadi pagi. Besok merupakan puncak kedatangan penumpang," ujarnya.
28-08-2011, 10:10 AM
bener2 kurang kerjaan ni pembajak
denger dr berita 1 yg tertangkap kemarin dilepaskan krn terbukti ga ikut pembajakan... hmmm semakin banyak org stress nih.....
28-08-2011, 12:00 PM
Iya liat di berita malam kemaren, kasian sama Mass dan Assistennya, mereka harus diperiksa sekitar 4jam gara2 peristiwa ini.
Semoga aja mereka tidak akapok menjadi Masinis dan terus melayani penumpang di bawah kendali lok. SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
28-08-2011, 05:15 PM
(27-08-2011, 10:18 PM)Andrew_CN Wrote:(27-08-2011, 01:26 PM)Kazuya Wrote: emangnya gajayana berhenti di stasiun terisi??? iya nih, gw juga heran ama yang underline...kok malah jadinya pl daop V yang bergerak? btw brenti di pse itu karena ditarik rem darurat ya? pas banget ato kebablasan dikit...? mungkin ada rf yang jadi saksi langsung bisa sharing kondisi sebenarnya...tks (27-08-2011, 11:26 PM)aghoest Wrote: jadi inget kecelakaan KA Gumarang 12 Agustus 2007 yg anjolk gara2x rel di sabotase, dan sekarang KA Gajayana di bajak. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan (27-08-2011, 10:18 PM)Andrew_CN Wrote: Bold: sejak KLB 7101 berhenti di CN tepat di belakang KA 53 Cirebon Express pertama yg berangkat jam 6.15, kebetulan berurutan juga dg KLB Madiun Tambahan (MN-THB) yg telat jam 6.10 baru lepas CN, curiga KA 53 walopun berangkat on time namun larinya tersendat sendat karna menunggu Mantab aman petak depan terlebih dulu, otomatis jarak antar KLB 7101 dg KA 53 dengan mudahnya menjadi mepet 1 sama lain sehingga KLB 7101 harus kena tahan disignal masuk TLS, di tahan disini dia bukan hanya langsam namun bner2 berhenti. Gw curiga para pembajak itu masuk disignal itu dg dalih ngambing, karna memang jeleknya KA malem sering dijadikan sasaran mungut kambing sepanjang petak JTB-CKP membuat mass & pihak sta yg berdinas tidak curiga lagi dg kambing itu, terlebih musim mudik, karna toh mass mendapat pemasukan tambahan dari kambing2 itu kalo angkut mereka. ![]() (28-08-2011, 05:15 PM)sochdi Wrote: iya nih, gw juga heran ama yang underline...kok malah jadinya pl daop V yang bergerak? btw brenti di pse itu karena ditarik rem darurat ya? pas banget ato kebablasan dikit...? mungkin ada rf yang jadi saksi langsung bisa sharing kondisi sebenarnya...tks sebenernya yg menentukan masuk GMR ato PSEnya kalo diluar perka kan uda wesel sta JNG sendiri, artinya ya PPKA & NX sta JNG yg mengubah rute KA ini mendadak jadi ke PSE karna kontak dari pusat DAOP I ato PK/OC pusat di MRI, cuma emank ya kalo statusnya dia ls trus termasuk di JNGnya maka KA akan sangat susa dibelokin ke PSE kalo taspatnya masi tinggi maka staff teknisi KLB rupanya mendapatkan konfirmasi & kesempatan saat pembajak yg dirangkaian (katanya kan 1 di lok, 1 di rangkaian & 1 entah menghilang kemana) lengah, mungkin kalo dibilang awampun juga tampaknya ngga terlalu awam juga ini 3 pembajak karna buktinya 1 pembajak bisa melarikan diri, berarti kecurigaan gw ya dia ngerti kalo setelah JNG dia dibelokin & ini bukan rute ke GMR, bsa jadi dia loncat turun di tengah petak JNG_PSE daripada dia kena bekuk di PSE karna kalo memank dia pinter & punye pengetahuan walopun minim, pasti dia langsung berpikir untuk apaada pengalihan kalo bukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) suda menyiapkan pembekukan dia tempat itu. itu kalo gw memakai pemikiran seorang pembajak ya
29-08-2011, 04:05 AM
Yang jadi sedikit pertanyaan besar :
Koq di jalur 2 lagi ada lok BB 306 yah? Biasanya lok ini langsirannya di petak rel layang Manggarai - Jakarta Kota lho... Langka banget ngelintasin petak rel via Ps. Senen... Sedang narik apa tuh gerangan? Di jalur 2 pula... Mungkin untuk langsiran perpindahan rangkaian kereta penumpang nantinya ke jalur 1 atau pun 3 kali yah... |
![[Image: loudtalks.jpg]](http://i303.photobucket.com/albums/nn144/Alfan_bulogo/loudtalks.jpg)
![[Image: 76561198165808142.png]](http://steamsignature.com/profile/english/76561198165808142.png)


Koq nampaknya seperti hoax yah??? 
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)