Posts: 460
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
11
15-09-2012, 02:08 PM
(This post was last modified: 15-09-2012, 02:31 PM by antonius_123.)
Sesudah motret2 achirnya ke Jalur 4 dimana KA lokal yang akan saya naikkin akan datang. Sambil nunggu kelihatan diseberang ada KA lokal lain lagi stabling
Achirnya datanglah KA lokal yang saya tunggu.
ASTAGA KOK JELEK GITU MODELnya kotak kayak kotak roti
Sampai didalam ternyata interiornya bagus juga. Kereta hampir kosong cuman ada beberapa penumpang saja. Kereta ini melewatin desa2 kecil saja dan nanti masih musti ganti kereta lokal lain.
Kurtinya melayang, tidak ada kakinya. Aneh
Sesudah jalan selama kurang lebih 15 menit dan melewatin setatiun2 kecil sampai ditempat dimana musti ganti kereta lain. Saya turun dan sesudah menunggu 5 menit KA yang akan membawa saya ketempat tujuan, datang.
Interiornya bagus juga, merah semua. Kosong juga, cuman beberapa penumpang.
Sesudah kereta jalan ada pengumuman dalam bahasa Jerman, Perancis dan Inggris bahwa kalau penumpang menginginkan berhenti disetatiun berikut harus pencet tombol didekat pintu. haha apaan itu, belum pernah tahu kereta musti pencet tombol kalau gak pencet tidak berhenti. Aneh.
Ini tombolnya disebelah pintu.
Sesudah pencet tombol, sampailah achirnya kereta ditempat tujuan saya, desa kecil bernama Mogelsberg, berpenduduk cuman sekitar 300 orang. Perjalanan dengan kereta express memakan waktu 90 menit untuk jarak 180 km, kereta lokal menghabiskan waktu 40 menit untuk jarak 20 km. Total 2 jam dan 15 menit dari Bern ketempat tujuan.
Demikianlah laporan untuk kali ini.
Salam
Posts: 5,045
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
14
berarti tadi antonius123 mencet tombol bel di pintu buat turun di stasiun kecil ya?
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(23-03-2014, 12:38 AM)Adolph Wrote: (15-09-2012, 02:08 PM)antonius_123 Wrote: Sesudah kereta jalan ada pengumuman dalam bahasa Jerman, Perancis dan Inggris bahwa kalau penumpang menginginkan berhenti disetatiun berikut harus pencet tombol didekat pintu. haha apaan itu, belum pernah tahu kereta musti pencet tombol kalau gak pencet tidak berhenti. Aneh.
Ini tombolnya disebelah pintu.
![[Image: c.php?f=thumb_201209151420374_2905201255...50f8dd.jpg]](http://upload.kapanlagi.com/c.php?f=thumb_201209151420374_29052012555_50542c450f8dd.jpg)
Sesudah pencet tombol, sampailah achirnya kereta ditempat tujuan saya, desa kecil bernama Mogelsberg, berpenduduk cuman sekitar 300 orang. Perjalanan dengan kereta express memakan waktu 90 menit untuk jarak 180 km, kereta lokal menghabiskan waktu 40 menit untuk jarak 20 km. Total 2 jam dan 15 menit dari Bern ketempat tujuan.
Demikianlah laporan untuk kali ini.
Salam
kayak di angkot aja 
Kirain trit ini tidur abadi, eh ternyata ada yg bangunin juga toh... 
Di negara yg keretanya bagus macem Swiss, baru tau kalo mau turun harus pencet tombol dulu. Jadi inget kalo naik angkot ADL dari Landungsari ke stasiun ML, sebelum turun pasti harus pencet tombol dulu. Begitu juga waktu naik bis apa gitu lupa. Jadi, kesimpulannya, ini KA, angkot, apa bus ATB? 
Kira2, di Indonesia bisa gak ya dibuat sistem kayak gini? Jadi, selain di stasiun besar/kelas 1, yg mau turun harus pencet tombol dulu dari keretanya, trus begitu masinis tau, di stasiun terdekat bakal BLB buat nurunin penumpang yg request buat turun di situ. Tapi ntar kesannya KA malah jadi kayak angkot gitu...
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
wkwkw, ane gk tahan buat gak ngomentari yang satu ini, kirain cuman angkot2 indonesia yang bisa begituan
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 38
Threads: 0
Joined: Jan 2014
Reputation:
1
Itu kalo bel-nya rusak diketok kali yaa jendelanya pake gopean kayak di metro mini
KECILKU DULU JAUH DARI REL DAN JARANG LIHAT KERETA API BAHKAN GAK PERNAH NAIK KERETA API
TAPI SEKARANG NGEFANS AMA KERETA API
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(23-03-2014, 11:40 AM)UDI PANGESTU Wrote: Itu kalo bel-nya rusak diketok kali yaa jendelanya pake gopean kayak di metro mini 
Gak sekalian aja masinisnya digedok2 bahunya, trus bilang "Pak, pak, nanti stasiun di depan saya turun, ya!" Ini KA, bukan angkot apalagi metromini... 
Liat sistem KA di Swiss ini, asli, ngakak banget bawaannya. Gak ngebayang kalo sistem ini bener2 dilakukan di KA ekspres, kalo turun tinggal pencet tombol, kalo rusak tepuk bahunya masinis sambil minta turun, trus kalo di stasiun kecil, kalo mau naik tinggal lambaikan tangan ke KA yg mau lewat biar distop, trus kita bisa naik. Lama2 KA ekspres jadi rasa Argo Peuyeum/angkot/metromini/bus kota dech... 
Posts: 18
Threads: 0
Joined: Jan 2014
Reputation:
2
(15-09-2012, 02:08 PM)antonius_123 Wrote: Sesudah motret2 achirnya ke Jalur 4 dimana KA lokal yang akan saya naikkin akan datang. Sambil nunggu kelihatan diseberang ada KA lokal lain lagi stabling
ASTAGA KOK JELEK GITU MODELnya kotak kayak kotak roti
Sampai didalam ternyata interiornya bagus juga. Kereta hampir kosong cuman ada beberapa penumpang saja. Kereta ini melewatin desa2 kecil saja dan nanti masih musti ganti kereta lokal lain.
Kurtinya melayang, tidak ada kakinya. Aneh
Sesudah jalan selama kurang lebih 15 menit dan melewatin setatiun2 kecil sampai ditempat dimana musti ganti kereta lain. Saya turun dan sesudah menunggu 5 menit KA yang akan membawa saya ketempat tujuan, datang.
Interiornya bagus juga, merah semua. Kosong juga, cuman beberapa penumpang.
Sesudah kereta jalan ada pengumuman dalam bahasa Jerman, Perancis dan Inggris bahwa kalau penumpang menginginkan berhenti disetatiun berikut harus pencet tombol didekat pintu. haha apaan itu, belum pernah tahu kereta musti pencet tombol kalau gak pencet tidak berhenti. Aneh.
Ini tombolnya disebelah pintu.
Sesudah pencet tombol, sampailah achirnya kereta ditempat tujuan saya, desa kecil bernama Mogelsberg, berpenduduk cuman sekitar 300 orang. Perjalanan dengan kereta express memakan waktu 90 menit untuk jarak 180 km, kereta lokal menghabiskan waktu 40 menit untuk jarak 20 km. Total 2 jam dan 15 menit dari Bern ketempat tujuan.
Demikianlah laporan untuk kali ini.
Salam
waah, kalo nggak ada yg mencet bisa ls gitu, kalo dari awal tujuan penumpangnya di stasiun akhir semua dan kebetulan nggak ada yg naik dari stasiun tengah, bisa lebih cepet sampe dong?
itu desanya cuma 300 orang, padahal kayaknya desanya luas. enak bangeet, sepi gitu
Posts: 2,657
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
43
(23-03-2014, 01:41 PM)kidtsany Wrote: waah, kalo nggak ada yg mencet bisa ls gitu, kalo dari awal tujuan penumpangnya di stasiun akhir semua dan kebetulan nggak ada yg naik dari stasiun tengah, bisa lebih cepet sampe dong? 
itu desanya cuma 300 orang, padahal kayaknya desanya luas. enak bangeet, sepi gitu
Secara geografis ma kultur masyarakat Swiss mah beda ma di Indo. Di sana kan masyarakatnya lebih banyak tersebar di pedesaan yg begitu kecil & terpencil, bahkan jalan untuk menghubungkan antar desanya aja bisa setara dg jalan2 desa di pegunungan sini. Makanya KA menjadi pilihan penghubung masyarakat desa & kota di sono. Lagian jumlah penduduk di beberapa negara Eropa malah lebih sedikit dibandingkan dg kota Malang, apalagi Jakarta, berapa kali lipat coba...
|