04-01-2016, 01:57 PM
tarif kertajaya per 1 april 2016 masih tetep 90k kok mas

|
04-01-2016, 01:57 PM
tarif kertajaya per 1 april 2016 masih tetep 90k kok mas
04-01-2016, 10:18 PM
(This post was last modified: 04-01-2016, 10:19 PM by dannykurniawan.)
(04-01-2016, 07:39 PM)zae abjal Wrote:(04-01-2016, 01:57 PM)dannykurniawan Wrote: tarif kertajaya per 1 april 2016 masih tetep 90k kok mas eh iya mas maaf terima kasih koreksinya, tadi saya ngeceknya cuma pse-cnp masih 90k , niatnya sih biar gampang ngecek tarif ka lain,nggak taunya yang full trip sudah beda harganya
08-01-2016, 06:53 AM
Liat aja lah, ntar bakal lari ke mana penumpang Kertajaya, pernah denger info kalau kerta reguler psonya dicabut terus dialihin ke kertajaya tambahan yang panjang abiiss. Tapi, Kerta tambahan sementara ini mentok sampe akhir januari
09-01-2016, 06:09 AM
Gan kalo KA Keranjang pale dipo induk all SBI apa comotan dr dipo induk lain ya?
Pengen jadi Railpen
09-01-2016, 08:56 PM
rangkaiannya campur aduk, kayanya cadangan K3 yang tersedia di dipo JAKK dari berbagai dipo dikumpulin jadi 1
20-01-2016, 12:44 PM
(08-01-2016, 06:53 AM)YKA_Bolang91 Wrote: Liat aja lah, ntar bakal lari ke mana penumpang Kertajaya, pernah denger info kalau kerta reguler psonya dicabut terus dialihin ke kertajaya tambahan yang panjang abiiss. Tapi, Kerta tambahan sementara ini mentok sampe akhir januari Eh ada master alastua :3 Penumpang kertajaya bakal lari kemana? Kalau nanti rentang harganya ndak beda jauh, Tentu saja ke Kertajaya tambahan, huahakakakakakak ![]() Siapa yang ndak ngiler, jam berangkatnya dari Jakarta dan Surabaya kan bagus tuh..... xixixixixi ![]()
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu dan semua keindahan, yang memudar atau cinta, yang tlah hilang ========== My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013
21-01-2016, 01:17 PM
pernah lihat rangkaian ini melintas BKS ke JAK bawa 14 K3 sekaligus diluar MP dan aling-aling...strong sekali ya...
31-07-2016, 01:56 PM
Halo semua. Setelah lama tidak memberikan Trip Report, sekarang saya mau menyampaikan Trip report pertama saya di pertengahan tahun ini (Wah ada berapa trip report tuh?) Dilihat aja ya.
Perjalanan kali ini bermula dari rencana saya yang sudah dari awal masuk kuliah untuk berlibur menuju ke ujung timur Jawa, tak lain dan tak bukan menuju Banyuwangi. Ya, setelah membaca banyak ulasan tentang Banyuwangi dan wisatanya di internet, majalah, koran, dan televisi serta media sosial membuat saya semakin membulatkan tekad untuk harus pergi berwisata ke Banyuwangi. Puji Tuhan setelah tertunda sampai EMPAT KALI, menjelang tahun terakhir kuliah saya akhirnya Tuhan dan orang tua pun mengizinkan saya untuk pergi berlibur menuju Banyuwangi. Saya sendiri ke Banyuwangi bersama teman sekaligus sahabat saya dari jaman SD hingga SMA yang rumahnya pun juga tetanggaan dengan saya hahahaha... Saya memilih menggunakan open trip menuju Banyuwangi karena saya hanya tinggal membayar paket wisata sejumlah nominal yang telah ditentukan dan tidak perlu repot memikirkan penginapan, makan, transportasi selama di Banyuwangi, dan lain sebagainya. Saya malas kalo harus bingung dan berlama2x mengurus hal tersebut apalagi kalau tempatnya belum familiar. Saya memilih menggunakan moda KA menuju Banyuwangi (walau tidak sepenuhnya menggunakan KA) karena saya mabok kalo naik pesawat. Maboknya bisa parah dari mulai sehari sebelum berangkat, saat melihat bandara, menunggu pesawat, dan saat pesawat lepas landas. Saya kalau naik pesawat selalu muntah. Jadi daripada merepotkan dan bikin pusing, mendingan naik KA. Lagian kan emang saya railfans, kalo tidak naik KA dalam suatu perjalanan liburan terkesan kurang lengkap. Tadinya, saya mau memilih menggunakan KA Gaya Baru Malam Selatan menuju Surabaya. Namun, belum sempat dibeli eh udah keburu habis duluan jadinya ya udah deh. Sempet kepikiran juga mau naik Jayabaya, tapi mahal. Ada sih tiket promonya waktu itu, cuma duitnya yang belum ada dan udah keburu habis duluan. Mau naik Kertajaya Lebaran tapi kepagian kereta apinya. Mana rumah saya jauh banget lagi dari Stasiun Pasar Senen. Jadinya ya naik Kertajaya Reguler aja. Udah paling murah dan paling cepet. Singkat cerita, tibalah saat hari H keberangkatan. Saya berangkat pergi pada Jumat, 15 Juli 2016. Tepatnya di saat musim mudik lebaran sudah lewat. Saya kira stasiun akan sepi. Eh taunya, pas nyampe Stasiun Pasar Senen sekitar pukul 12.30 kok masih rame banget aja ini stasiun. Buset dah ckckck... apakah masih pada mudik atau mau balik lagi gitu ya. Dan udah rame, juga panas. Hadeuhhh.... menyiksa juga ya ke stasiun Pasar Senen siang2x. Oh ya, saat itu di Stasiun Pasar Senen toiletnya lagi abis airnya jadinya kotor dan bau. Sedih banget deh semoga tidak ada lagi kejadian seperti itu. Pukul 12.45 pun saya memulai proses boarding yang kala itu Stasiun Pasar Senen belum menggunakan boarding pass ticket seperti sekarang. Cukup cepat dan saya beserta sahabat saya itu langsung menuju ke peron jalur 3 karena KA Kertajaya akan hadir di jalur itu. Di peron jalur 1, para penumpang KA Krakatau sudah menunggu KA Krakatau yang (sering) terlambat berangkat dari PSE. Suasana di peron untungnya tidak terlalu panas karena lebar dan banyak kipas angin. Cuma banyak orang aja. Tak lama kemudian, sekitar pukul 13.20 KA Kertajaya pun tiba memasuki jalur 3 Stasiun Pasar Senen dengan lokomotif penarik CC 206. Oh ya, saya dan teman saya kebagian tempat duduk di Kereta ekonomi 8 dengan nomor bangku 6A dan 6B. Memasuki kereta, penumpang juga sudah mulai banyak. Awalnya saya dan teman saya duduk di tempat yang semestinya, dan seharusnya menghadap searah perjalanan KA. Hanya saja, ada sekeluarga yang terdiri dari 5 orang meminta saya untuk bertukar tempat duduk. Mereka terpisah antara nenek-orang tua dan anak. Hadeuhhh.... sebenernya males banget, tapi yang muda harus mengalah sama yang udah bau tanah ehhhh maksudnya sama yang tua hahahaha... Padahal ya dua anak mereka itu udah dewasa udah bapak2x juga buset dah. Ga rela amat kepisah. Padahal cuma dari Pasar Senen sampe Tegal loh, ga sampe Surabaya. Yaudah lah yang penting masih di dalam KA. Tepat pukul 14.00 WIB, KA Kertajaya berangkat meninggalkan Stasiun Pasar Senen di tengah cuaca Jakarta yang saat itu entah kenapa panasnya luar biasa. Bahkan AC di dalam kereta pun semakin panas menjadi-jadi. Kok berbeda dengan KA2x ekonomi yang pernah saya naiki yang AC-nya sampe bikin menggigil. Hal ini semakin diperparah lagi dengan tingkah laku beberapa penumpang KA Kertajaya yang sangat tidak disiplin, tidak tertib, dan mengganggu yaitu selain mereka bolak balik masuk keluar kereta ke kereta lain, mereka juga sangat JARANG yang memiliki kesadaran diri sendiri untuk menutup pintu kereta antarbordes dengan baik dan benar. Beberapa malah dibiarkan terbuka. Sepertinya itulah kebiasaan mereka di rumah yang malas dan tidak peduli dengan lingkungannya. Sungguh disayangkan. Jauh berbeda dengan penumpang di KA2x berikutnya yang saya naiki (Penasaran kan?) Saya dan teman saya sampai kegerahan apalagi jam 2 hingga 3 siang jelang sore itu matahari termasuk masih panas-panasnya. Hadehhhh... Capek deh. Ini hanya berlaku di kereta saya saja sepertinya karena kereta di depan dan belakang saya hingga jelang restorasi dinginnya mantap. Yaelah tau gini pilih kereta ekonomi 7 atau 9 deh. Ya sudah lah, berharap perjalanan aman dan lancar. Padahal pas awal masuk kereta adem loh. Hmmm... harus diperbaiki nih sepertinya. Awal-awal perjalanan, KA Kertajaya hanya tersendat antara Klender hingga Cakung karena harus menyusul KRL CL JAKK-BKS yang tepat berada di depannya. Mager juga ya harus ngangonin KRL. Untungnya di Cakung, KRL tersebut berhasil disusul oleh Kertajaya dan selepasnya KA Kertajaya berjalan dengan lancar tanpa hambatan hingga Jatibarang. Saya senang sekali bisa pergi bersama sahabat saya yang awam dengan KA. Dia terlihat sangat menikmati perjalanan menggunakan KA. Walau AC tidak dingin, tetapi dia senang bisa merasakan naik perjalanan KA saat siang hari. Gitu-gitu, dia terpukau loh sama pemandangan persawahan luas antara Cikampek hingga Cirebon hehehe... Walau menurut saya belum seindah pemandangan jalur daop II, V, dan IX, tetapi memang persawahan antara CKP hingga CN bisa cukup mengobati mata ini yang terlalu sering melihat kemacetan, kepadatan, dan polusi. Oh ya, yang saya takjub di sini tuh entah kenapa ya goncangan di dalam KA Kertajaya sangatlah nyaman. Tidak yang heboh dan berlebihan. Bahkan di jalur CKP-CN yang dikatakan tidak terlalu nyaman, tetapi sepanjang naik Kertajaya rasanya halus dan nyaman sekali. Saya kaget dan senang juga. Apakah ini karena kualitas bogie+keretanya atau kualitas relnya yang membaik? Soalnya serius deh alus banget sumpahhh... Walau belum sealus CN-SMT-SBI atau KTA-YK-SLO-MN, tetapi ga yang gemlodakan gitu sih. SUKAK dehh hehehe.... Singkat cerita, KA Kertajaya berhenti normal di Jatibarang dan Cirebon Prujakan. Oh ya, karena teman saya ini jarang naik KA jadi dia sering keluar melihat stasiun pemberhentian. Seperti di CNP, kami sempat keluar untuk membeli nasi rames bungkus sbg bekal makan malam (daripada beli di restorasi mahal soalnya) lalu sekaligus melihat suasana CNP kala senja hari. Sayang, pas di CNP berhentinya malah di jalur 3, bukan jalur 4 jadinya pas mau keluar beli makanan ga dapet peron dan harus lompat dari kereta lalu lewatin rel lalu naik lagi ke peron. Untungnya ga ada KA yang menghalangi waktu itu. Pukul 17.14, KA Kertajaya diberangkatkan kembali dari CNP dan bersiap menyusuri lintas utara Jawa yang sudah berjalur ganda seutuhnya hingga Surabaya Pasar Turi. Saya termasuk ga sabar buat lewatin jalur ini karena saya udah mewanti2x sahabat saya ini bahwa di jalur ini hingga Surabaya, KA Kertajaya akan berjalan dengan kencang dan nyaman serta halus karena relnya bagus. Dan ternyata ya memang benar, teman saya sampai terkagum-kagum dan berkata,"Gila ini jalur sama kereta mulus banget. Enak buat ngebut" Walau di GPS kecepatannya kebanyakan antara 80-90-an Km/jam. Sayang banget di jalur CNP hingga TG yang bersebelahan dengan jalan raya Pantura Jawa itu ga lihat kemacetan kayak di musim mudik kemaren. Kalo ngeliat kemacetan panjang kan ya jahat sih, tapi ada rasa bangga sekaligus sombong juga karena kayak bisa dadah2x ngejekin mereka2x yg naik bus, mobil, motor. Walau ya jahat tapi suka dan masih jadi kebiasaan kalo lagi naik KA HAHAHAHAHA.... Tepat pukul 18.15, KA Kertajaya berhenti di Stasiun Tegal. Yeay, masuk Daop IV tinggal satu Daop lagi (padahal masih ujung barat daop IV hahaha) Di sini, saya dan sahabat saya pun berpindah kembali ke tempat duduk kami semula. Sempet ngerasa seneng kalo kita bisa selonjorin kaki eh tau2x di Tegal ada yang naik, sekeluarga pula. Ada Ayah, Ibu, dan anak perempuan yang masih kecil. Yaelah.... Yaudah deh. Kami cuma bisa berharap mereka turunnya di daerah Jateng biar kita bisa selonjoran hahaha... Sempet ada kejadian di mana sang anak serta ibunya tiba2x menangis. waduh, saya jadi kepo tapi ya ga enak juga. Saya pikir karena masalah keluarga atau apa. Tapi selang setengah jam-an kemudian, kami mulai saling berkenalan dan bercerita. Rupanya mereka dari Tegal dan hendak pulang ke Jombang dengan turunnya nanti di Stasiun BABAT (WHAT? BABAT? itu mah sejam lagi juga sampe Surabaya. Pupus sudah harapan saya untuk bisa selonjoran :'( ) Rupanya sang anak besar bersama kakek neneknya di Tegal dan sedih karena harus berpisah dengan saudara2x-nya di sana. Wah.... jadi keinget masa kecil saya kalo pisah sama sepupu gitu nangis juga hehehe... Setelah itu, karena perjalanan masih jauh dan hari semakin malam saya memutuskan untuk lebih banyak beristirahat. KA Kertajaya sendiri melintas dengan sangat mulus melalui stasiun2x jalur pantura. Di Pekalongan berhenti, lalu melewati daerah hutan wingit yang susah sinyal di pinggi pantai antara Ujungnegoro hingga Krengseng. Weleri berhenti sekaligus papasan dengan KA Gumarang SBI-PSE lalu mulus hingga memasuki Stasiun Besar Semarang Tawang pada pukul 20.49. Di Semarang Tawang, KA Kertajaya berhenti cukup lama untuk mengisi air toilet sekaligus mungkin pergantian masinis. Di sini juga banyak yang turun dan naik. Tadinya saya mau turun untuk ke toilet stasiun, tetapi karena berhentinya tidak selama ketika saya naik KA 172 Matarmaja akhir Januari silam maka saya urungkan niat tersebut. Oh ya, di Weleri kan pas lagi berhenti saya cuci muka, kencing, sama gosok gigi di toilet kereta 7 karena air di toilet kereta 8 habis. Saya digedor2x mulu sama Ibu2x. Dalam hati saya, kan saya udah bilang sama anaknya yang di situ kalo saya mau gosok gigi cuci muka kencing eh masih aja ga sabaran. Saya lama2x-in aja, biarin ngedumel. Ga sabaran banget. Begitu saya keluar toilet, saya bilang,"Maaf ya Bu, saya tadi gosok gigi cuci muka. Lain kali jangan gedor2x mulu ya" Dianya terus malah kaget dan minta maaf sama saya. Makanya, jadi orang sabaran dong. Males banget sama orang yang ga sabaran. Selepas SMT, saya memutuskan untuk tidur karena selain semakin malam, lalu jalurnya juga ngelewatin daerah yang jauh dari pemukiman besar/ramai, saya juga harus istirahat karena begitu tiba di SBI saya akan segera langsung bertolak ke Banyuwangi menggukanan mobil jemputan yang ternyata sudah menunggu saya di sana bersama dengan rombongan Open Trip Banyuwangi. Oke deh, langsung saya tidur. Walau tidurnya tidur ayam secara tegak dan tidurnya juga tanggung karena dini hari udah bangun lagi. Sempet kedengeran suara pemberitahuan kereta akan berhenti di Ngrombo sama Randublatung tapi tidak saya indahkan. Lha Wong bukan berhenti di situ sayanya hehehe.... Entah jam berapa saya kebangun karena pemberitahuan KA Kertajaya akan berhenti di Stasiun Babat. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap terjaga karena Surabaya sudah tinggal satu jam lagi. Keluarga yang di depan saya pun berpamitan untuk turun mengakhiri perjalanannya di Stasiun Babat dan saya+sahabat saya itupun kegirangan akhirnya bisa juga selonjoran meluruskan kaki walau tidak terlalu lama. Akhirnya kami pun malah asyik bercakap-cakap dan tidak terasa KA Kertajaya pun akan segera merapat di Stasiun Besar Surabaya Pasar Turi. Tepat pada pukul 01.45, KA Kertajaya jurusan Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi pun tiba di Stasiun Besar Kereta Api Surabaya Pasar Turi. Walau telat 15 menit dari jadwal, tetapi ya tidak parah sih menurut saya. Masih enjoy juga, yang penting aman, lancar, dan selamat. Entah apa yang bikin telat padahal dari CNP, TG, PK, WLR, dan SMT ontime. Mungkin sempat jalan pelan atau ketahan sinyal selepas SMT. Ah yasudahlah yang penting udah sampe. Puji Tuhan akhirnya tiba juga dengan selamat di SBI. Tapi, perjalanan kami masih panjang karena masih harus melanjutkan perjalanan menuju ujung timur Jawa yaitu Banyuwangi dengan mobil. Secara keseluruhan, perjalanan kali ini menyenangkan walau AC-nya kurang dingin sama tingkah laku penumpang yang kurang tertib. Tapi AC di kereta lainnya adem dan sejuk kok. Ketepatan waktu juga bisa diandalkan. Tak salah memang jika Kertajaya banyak peminatnya, pas saya turun di SBI aja masih banyak dan rame banget yang turun. Boleh lah kapan lagi naik Kertajaya, tapi dari SBI biar tidurnya lebih puas hehehe.... Oke deh, nanti bakal saya lanjutkan trip report bagian-bagian selanjutnya dengan KA lain. Ditunggu ya. Berikut ini LAPKA KA 178 Kertajaya PSE-SBI Jumat, 15 Juli 2016 Lokomotif Dinas: CC 206 Jumlah kereta sekitar 16 kereta PSE 14.00 WIB Jalan pelan sinyal masuk dan Stasiun JNG 14.08-14.10 WIB 14.16-14.23 WIB jalan pelab KLD-CUK ngangon KRL CL JAKK-BKS dan menyusul KRL CL JAKK-BKS di CUK 16.27-14.29 JTB 17.00-17.14 CNP sekaligus papasan KA Tegal Bahari TG-GMR 18.15-18.21 TG sekaligus papasan KA 13 Eksekutif Argo Muria SMT-GMR jelang Stasiun Tegal 19.11-19.17 PK 19.59-20.07 WLR sekaligus papasan KA 71 Ekspress Malam Gumarang SBI-PSE 20.44-20.45 ketahan sinyal masuk SMT (sekaligus silang KA, sepertinya KA Ekspress Malam Harina SBI-SMT-CKP-BD) 20.49-21.05 SMT sekaligus bertemu KA Ekonomi AC Menoreh Malam SMT-PSE 01.45 SBI |