Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KRL dari Bekasi
#41
benerr....doble track bekasi harus segera selesai, sudah parah banget KRL nya, mana padat, di tahan teruss....Kalo Doble track selesai track nya bisa masing2 yaa....? jadi gak usah nunguin KA jarak jauh lewat, jalannya bisa paralel yaa....?
Reply
#42
Quote:TEMPO.CO , JakartaWekT Kereta Api Indonesia berencana mendatangkan Kereta Listrik (KRL) bekas sebanyak 30 pada bulan Oktober tahun ini. Namun rencana tersebut kemungkinan akan molor karena permasalahan di negara asal kereta tersebut.

"Kemungkinan akan mundur 2-3 bulan karena kereta tersebut di Jepang masih dipergunakan. Kereta baru yang digunakan untuk penggantinya masih belum selesai perakitannya," ujar Vice President Public Relation PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Sugeng Priyono saat dihubungi Tempo, Rabu, 25 September 2013.

Sugeng menyatakan, pihaknya akan mendatangkan sebanyak 180 unit KRL bekas dari Jepang untuk menggantikan kereta penumpang ekonomi yang sudah dimakan usia. Rencananya, kereta akan didatangkan sampai bulan Maret tahun depan.

Program mendatangkan kereta bekas ini baru mulai pada Juli tahun ini. "Jadi sampai saat ini belum ada yang didatangkan.

Ia optimistis bahwa kereta bisa didatangkan sesuai dengan rencana. "Untuk bulan Oktober saja yang mundur, selanjutnya mudah-mudahan tidak mundur," ucapnya. Kereta asal Jepang tersebut dibanderol seharga Rp 1 miliar per unitnya. "Jadi kira-kira dibutuhkan sekitar Rp 180 miliar untuk mendatangkan kereta ini," tutur dia.

Sejak 2008-2012 telah dilakukan pembelian untuk penambahan armada sebanyak 308 unit KRL. Setiap tahunnya, program pengadaan KRL targetnya 160 unit.

tempoh



Sakit tetap tersiksa hingga akhir tahun laaah
Reply
#43
mudah2an aja terealisasi......
Reply
#44
kunci dari masalah CL bekasi menurut ane sih DDT soalnya sering banget di tahan buat nunggu kereta luar kota di jng sampe dua atau tiga rangkaian parah dah

dapet kabar dari tempo
TEMPO.CO , Jakarta - Sebanyak 30 unit Kereta
Rel Listrik (KRL) yang dibeli dari Jepang akhirnya
tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Ahad, 3
November 2013, pukul 16.00 WIB. Ke-30 unit
KRL itu merupakan penambahan pengadaan KRL
pada 2013 yang ditargetkan sebanyak 180 unit.
Manager Komunikasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter
Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan,
sesampainya di Jakarta, kereta tersebut tidak
langsung dioperasionalkan. Melainkan dibawa ke
Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan, untuk
dirakit ulang.
Alasannya, KRL seri 205 yang dibeli dari operator
KRL di Jepang bernama JR East seharga Rp 1
miliar per gerbong itu adalah kereta bekas. “KRL
akan menjalani perakitan ulang dan pembenahan
ulang interior dan eksterior terlebih dahulu,” kata
Eva kepada Tempo, Ahad.
Nantinya, kata Eva, KRL bekas itu akan
dioperasikan untuk perjalanan lintas Jabodetabek,
termasuk di jalur padat seperti Serpong, Bogor,
dan Bekasi. “KRL akan dioperasikan setelah
mendapatkan sertifikasi dari Kementrian
Perhubungan,” ujarnya.
Sebanyak 180 unit KRL dalam program pengadaan
2013 ditargetkan akan tiba hingga akhir tahun
ini. Rencananya, pada 11 November 2013
mendatang, akan tiba lagi sebanyak 20 unit KRL
bekas dari Jepang. “Pengiriman dilakukan secara
bertahap. Targetnya akhir tahun ini, 180 KRL
sudah tiba di Jakarta,” ujarnya.
Kedatangan rangkaian KRL terebut sempat molor
dua kali. Semula KRL dijadwalkan tiba pada
September lalu. Dalam penjadwalan ulang, kereta
bekas ini dijadwalkan tiba pada akhir Oktober.
Namun, tidak jadi dengan alasan kereta yang akan
dikirim masih digunakan di Jepang.
Penerapan e-ticket dan tarif progresif, pada awal
Juli 2013, membuat jumlah penumpang KRL
Commuter se-Jabodetabek naik menjadi 500-600
ribu per hari dari sebelumnya 450 ribu per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT KCJ
menambah sebanyak 180 gerbong dan 50 gate
pada tahun ini, dari jumlah sebelumnya ada
sekitar 650 gerbong KRL Jabodetabek dan 400an gate
Reply
#45
(05-11-2013, 10:48 AM)Suryadin Wrote: kunci dari masalah CL bekasi menurut ane sih DDT soalnya sering banget di tahan buat nunggu kereta luar kota di jng sampe dua atau tiga rangkaian parah dah

dapet kabar dari tempo
TEMPO.CO , Jakarta - Sebanyak 30 unit Kereta
Rel Listrik (KRL) yang dibeli dari Jepang akhirnya
tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Ahad, 3
November 2013, pukul 16.00 WIB. Ke-30 unit
KRL itu merupakan penambahan pengadaan KRL
pada 2013 yang ditargetkan sebanyak 180 unit.
Manager Komunikasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter
Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan,
sesampainya di Jakarta, kereta tersebut tidak
langsung dioperasionalkan. Melainkan dibawa ke
Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan, untuk
dirakit ulang.
Alasannya, KRL seri 205 yang dibeli dari operator
KRL di Jepang bernama JR East seharga Rp 1
miliar per gerbong itu adalah kereta bekas. “KRL
akan menjalani perakitan ulang dan pembenahan
ulang interior dan eksterior terlebih dahulu,” kata
Eva kepada Tempo, Ahad.
Nantinya, kata Eva, KRL bekas itu akan
dioperasikan untuk perjalanan lintas Jabodetabek,
termasuk di jalur padat seperti Serpong, Bogor,
dan Bekasi. “KRL akan dioperasikan setelah
mendapatkan sertifikasi dari Kementrian
Perhubungan,” ujarnya.
Sebanyak 180 unit KRL dalam program pengadaan
2013 ditargetkan akan tiba hingga akhir tahun
ini. Rencananya, pada 11 November 2013
mendatang, akan tiba lagi sebanyak 20 unit KRL
bekas dari Jepang. “Pengiriman dilakukan secara
bertahap. Targetnya akhir tahun ini, 180 KRL
sudah tiba di Jakarta,” ujarnya.
Kedatangan rangkaian KRL terebut sempat molor
dua kali. Semula KRL dijadwalkan tiba pada
September lalu. Dalam penjadwalan ulang, kereta
bekas ini dijadwalkan tiba pada akhir Oktober.
Namun, tidak jadi dengan alasan kereta yang akan
dikirim masih digunakan di Jepang.
Penerapan e-ticket dan tarif progresif, pada awal
Juli 2013, membuat jumlah penumpang KRL
Commuter se-Jabodetabek naik menjadi 500-600
ribu per hari dari sebelumnya 450 ribu per hari.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT KCJ
menambah sebanyak 180 gerbong dan 50 gate
pada tahun ini, dari jumlah sebelumnya ada
sekitar 650 gerbong KRL Jabodetabek dan 400an gate

Kabarnya utk KRL yg baru nantinya utk menambah rangkaian Bogor - Jatinegara (lewat tanah abang)......
Karena jalur ini jarak antar KRL nya agak jauh.....Bingung
Reply
#46
(17-09-2013, 09:34 AM)bramoy Wrote: Kesimpulannya :
1. Tunggu DDT, layang loopline selesai (kalo kelar, rute mungkin berubah, karena jga mau dibikin shortcut Pondok Jati - Manggarai)..
2. Kalo pengen berhenti di Gambir, buat stasiun gambir baru..
3. Kalo ingin perjalanan baik KRL, maupun KA Jauh sedikit lancar, KA2 jarak menengah, dekat seperti Cireks, Gojat, Sind, Mur, Gopar, diganti sejenis KRD, bukan kreta ditarik loko, tujuan mengurangi langsiran di stasiun Gambir..
4. Jangka panjangnya ya elektrifikasi Jakarta - Bandung dan Jakarta Cirebon..

Waaahhh mas usulan/ide ente bener2 sejalan banget nih sama ane.....Top Banget

terutama soal gambir baru dan KA2 jarak menengah.....bener2 bisa mengurangi langsiran2 yang sering memacetkan perjalanan terutama di st. Gambir, Ps. senen dan Jarinegara. Kadang2 st. Jakarta Kota juga lumayan parah tuh pada saat jam2 sibuk trus ada langsiran KAJJ..... Ane mendukung bgt usulan itu.....Tepuk Tangan
Reply
#47
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#48
atau mungkin jalur layang cikini - JAkarta kota di ddt juga kaya jng - bks
Reply
#49
Kalo menurut ane boleh juga tuh mulai dari st. cikini, gondangdia sampai st. gambir dibikin DDT tujuannya biar mengurangi beban keterlambatan terutama bila ada KAJJ atau loko lagi langsir disana (Gambir) selepas itu muali dari stasiun juanda kembali lagi jalur normal.

usulan @ady_mcady boleh juga tuh ^^ dibuat Double track baru yang semi permanen ( bisa dibongkar dikemudian hari ) sampai St. Manggarai siap jadi Last Stop Station buat KAJJ nantinya.
Reply
#50
Home / Berita KA / Indonesia / Kereta Api / KCJ Batalkan Rencana Pengalihan KRL Bekasi Lewat Pasar Senen
KCJ Batalkan Rencana Pengalihan KRL Bekasi Lewat Pasar Senen
Bayu Tri Sulistyo 15.1.17 Berita KA , Indonesia , Kereta Api
[15/1/17]. Bagi anda yang menantikan beroperasinya KRL Commuter Line Bekasi – Jakarta Kota via Pasar Senen sepertinya anda harus merasa sedikit kecewa. Pasalnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek membatalkan rencana pengalihan sejumlah perjalanan KRL Bekasi lewat Stasiun Pa-sar Senen. Pembatalan rencana ini dilakukan karena sejumlah infrastruktur di Lintas Lingkar masih belum siap untuk melayani perjalanan KRL Bekasi – Jakarta Kota.

Beberapa stasiun seperti Kemayoran masih belum siap untuk melayani perjalanan KRL Bekasi yang rata-rata dilayani oleh KRL SF 10 dan 12. Belum ditambah lalu lintas perjalanan kereta yang bisa dibilang padat pada jam berangkat dan pulang kerja. Tadinya akan ada 10 perjalanan KRL yang akan dialihkan di mana 5 perjalanan dari Bekasi dan 5 perjalanan lagi dari Jakarta Kota. Meskipun ada 10 perjalanan KRL Bekasi – Jakarta Kota yang dialihkan perjalanannya lewat Pasar Senen, perjalanan KRL Bekasi lewat Manggarai – Gambir tetap dioperasikan untuk melayani penumpang.

Awalnya, rencana pengalihan ini akan dilakukan pada tanggal 17 Januari hingga 31 Januari 2017 mendatang. Pengoperasian selama 2 minggu ini merupakan ujicoba pengoperasian KRL Bekasi lewat Pasar Senen. Apabila berhasil, tidak menutup kemungkinan pengalihan 10 perjalanan tersebut akan dilanjutkan atau bahkan ditambah perjalanannya.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

Sumber :
http://www.re-digest.web.id/2017/01/kcj-...n-krl.html

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)