Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PT KA akan tutup 3 jalur KA yang merugi
#11
(03-11-2009, 07:25 AM)asep_0907 Wrote: KA Harina penuh hanya di hari Jumat sampai Minggu saja itupun hampir 1 gerbong para pegawai PT KA baik yang dinas di SMT ataupun di BD...
Hmm ternyata ceritanya begitu...
Padahal Harina kan rutenya lebih diperpendek karena melanjutkan respon dari penumpang karena dulu kereta Mahesa yang rutenya kejauhan...
Tapi sayang banget dhe kalo KA ini sampe ditiadakan...
Jalur utara bakal makin sepi dhe...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#12
Walah aya Bro asep membalas postingan... kira2 membalas dimana yeuh ? Di sekretariat ??
Reply
#13
(03-11-2009, 07:30 AM)purakrisna Wrote: Walah aya Bro asep membalas postingan... kira2 membalas dimana yeuh ? Di sekretariat ??

Back on Topic pliss.....(ndak jauh...)

Reply
#14
(02-11-2009, 10:43 PM)purakrisna Wrote: Rugi, PT KA Tutup Tiga Rute Komersial

Senin, 2 November 2009 | 21:46 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Kereta Api segera menutup tiga rute kereta komersial yang dinilai tidak menguntungkan mulai 1 Desember mendatang. Ketiga kereta tersebut yakni KA Malang Ekspres Surabaya-Malang, KA Cantik Ekspres Surabaya-Jember dan KA Priangan Ekspress Banjar, Jawa Barat-Jakarta.

Selain itu, PT KA juga akan mengurangi intensitas keberangkatan KA Parahiyangan Bandung-Jakarta dari delapan kali per hari menjadi enam kali. Hal itu disampaikan Direktur Komersial PT Kereta Api (KA) Sulistyo Wimbo Hardjito, Senin (2/11) di Bandung, Jawa Barat. "Untuk kereta komersial, visi perusahaan memang menetapkan agar semua rute tidak boleh merugi. Sebab, kami harus tetap menanggung biaya operasional yang besar," jelasnya.

Dikatakan Wimbo, kerugian PT KA dari seluruh angkutan penumpang komersial pada tahun 2008 mencapai Rp 80 miliar. Karena itu, pihak PT KA akhirnya memutuskan untuk menutup beberapa rute yang kerugiannya paling besar.

Wimbo menjelaskan, kerugian tersebut membebani operasional kereta lainnya. Hal ini disebabkan, pemasukan dari rute-rute yang tidak potensial tersebut sangat minim. Priangan Ekspress Banjar-Jakarta yang satu rangkaiannya terdiri dari dua kereta eksekutif dan empat kereta bisnis, misalnya, tingkat okupansi hariannya sangat rendah yakni sekitar 10-20 persen.

"Kondisi dua rute lain relatif sama. Yang perlu dicatat, rendahnya okupansi bisa disebabkan jumlah gerbong yang sedikit atau penumpangnya memang sudah mentok," ujarnya.

Kereta dan lokomotif dari beberapa kereta yang akan dinonaktifkan tersebut, akan dialihkan untuk menambah rangkaian pada rute yang masih portensial untuk digarap. Beberapa di antaranya yakni penambahan rangkaian KA Argowilis Bandung-Surabaya Gubeng dari awalnya empat kereta menjadi delapan kereta.

Selain itu, ada beberapa rute lagi yang saat ini masih dievaluasi. Salah satunya yakni KA Harina tujuan Bandung-Semarang. "Kami masih memberi kesempatan bagi beberapa KA untuk meningkatkan performanya. Ini bisa dilakukan dengan menambah jumlah gerbong atau peningkatan sosialisasi kepada konsumen," ujarnya.

KA Harina misalnya, rangkaiannya akan ditambah dari sebelumnya enam kereta menjadi delapan kereta. PT KA, menurut Wimbo, akan memberi waktu hingga pertengahan tahun 2010. Jika okupansinya masih rendah, rute tersebut juga akan ditutup. Selain itu, PT KA juga tengah mengkaji sejumlah potensi rute baru, salah satunya Bandung-Malang.

Rugi Rp 80 Miliar

Dari kerugian operasional kereta komersial PT KA senilai Rp 80 miliar tersebut, kerugian terbesar berada di wilayah Daerah Operasional II Bandung. "Persentasenya tidak perlu kami sebutkan. Yang pasti, kerugian di wilayah ini sangat besar," katanya.

GRE

Editor: made

ya, makin sepi nih Sedih
Reply
#15
SedihSedih
Reply
#16
(02-11-2009, 10:53 PM)big bro Wrote: bukannya yang namanya kereta penumpang mah selalu rugi???
kalo mau untung ya banyakin KA barang.... Tersenyuum
yup setuju PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memang gak optimal dlm fokus KA BARANG. Mereka terlalu maksa diri wat bikin KA PENUMPANG k1, Padahal dng banyaknya ka barang resiko gak begitu besar tp laba membumbung, dulu jaman pjka thn 80an ane liat bny ka barang yg melintas di jalur jkt-sby mulai ka sapi,semen,baja,pupuk,parcel,barang expres,petikemas. tp sekarang pusri ama semen,baja,sapi dah tewas semua dijalur smc-sbi-sdt. thn 90an tasiun Babat jadi tempat bongkar muat semen ama pupuk sekarang dah tewas.
Reply
#17
Kenapa ya Kok DAOP II kerugiannya paling besar ???
Reply
#18
(03-11-2009, 07:13 AM)purakrisna Wrote: Coba para Railfans berkumpul dan memberi masukan untuk DAOP II, siapa tau kalo Priangan digeser waktu berangkatnya malah jadi rame. Kan kepagian tuh dari banjarnya. Sampe Jak kesiangan. Gimana kalo diusulkan berangkat dari Banjar malam, sampe jak pagi, berangkat dari Jak pagi, sampe Banjar sore.... mungkin ada manfaatnya dikaji daripada dihapuskan...

Saya setuju kang Pura! Coba kita beri masukan untuk menggeser jadwalnya dulu, jangan menghapusnya.
[Image: 5147433576_a332603046.jpg]
Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi
Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi
Reply
#19
(03-11-2009, 08:27 AM)purakrisna Wrote: Kenapa ya Kok DAOP II kerugiannya paling besar ???
Iya saya juga bingung, knapa DAOPII kerugiannya paling besar? KA yang ada di DAOPS II ini KA Parahyangan , KA Argo Gede , KA Mutsel , KA Turangga, KA Harina, KA Lodaya, dan Argo Wilis, semuanya merupakan KA komersial, KA Prieks tidak sya masukkan karena memang masih uji coba. Berarti sudah sekian lama, ada KA-KA diatas yang memang sebenernya merugi tapi tetap di pertahankan!
Reply
#20
Parahiyangan Bandung-Jakarta mo dikurangi ? Bagaimana dgn Argo nya ?
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)