iya setuju , dimana sering ada kecelakaan di perlintasan tak ber palang pintu , segera di palang pintukan saja ...!!!
(note:jangan bahas setan budeg lagi yooo! ntar dimarahi mr. momod)
Hasil karya saya covering lagu di SOUNDCLOUD, like ya
yg menganggap takhayul bukan saya kang, tetapi warga sekitar...saya hanya menceritakan kejadiannya pada saat itu mirip dg yg warga katakan...
maaf, kalo ada hubungannya dg setan budeg lg...
ada yg bilang kalo rencana pembuatan palang pintu perlintasan sebenarnya udah sejak dulu..cuma sayangnya banyak yg takut atau gimana gt...So, ga ada yg brani jaga PJL itu...
Di wilayah Daop III ada beberapa PJL yang dipasang lampu otomatis yang langsung menyala dan bunyi kalo ada KA lewat, kalo gak salah di daerah Brebes atau Pemalang ada juga. Tapi ini bukan pencegah kecelakaan karena yang utama itu kehati-hatian pengendara, dan biasanya sebelum perlintasan sudah ada rambu-rambu.
KLATEN -Tabrakan maut antara KA Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Yogyakarta-Solo dengan bus PO Hadi Mulyo AD-1444-BE dan sepeda motor Suzuki C 100 H-4972-MC, terjadi Minggu (5/7) di lintasan KA tanpa palang pintu Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. Kejadian itu menelan 15 korban jiwa dan 11 lainnya luka berat serta ringan.
Kecelakaan maut itu bermula saat bus yang dikemudikan Tur Budi, sekitar pukul 10.30 berbelok ke timur setelah melintas Jl Yogya-Solo Desa Jombor, Kecamatan Ceper. Bus yang mengangkut rombongan jagong manten itu hendak mencari Dusun Sragon,Desa Mlese, Kecamatan Ceper tampat hajatan pengantin dilaksanakan. Bus melaju santai tetapi saat berada di tengah rel KA tiba-tiba mesin mati.
Bersamaan itu Imanuel Eko (40) warga Desa Dlimas, Kecamatan Ceper yang pulang dari gereja melaju di samping bus dengan sepeda motor Suzuki C 100 H-4972-MC. Mendengar klakson KA, Eko menyelamatkan diri dengan meninggalkan motornya, sambil memperingatkan penumpang. Namun sia-sia, bus tetap mogok.
Sebagian penumpang yang duduk di bagian belakang bus meloncat menyelamatkan diri. Namun yang duduk di bagian tengah dan depan ikut terseret saat loko KA yang dimasinisi Asrul Effendi (49) warga Depo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Solo menghantam badan bus. Bus dan sepeda motor terseret ke selatan sejauh 200 meter dan baru berhenti setelah roda KA lepas.
Ngadiyo Yoso Suwito (50) salah seorang penumpang yang selamat mengatakan saat melihat bus mogok, dia meloncat keluar dari pintu belakang bersama beberapa penumpang. Dia terperosok di semak dan yang lainnya di pinggir jalan. ’’Bus mogok tepat di tengah rel. Sopir diteriaki dan mesin dicoba dihidupkan, tetapi tetap tidak bisa berjalan,’’ kata dia.
kejadiannya pas banget pas ane pulang dari surabaya,,nyampe pagi dan gitu besoknya ni berita ane liat di koran...mbah ruwet emang udah banyak makan korban..