Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Angkutan KA Batu Bara Ditingkatkan
#31
Beauty on Ambarawa's Locomotive Heritage
Thursday, 28 April 2011 10:25 Humaska



PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, bekerjasama dengan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan Komunitas Pencinta Fotografi mengadakan lomba fotografi dengan tema “Beauty on Ambarawa's Locomotive Heritage”. Kegiatan ini diadakan bertepatan dengan rangkaian acara peringatan 107 tahun lokomotif B2503 melayani jalur Ambarawa – Bedono pada Sabtu (23/4).



Vice President Daop 4 Semarang, M. Soleh Kosasih menyiramkan air sebagai pertanda dimulainya kegiatan Beauty on Ambarawa's Locomotive Heritage

Lomba yang diikuti oleh 67 fotografer berasal dari daerah sekitar Ambarawa serta dari beberapa daerah lainnya, dimulai pada pukul sembilan pagi dengan tiga sesi pemotretan, yang dibuka oleh Vice President (VP) Daop 4 Semarang, M. Sholeh Kosasih. Dalam masing-masing sesi pemotretan ini, peserta diberikan kesempatan untuk menggunakan kesempatan sebaik mungkin dalam mengambil gambar foto dengan memadukan antara model yang telah disediakan oleh penyelenggara, tentunya lokasi dan waktu yang telah ditentukan. Pengambilan gambar foto ini dilakukan di sekitar Museum Kereta Api Ambarawa dan Stasiun Tuntang. Di acara ini, juga turut dihadiri oleh Direktur Personalia dan Umum PT. KAI, Joko Margono serta Direktur Keselamatan dan Keamanan, Rono Pradipto.



Para fotografer diberikan kesempatan untuk memadukan foto antara ke tujuh model dengan lokasi yang telah ditentukan oleh penyelenggara.


Cuci Lokomotif B2503

Masih dalam kegiatan yang sama, pada saat sebelum dimulai lomba fotografi, para anggota IRPS melakukan kegiatan mencuci lokomotif B2503. Pencucian ini sebagai tanda dimulainya kegiatan refleksi 107 tahun lokomotif ini. Dengan dibantu oleh tim dari Dipo Traksi Ambarawa, tempat disimpannya lokomotif B2503, pencucian hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam.(Humaska)



Anggota IRPS yang dibantu tim dari Dipo Traksi Ambarawa menyuci lokomotif B2503 sebagai tanda penghargaan pada lokomotif ini yang telah melayani selama 107 tahun jalur Ambarawa - Bedono.
Reply
#32
(14-05-2011, 01:44 PM)wedhoez Wrote: kalo loko semoga tetep make cc 202 pakdhe, tapi cc202 gak dobel kabin T_T wah2 alamat ne

Saya pikir lokomotif yang sudah ada (CC 202) dan yang sudah dipesan (CC 205, 6 buah) akan tetap dipakai. Kan nggak mungkin juga diafkir begitu saja.
Reply
#33
jelas masih dipake lah cuman sehabis cc 205 kumplit 6 trus apakah mo beli cc205 or cc202 atau beli dari china?
Reply
#34
Lok CC 202 tetap bertahan.. untuk meningkatkan produksi dan operasional PT.BA di tambahlah Lok CC 205.. sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan lainnya selain dari PT.BA seperti PT.BAU maka Divre 3 juga menambah Lok seri CC 204 guna membantu operasional angkutan batubara yg selama ini menggunakan Lok CC 201 dengan kata lain CC 204 yg sudah mengalami perubahan yg di khususkan untuk menarik rangkaian batubara.

Lok Merah BiruLok Merah Biru Lempar Loko
Reply
#35
(12-05-2011, 03:40 PM)paul_foxdemon Wrote:
(11-05-2011, 06:25 PM)boy herlando Wrote: Sayang sekali yah Om
Jalur ganda diperbanyak tapi potensi angkutan KA Penumpangnya belum berkembang seperti di P Jawa , Andai saja waktu perjalanan bisa di tekan mungkin angkutan KA Penumopang bisa menjadi Primadona juga di sini.

Alasan kenapa PT KA cuek bebek sama angkutan penumpang di Divre III? Ya karena KA babaranjang itu adalah mesin duit utama PT KA.

Selama ini kita sering dengar PT KA untung, sementara kondisi KA penumpang menyedihkan. Pasti penasaran, kok bisa?

Ya karena angkuta babaranjang ini yang menutup semua defisit PT KA.

menurut data terakhir tahun 2010, pendapatan dari angkutan barang hampir 2 Tril. 80% nya disumbang oleh batubara yaitu sekitar 1,7 tril. berarti ini adalah 28 % dari total pendapatan pt. kai yang sekitar 6 Tril.

(12-05-2011, 04:05 PM)m_ilhami Wrote: pendapatan KCJ kalah ya sama babaranjang?

pendapatan kcj sekitar 400 mil mas ilham.

oot: persentase pendapatan pt. kai (2008) : ka komersial (45%), batubara sumsel (27%), komuter jabodetabek (9%), barang dipulau jawa (8%), komuter pulau jawa (4%), lain2 (7%).
(sumber:IndII 2010 http://www.indii.co.id/upload_file/20100...%20ina.pdf).
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#36
(13-05-2011, 07:04 AM)pardjono Wrote:
(12-05-2011, 05:10 PM)m_ilhami Wrote: kenapa sih gerbong batubara yang biasa-biasa saja harus import dari luar negeri? apa karena dimodali investor china proyeknya sehingga gerbong nya juga dari china?

Sependapat, kemungkinan besar seperti itu. Bahkan lokomotifnyapun harus double cabin pula, jangan-jangan ini harus dari China juga. Mikir Dulu

dapat info dari status facebook Taufik Hidayat (Indonesian Railway Watch/IRW) : Sudah hampir setahun (sejak 2010) PT Kereta Api mengajukan spesifikasi teknis lokomotif yang akan dibeli dengan dana PT Kereta Api sendiri untuk kebutuhan angkutan batubara di Sumatra Selatan tapi hampir setahun itu pula Ditjen Perkeretaapian sebagai regulator belum memberikan persetujuan, Waah, ada apa ini ?? Seharusnya permintaan persetujuan spesifikasi teknis seperti ini segera saja disetujui sepanjang sesuai/memenuhi aturan yang ada, sehingga kereta batubara dapat segera berkembang pesat.

‎Dapat info dari sumber yang lain : Jadi ingat setahun yang lalu (sejak 2010), PT Bukit Asam juga ajukan draft teknis dan RAB (rencana anggaran biaya) jembatan kereta api di sumatra selatan, lama tak disetujui oleh Ditjen Perkeretaapian. persoalannya cuma satu, PT Bukit Asam diminta menaikkan nilai RAB oleh Ditjen Perkeretaapian, padahal RAB yang dibuat sudah di mark up juga untuk antisipasi, tapi menurut 'oknum-oknum' di Ditjen Perkeretaapian, RAB tersebut menganggap masih kurang tinggi, artinya selama ini ada anggaran yang disetujui sudah di- 'mark up' juga.

‎Dapat info dari sumber yang lain : yang bikin Ditjen Perkeretaapian mandi uang itu sebetulnya dari pengadaan bantalan beton. Lihat berapa yang dibeli Ditjen Perkeretaapian untuk Sumatra Selatan dengan harga pembelian proyek Rp 200000 lebih per bantalan beton, padahal sejak tahun 2005 sampai 2011 (5 tahun) lebih dari 1 juta bantalan beton.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Reply
#37
@ RF spoor_jadul
Ngati-ati, bisa kena semprit lho. Wink
Reply
#38
kalau mas spoor jadul punya data2 yang bisa dipertanggung jawabkan, saya pikir nggak masalah pakdhe. hehehe...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#39
(12-05-2011, 04:13 PM)paul_foxdemon Wrote: Katanya sih iya. Tapi nggak tahu persis tepatnya berapa....

Angkutan Batu Bara Sumbang Pendapatan PT Kereta Api Rp 1,7 Triliun

Kamis, 21 Januari 2010 | 08:45 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung - Angkutan batu bara dari Muara Enim Sumatera Selatan ke Tarahan Bandar Lampung berhasil menyumbang pendapatan Rp 1,7 triliun pada tahun 2009 lalu. Pedapatan sebesar itu merupakan 30 persen dari total pendapatan PT. Kereta Api secara nasional. “Pendapatan itu juga ditambah dengan dua kereta pengangkut bubur kertas milik PT. Tanjung Eni Lestari,” kata Zakaria, juru bicara PT. KA Sub Divisi Regional II Tanjung Karang, Kamis (21/01).

Tarif untuk mengangkut batu bara dari PT. Bukit Asam di Sumatera Selatan ke Tarahan Bandar Lampung adalah Rp 5.876.000 per gerbong. Dalam sehari, PT Kereta Api mengoperasikan 14 rangkaian kereta Babaranjang yang masing-masing menarik 40 gerbong. “Sedangkan PT TEL memiliki dua kereta sendiri, mereka hanya menyewa penggunaan jalur sementara untuk kereta penumpang kami anggap sisi sosialnya saja karena tidak terlalu menguntungkan,” katanya.

Batu bara milik PT Bukit Asam itu untuk memasok kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Unit Tarahan dan sejumlah pembangkit di Pulau Jawa. Sebagian lagi, batu bara itu diekspor ke luar negeri. “Pekerjaan mengangkut batu bara itu memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Harus tepat waktu karena terikat dengan hajat hidup orang banyak, yaitu pasokan listrik,” ujarnya.

Zakaria mengatakan perawatan rel kereta yang dilalui kereta api bermuatan super berat itu juga harus teliti. Bantalan kereta harus dicek setiap saat karena telakanan dilakukan setiap saat untuk menjaga agar kereta tidak anjlok karena adanya pergerakan rel. Pada tahun lalu, tercatat dua kali kereta pengangkut batu bara tergelincir.

PT KA juga menilai padatnya jadwal perjalanan di jalur angkutan batu bara itu sering memicu kecelakaan. Dalam sehari, saat ini, jalur itu dilalui 14 kali kereta dengan rangkaian panjang mengangkut batu bara dari Sumatera Selatan, satu kali kereta pengangkut bubur kertas, dua kali kereta penumpang. “Itu cukup padat sehingga kami berinisiatif mengurangi jadwal kereta pengangkut batu bara tanpa mengurangi volume gerbong,” katanya.
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2...57,id.html
Reply
#40
Program Re-Numbering Loko,Kereta dan Gerbong juga Ditjen yg buat..biar keliatan kerja kali( "Mangap" OOT...Tetapi minggu lalu sy ke Sumsel mmg sy liat sdh byk perkembangan..Stasiun Kertapati sbg stasiun ujung misalnya spoor buat bongkar batubara juga sdh siap dan nampak rangkaian PPCW dan kontainer yg sdh di modifikasi.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)