04-07-2013, 05:40 PM
(04-07-2013, 12:37 PM)febri12 Wrote:(03-07-2013, 09:01 PM)discopotato86 Wrote:(03-07-2013, 07:04 PM)febri12 Wrote: bukannya K3 split harganya naik karena PSOnya dikurangi ya? kan semenjak kebijakan PSO dikurangi, rangkaian kereta diperpendek dan yang dipendekin tadi masuk depo untuk di-ACnisasi
K3 bogowonto, gawong, majapahit (warna silver/biru) bukan KA PSO, tp dia masuk kategori KA ekonomi komersial, makanya walopun sama2 ekonomi ac, tarifnya jauh lebih tinggi dibanding KA ekonomi AC macam matar, kertajaya, GBMS, progo (orange/nutrisari) dll.....
salah klo ente bilang rangkaian diperpendek, yg betul itu disesuaikan dgn PSO alias jumlah kereta yg disubsidi pemerintah.....
ilustrasinya gini: KA progo hanya disubsidi 6 K3, pada nyatanya progo bisa bawa 8 K3......2 K3 otomatis ga kena subsidi yg ujung2nya biaya perawatan ditanggung sendiri oleh perusahaan.......inilah yg menyebabkan timbul kesan klo KA-KA ekonomi diperpendek.......
berarti emang perusahaan sengaja nggak menjalankan K3 yang gak disubsidi yak?
Entah disengaja atau tidak, namanya juga Perseroan Terbatas, baik itu swasta ataupun khususnya BUMN, sekarang kan tujuannya sudah disyaratkan untuk menghasilkan keuntungan.
Kereta api kelas ekonomi ini sudah jelas tidak dapat memberikan keuntungan, jadi ada strategi yang dijalankan oleh operator untuk maksimalisasi keuntungan yang didapat dari sektor lainnya. Akan berbeda ceritanya kalau operator mampu untuk mendulang keuntungan dari sektor yang lainnya, tapi karena sekarang belum bisa, ya cara ini yang dijalankan


![[Image: 1013066_687191507974458_1535572663_n.jpg]](https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/1013066_687191507974458_1535572663_n.jpg)
kalau sebelum diberi AC ya bisa jadi ada keuntungan.