Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Subway atau MRT buat Jakarta?
sejauh ini memang mengikuti Enjoy Jakarta mas

drpd stress mending dinikmati aja sgala penyebab stres Jakarta

he2


[Image: overstappen.png]
bkn plg kampung namanya, tp plg kota

kadang iri jg sm adik saya yg d ML, liburan justru ngulon....pulang kota hahaha

yo pasti lah sy nyobain, yg jelas terima kasih sebesarnya bwt tim ny mas Peseg klo emang smua rencana2nya sukses besar

btw sy beberapa hari ini akan berada d calon dipo ny MRT loh

syg jg siy liat stad lg2 dgusur, mbok yo Poins dkk yg dgusur hahaha
Matarmaja adalah keretanya Arek Malang, salah besar memisahkan Matarmaja dengan Arema dan AremaniaIndonesia
Reply
@MatAREMAja:
Sekedar mengklarifikasi, saya bukan masuk dalam tim MRTJ. Saya hanya men-share informasi (dan itu diizinkan) dari teman saya yg memang ada dalam tim eksternal MRTJ. Mereka juga butuh support, dan masukan dari para railfan. Jika memang ada masukan/saran dari teman2, silahkan tweet langsung aja ke twitter resmi tim internal MRTJ di www.twitter.com/mrtjakarta. Apalagi teman2 railfan yang sehari2 naik KRL, boleh dan dipersilahkan menshare langsung pengalaman2 dengan mereka untuk menjadi masukan untuk MRTJ.

Kalau pensiun, saya juga pengennya gak tinggal di Jakarta mas. Bikin stress, mungkin cari kota sperti di Malang. Itupun dengan catatan mudah2an Malang 50 tahun yang akan datang, masih tetap sejuk dan damai seperti Malang saat ini.

Okay, btt.

Kenapa stadion Lebak Bulus harus digusur?

Mungkin untuk jelasnya bisa melihat rendering Dipo LB dari PT MRT Jakarta.

Credit to: Ampelio



[Image: lebakbulusstation3.jpg]

^^ Terlihat lokasi Dipo memang tepat berada di atas lahan Stadion Lebak Bulus + Kolam Renang + Terminal Lebak Bulus.

Desain yg ini agak berbeda dengan yang dibuat JMEC (Jakatra Metro Engineering Consultant) yang pernah saya post di halaman sebelumnya. Desain mana yang dipakai, saya sendiri juga belum tahu. Tapi yang jelas, secara makro bentuk layoutnya tidak jauh2 dari dua desain td.

Kabar terakhir yg saya dapat, untuk desain letak diponya ada di dasar, sementara Terminal Busnya di lantai 2, dan stasiun ada di atas lantai terminal. Kenapa desainnya seperti itu? Terus terang saya sendiri tidak tahu. Pastinya ada pertimbangan2 teknis dari tim penyusun. Oya, tim dari Jepang juga ikut dalam penyusunan.

Untuk langsir nanti ada track ekstensi ke dekat perempatan pasar Jumat. Jadi simulasinya KRL keluar dipo, naik ke arah pasar jumat, lalu baru langsir ke stasiun lebak bulus.
The only thing necessary for the triumph of evil is for good man to do nothing.
(Edmund Burke 1729-1797)
Reply
o, jadi stasiun lebak bulus kelak bukan stasiun ujung ya? jadi jalur keretanya masih ada lanjutannya ke arah selatan beberapa ratus meter.

barangkali untuk mempertimbangkan seandainya kelak dibangun parung extension ke arah ciputat-pamulang-pondokcabe hingga ke arah parung?

(padahal kalo sudah sampai parung, tanggung diteruskan sampai bogor sekalian, ketemu deh sama jalur krl.... ah, kebanyakan ngelamun saya. hehehe...)
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
klo di jakarta ada subway tak ubahnya kaya got gede donk.. Big Grin

kayaknya sih masih mending yg nangkring aja deh.. Tersenyuum
Reply
1. Apa penghijauan yang ada semurni tampilan 3D yang di atas itu?
2. Berapa banyak jalan setapak dan bangunan di pinggir Jl. Simatupang yang direnggut yang akan berbuntut panjang soal sengketa tanah?
3. Kemacetan yang luar biasa pasti akan terjadi selama pembangunan berlangsung.
4. Di bawah rel layang yang tidak dialurin ruas jalan raya pasti akan jadi rumah kumuh deh... Yang dibangun ruas jalan aja masih suka banyak persinggahan ojekers, terminal bus bayangan dan masih banyak lagi.
5. Stasiun memang bagus... Tapi waktu tempuh gimana nantinya? Bersinggungan dengan halte2 busway dan stasiun2 KA Jabodetabek yg sekarang ada enggak?

Yang no. 1 dan 4 yang di-bold aku cukup pesimis deh...Bethe
Yah... lihat saja hasilnya di kemudian hari kali yah... Entah 15 atau 25 tahun lagi mungkin...

Reply
yang dikuatirkan mas dana ada benarnya juga. rel layang selain merusak estetika wilayah yang sudah terbentuk, rawan hal2 yang barangkali hanya ada di indonesia: dihuni oleh para kolongers, ojekers atau bikers yang berteduh kala hujan deras.

contohnya ya di flyover kota-mri itu. untungnya tidak ada kebakaran besar macam yang pernah terjadi di bawah flyover tol jembatan tiga, yang menyebabkan jalan tol sempat ditutup beberapa lama untuk perbaikan.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Penghijauan ? Ada yg memata-matai konsultan perencanaannya ga ? Biar ketahuan apakah budget perencanaannya termasuk penanaman pohon dll, atawa cuma bangunan fisik?
Bisa dipelajari bagaimana halte busway bisa steril dari asongan dll, karena ada yg menjaganya. Sedang jembatan pelayanannya banyak dihuni pkl, selain ada yg beberapa kondisinya mengkhawatirkan-karena bisa ditebak tidak ada yg menjaganya. Pertanyaannya, apakah Pemprov DKI nanti menyediakan dana untuk bisa menjaga kolong jembatan bersih dari pkl,ojek, illegal shelters & terminal bayangan ? Atau cuma lingkungan stasiun doang.Yang saya bayangkan adl, utk yg di area subway. Apakah keamanan mencakup area stasiun saja atawa akses masuk ke stasiun (ini lebih rawan daripada stasiun yg elevated-karena tertutup dari dunia luar). Jangan sampai tidak terpadu karena sudah klise kalau pemerintah daerah biasa melimpahkan soal security and order pada polisi. Lah kalau tidak ada koordinasi dgn Pemda mana bisa polisi bertindak efektif (contoh kasus busway).
RF darosej, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Feb 2011.
Reply
(28-04-2011, 03:23 PM)peseg5 Wrote: @MatAREMAja:
Sekedar mengklarifikasi, saya bukan masuk dalam tim MRTJ. Saya hanya men-share informasi (dan itu diizinkan) dari teman saya yg memang ada dalam tim eksternal MRTJ. Mereka juga butuh support, dan masukan dari para railfan. Jika memang ada masukan/saran dari teman2, silahkan tweet langsung aja ke twitter resmi tim internal MRTJ di www.twitter.com/mrtjakarta. Apalagi teman2 railfan yang sehari2 naik KRL, boleh dan dipersilahkan menshare langsung pengalaman2 dengan mereka untuk menjadi masukan untuk MRTJ.

Kalau pensiun, saya juga pengennya gak tinggal di Jakarta mas. Bikin stress, mungkin cari kota sperti di Malang. Itupun dengan catatan mudah2an Malang 50 tahun yang akan datang, masih tetap sejuk dan damai seperti Malang saat ini.

Okay, btt.

Kenapa stadion Lebak Bulus harus digusur?

[spoiler=Mungkin untuk jelasnya bisa melihat rendering Dipo LB dari PT MRT Jakarta.]

Credit to: Ampelio



[Image: lebakbulusstation3.jpg][/spoiler]

^^ Terlihat lokasi Dipo memang tepat berada di atas lahan Stadion Lebak Bulus + Kolam Renang + Terminal Lebak Bulus.

Desain yg ini agak berbeda dengan yang dibuat JMEC (Jakatra Metro Engineering Consultant) yang pernah saya post di halaman sebelumnya. Desain mana yang dipakai, saya sendiri juga belum tahu. Tapi yang jelas, secara makro bentuk layoutnya tidak jauh2 dari dua desain td.

Kabar terakhir yg saya dapat, untuk desain letak diponya ada di dasar, sementara Terminal Busnya di lantai 2, dan stasiun ada di atas lantai terminal. Kenapa desainnya seperti itu? Terus terang saya sendiri tidak tahu. Pastinya ada pertimbangan2 teknis dari tim penyusun. Oya, tim dari Jepang juga ikut dalam penyusunan.

Untuk langsir nanti ada track ekstensi ke dekat perempatan pasar Jumat. Jadi simulasinya KRL keluar dipo, naik ke arah pasar jumat, lalu baru langsir ke stasiun lebak bulus.


gpp koq mas klo mang org dlm...jd kita bs dpt info, y kan???he2

soal stadion, tenang aja...paling g 1 tahun k dpn MRT g bakal jalan...knp??

krn mnrt UU Sistem Olahraga Nasional (pasal dan ayat nya sy g tw, maklum Kriminolog bkn Sarjana hukum he2) "setiap ada penggusuran/pembongkaran sarana olahraga, wajib ada penggantinya yang sepadan/seperti sarana olahraga yg sepadan"

pembebasan lahan pganti stadion Lebakbulus (damn, sy training jg dsan)+pembangunan stadion pengganti kayaknya butuh waktu setahun

g tw klo pemprov, kemhub, JICA (atau sebangsanya, what ever lah) mau hantam kromo he2



[Image: overstappen.png]
(02-11-2009, 03:18 PM)Charles Wrote: Dari surat kabar "Koran Jakarta" edisi 12/10 (halamannya saya tak ingat), saya mendapat berita sebagai berikut:

Dephub akan membangun sistem transportasi massal yang dinamai JMRT (Jakarta Mass Rapid Transit), dengan spesifikasi berikut:

Jumlah stasiun : 12 (8 stasiun layang, 4 stasiun subway)
Gauge : 1435 mm
Rute: Dukuh Atas - Lebak Bulus via Fatmawati & Blok M, stasiun Lebak Bulus berada di atas terminal bus Lebak Bulus
Tenaga: Listrik 1800-2000 VAC
Sistem keamanan : standar Jepang (ATS-SN)

Akan tetapi dalam tendernya terjadi perdebatan soal pemenang tender pembangunan proyek tsb, yaitu kisruh pembatalan perusahaan Jepang Nippon Koei sebagai pemenang tender.

Adakah yang bisa menjelasan lebih terperinci berita ini??
Silakan berdiskusi soal proyek Dephub ini...

kita tanya sama mas Peseg5 aj....hahaha
Matarmaja adalah keretanya Arek Malang, salah besar memisahkan Matarmaja dengan Arema dan AremaniaIndonesia
Reply
(25-04-2011, 11:17 PM)peseg5 Wrote: @CC 203 20 & ady_mcady:
betul yang biru2 itu rencana feeder lingkar untuk menjangkau stasiun ISTORA. Yang mudah diterapkan sih bentuknya shuttle bus, seperti shuttle bus yang sudah ada di Mega Kuningan ataupun SCBD. Tapi tidak tertutup kemungkinan dengan ukuran bus yang lebih besar. Persisnya gimana, saya belum tahu. Kita lihat saja nanti.

@bonbon:
[spoiler=kayaknya kalo liat peta resmi dari Jakarta MRT belum ada rencana ke Cibubur. Malah disediakan 2 alternatif pilihan rute barat-timur. Mudah2an sih dua alternatif barat-timur tetap direalisasikan. Sambil berwacana ada rute tambahan selatan-utara. Cibubur-Ancol mungkin??]

Photos from: Jakarta MRT
Source



[Image: map-mrt.jpg][/spoiler]


Klo diliat dr peta'a,, malah nanti terkumpul di 1 titik tengah donk yah,, nanti bakal ada yg numpuk lg seperti di Harmoni Bethe
Add yah: Muhammad Andika & follow juga yah @andika_ABA Xie Xie
Reply
(12-05-2011, 11:03 AM)CC 203 20 Wrote: Klo diliat dr peta'a,, malah nanti terkumpul di 1 titik tengah donk yah,, nanti bakal ada yg numpuk lg seperti di Harmoni Bethe

ya memang seperti itulah. lagipula, apakah krl tidak terkumpul di 1 titik? semua koridor krl bertemu di beos. beberapa ada yang bertemu di thb, mri.

terkumpul di satu tempat itu tidak menjadi masalah, jika modanya tersedia. yang anda takutkan kasus busway di halte harmoni sentral itu, busnya kurang banyak.

toh dikemudian hari, titik temu antar koridor mrt itu tidak seperti busway atau krl yang sebidang. seperti di luar negeri, jalur2 koridor yang bertemu saling bertumpuk satu dengan yang lain. seperti jalur krl di kampung bandan yang ada 2 stasiun atas dan bawah. jadi tidak menimbulkan gangguan trafik antar koridor.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)