Melihat lokomotif ini, aku jadi menghayal loko seperti ini dioperasikan di Indonesia sbg. loko electro-diesel. Salah satunya bermesin diesel dan yg. lainnya mesin listrik. Dapat banyak menghemat BBM karena di daerah Jabodetabek loko ini juga bisa manfaatkan listrik aliran atas.
Lebih ideal utk. menarik KA semacam Argo Gede karena double cab-nya. Sayangnya loko ini masih terlalu berat utk. di Indonesia (mungkin tekanan gandarnya masih lebih dari 14 ton).
(16-07-2009, 07:16 PM)b777 Wrote: Lebih ideal utk. menarik KA semacam Argo Gede karena double cab-nya. Sayangnya loko ini masih terlalu berat utk. di Indonesia (mungkin tekanan gandarnya masih lebih dari 14 ton).
16-07-2009, 08:41 PM (This post was last modified: 16-07-2009, 08:42 PM by antimon40.)
(16-07-2009, 07:20 PM)Taufik GM-MarKA Wrote:
(16-07-2009, 07:16 PM)b777 Wrote: Lebih ideal utk. menarik KA semacam Argo Gede karena double cab-nya. Sayangnya loko ini masih terlalu berat utk. di Indonesia (mungkin tekanan gandarnya masih lebih dari 14 ton).
Mungkin jg enggak deh, kan gandar'a Bo-Bo-Bo
Bo-Bo-Bo sama aja mas, dengan Co-Co, jumlah gandarnya sama2 6. Alias beban gandarnya lebih berat dari U18C/U20C yg cuma 84 ton dibagi 6 gandar. Lha yg ini 96 ton dibagi 6, 16 ton tiap gandar. Rel di JAwa mana kuat. CC200 aja yg beratnya 96 ton pake roda idle. CMIIW
Loco Project Designer for better Indonesian Railways