18-01-2012, 08:55 PM

|
19-01-2012, 03:15 AM
19-01-2012, 08:12 AM
19-01-2012, 12:58 PM
baca di surat kabar harganya sekitar 600 M
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang ! https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
PENDAHULUAN
Sistem lalu-lintas perkereta-apian di Indonesia saat ini masih sangat buruk, dapat dilihat sehari-hari bahwa seringkali terjadi keterlambatan kereta, kecelakaan (tabrakan) yang akan menyebabkan terhambatnya seluruh lalu-lintas perkereta-apian. Semua ini dapat disebabkan karena kelalaian masinis dalam mengendalikan kereta, atau kereta dijalankan dalam kondisi tidak layak, sehingga mesin kereta dapat sewaktu-waktu rusak di tengah perjalanan. Selain itu ada juga faktor alamiah yang dapat menimbulkan gangguan, seperti gempa bumi yang dapat merusak rel, sambaran petir yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem persinyalan kereta, dan lain-lain. Untuk meningkatkan kualitas layanan lalu-lintas perkereta-apian di Indonesia, sangatlah perlu dirancang suatu sistem kendali yang memungkinkan Kereta Rel Listrik (KRL) dapat bergerak secara teratur dan aman, yaitu dengan sistem kendali otomatis. Dengan adanya otomatisasi pada sistem kendalinya, KRL menjadi lebih mudah dikendalikan, aman, selain itu KRL dapat datang dan pergi sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan, juga dapat memperkecil resiko tabrakan antar kereta. (Matsumoto, 2005:168) Automatic Train Control (ATC) Automatic Train Control (ATC) merupakan suatu konsep system pengaturan kereta api dimana seluruh sistem pengoperasiannya dapat dilakukan secara otomatis. Sistem ATC terdiri dari dua subsistem, yaitu Automatic Train Protection (ATP) dan Automatic Train Operation (ATO). ![]() GAMBAR 5. DIAGRAM SISTEM ATC ![]() GAMBAR 6. JARINGAN TRANSMISI DATA PADA REL Automatic Train Protection (ATP) ATP berguna untuk menjaga agar lalu-lintas perkeretaapian dapat tetap berjalan dengan aman walaupun terjadi kesalahan (fail-safe system), dimana kecepatan kereta akan dibatasi secara otomatis tergantung pada keadaan lalu-lintas dan reaksi masinis. Ini menjadi hal dasar yang wajib dipenuhi di dalam sistem kendali kereta otomatis. Konstruksi sistem ATP terdiri dari dua bagian, yaitu: 1. Perangkat stasiun (stationary part) Terdiri dari perangkat komputer pada stasiun yang terletak di dalam ruangan interlocking dan jaringan transmisi data yang terletak pada sepanjang rel (gambar 6). Seluruh Informasi keadaan lalu-lintas kereta dan nilai batas kecepatan akan diproses oleh perangkat stasiun yang kemudian akan ditransmisikan ke perangkat kendaraan di dalam kereta. Jika kecepatan kereta melampaui batas kecepatan yang telah ditentukan, maka sistem ATP akan mempengaruhi sistem kemudi dan akan melakukan pengereman hingga kereta melaju pada batas aman yang memastikan kereta bekerja dengan fail-safe system. Fail-safe system adalah suatu sistem pengamanan kereta dimana jika terjadi sesuatu pada lalu-lintas kereta, kereta dapat berhenti sebelum memasuki tempat yang berbahaya. Setiap Stasiun dilengkapi dengan satu set perangkat computer untuk mengirim data melalui jaringan transmisi yang terletak pada sepanjang rel sesuai dengan status peralatan persinyalan. Satu set perangkat komputer ini terdiri dari tiga unit komputer utama yang identik (α, β, dan γ) ditambah sebuah komputer untuk mendiagnosa sistem apabila terjadi kesalahan pada sistem. Setiap komputer ini dilengkapi dengan perangkat lunak dual channel yang akan memproses data ke semua transmitter secara terpisah. Hasil data yang telah diproses akan dibandingkan dan dievaluasi oleh fail- safe comparator dan satu set memori berkapasitas besar. Proses kerja ini dilakukan oleh dua dari tiga komputer yang ada, sehingga jika terjadi sesuatu/ kerusakan pada salah satu komputernya, komputer yang lain akan memastikan sistem tetap bekerja dengan prinsip fail-safe. Informasi mengenai kondisi ini ditransmisikan ke ruangan pusat pengaturan. Peralatan perangkat stasiun juga melaksanakan pengetesan yang tugasnya adalah memeriksa sistem fail-safe operation secara otomatis. Transmisi dari perangkat stasiun ke perangkat kendaraan dari sistem ATP menggunakan kabel transmisi bawah rel dengan menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Kabel transmisi tersebut terbuat dari konduktor sederhana yang terisolasi. 2. Perangkat kendaraan (mobile part) Perangkat kendaraan pada modul ATP berfungsi untuk memproses data yang diterima dari perangkat stasiun. Kemudian, perangkat ini mengevaluasi kecepatan kereta sesungguhnya, arah kereta melaju, kondisi kendaraan, dan apa yang sedang dilakukan oleh masinis. Perangkat ini terletak di dalam kereta dan berfungsi untuk menerima data yang ditransmisikan oleh perangkat stasiun. Data yang diterima ini dapat digunakan untuk sistem persinyalan, sistem pengereman, dan keperluan peralatan traksi lainnya. Fungsi utama modul ATP adalah memastikan keamanan lalu-lintas kereta dengan cara membatasi kecepatan kereta secara otomatis berdasarkan pada data yang diterima sesuai dengan posisi kereta berada, seperti: status sinyal, penutupan pintu, dan batas kecepatan kereta. Oleh karena itu, tugas-tugas yang harus dilakukan oleh sistem ATP adalah: 1. Mengevaluasi batas kecepatan berdasarkan pada situasi lalu-lintas dan kondisi teknis jalan rel. 2. Mentransmisikan data ke kereta. 3. Mengevaluasi data kecepatan kereta yang diperiksa oleh sensor atas batas kecepatan yang diperbolehkan. 4. Mengukur kecepatan kereta sesungguhnya. 5. Membandingkan kecepatan kereta yang diperiksa dengan kecepatan kereta sesungguhnya. 6. Bekerja sama dengan sistem pengaturan traksi (mematikan / menyalakan sistem traksi, melakukan pengereman , dan lain-lain). Automatic Train Operation (ATO) Modul ATO bekerja dibawah pengawasan modul ATP. Perintah dan data ditransmisikan oleh saluran data yang aman pada modul ATP yang memastikan pengoperasian kereta berjalan dengan aman dan terpercaya. Tujuan utama menggunakan modul ATO adalah untuk menggantikan fungsi pengaturan kereta yang biasa dilakukan oleh masinis menjadi kinerja mesin. Fungsi modul ATO adalah: 1. Memungkinkan kereta berjalan dengan lembut 2. Berhenti pada posisi yang tepat pada stasiun 3. Memperkecil ketidak-tepatan waktu pelayanan kereta 4. Menghemat konsumsi energi untuk keperluan traksi 5. Membuka dan menutup pintu secara otomatis 6. Pengaturan kereta lainnya. Seperti pada modul ATP, modul ATO juga terdiri dari perangkat stasiun dan perangkat kendaraan yang terhubung dengan saluran transmisi data pada rel. Perangkat kendaraanya terdiri dari sistem multiprocessor. Peralatan inilah yang memberikan algoritma ke modul ATO untuk pengaturan kereta otomatis. Sedangkan perangkat stasiunnya hanya merupakan sebuah antarmuka (interface) yang menghubungkan antara sistem pengaturan pesan dengan perangkat stasiun pada modul ATP. ATO merupakan sistem pengaturan yang sangat terpercaya, karena sistemnya dipastikan untuk dapat mendeteksi gangguan dan kemudian memberikan laporan tentang gangguan yang sedang terjadi. Keamanan perjalanannya dijamin oleh sistem ATP secara terpisah dan dominan. Proses kerja yang dilakukan oleh keseluruhan sistem ATC di dalam kereta dapat dilihat pada gambar 7. ![]() GAMBAR 7. PROSES KERJA SISTEM ATC ![]() GAMBAR 8. SISTEM PERSINYALAN KERETA DENGAN MENGGUNAKAN ATC Keuntungan utama menggunakan sistem ATC adalah kereta dapat dioperasikan dengan performa terbaik, yaitu kereta dimungkinkan untuk berjalan dengan kecepatan yang telah ditentukan hingga titik pemberhentian kereta, sehingga kereta dapat tiba di stasiun tepat pada waktu yang telah dijadwalkan. Pada sistem konvensional, perjalanan kereta sangat bergantung pada masinis. Sehingga pada setiap rambu pembatasan kecepatan, masinis harus mengurangi kecepatan kereta secara bertahap agar pengereman kereta tidak terlalu mendadak. Faktor inilah yang menyebabkan seringkali terjadinya keterlambatan dalam pelayanan. Tetapi pada sistem ATC, perjalanan kereta selalu dimonitor langsung oleh perangkat yang terpasang baik pada kereta maupun pada stasiun. Sehingga kereta dapat berjalan dengan kecepatan maksimum dan berhenti dengan lembut pada titik pemberhentian kereta. Persinyalan kereta juga dapat dilakukan secara otomatis oleh perangkat ATC yang terdapat pada stasiun, sehingga sistem ATC menjamin lalu-lintas perkeretaapian berjalan dengan aman, lebih teratur dan lancar. Berikut ini adalah gambaran sistem pengkodean yang digunakan dalam persinyalan kereta. KESIMPULAN 1. Dengan menggunakan sistem ATC, lalu-lintas perkeretaapian menjadi lebih mudah diatur dan dapat memberikan pelayanan yang tepat waktu dan nyaman. 2. Sistem ATO memberikan kemudahan bagi masinis dalam mengendarai kereta 3. Dengan adanya modul ATP, operasi kereta menjadi lebih aman karena dilengkapi dengan sistem fail-safe, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan, penumpang kereta dapat selamat 4. Sistem ATC memberikan performa pengaturan kecepatan kereta yang sangat baik dan lebih lembut dibandingkan dengan system konvensional 5. Dengan menggunakan sistem ATC, pengaturan traksi kereta menjadi lebih sederhana dan teratur, sehingga dapat menghemat energi yang dikonsumsi kereta SUMBER 1. Matsumoto Masakazu, Sekino Shinichi, and Wajima Takenori. 2005. Latest System Technology for Railway Electric Cars. 2. Praha, S.R.O., “Continuous Automatic Train Protection with Automatic Train Operationâ€, AZD, 2000. 3. PT. KAI, 2002. Diktat Pelatihan Elektronika Daya. Edisi Pertama. PT. KAI Indonesia, Bandung. SEMOGA POSTINGAN ANE BERMANFAAT BUAT REKAN-REKAN RF SEMUA
26-09-2012, 05:57 PM
nampaknya sistem ini bagus ya kalau diterapkan, sangat membantu tugas masinis.. tapi kira-kira ada kemungkinan gak kalau dengan diterapkannya sistem ini maka nanti akan ada pengurangan jumlah masinis?
KA Sumber Kentjono
27-09-2012, 02:45 PM
(26-09-2012, 05:57 PM)eri4nto Wrote: nampaknya sistem ini bagus ya kalau diterapkan, sangat membantu tugas masinis.. tapi kira-kira ada kemungkinan gak kalau dengan diterapkannya sistem ini maka nanti akan ada pengurangan jumlah masinis? gak dong, walaupun ada Stoker/Assisten tapi kan fungsinya adalah ngontrol
04-10-2012, 12:18 PM
wah ente salah tidak ada yang namanya pengurangan mass malah sekarang KAI sedang buka lowongan mass hingga 5 th kedepan.terutama buat mass KRL di daop I seiring dengan datangnya ratusan gerbong KRLeks jepang dan juga mulai berdatanganya lok lok baru dari amerika dan kanada,cmiw
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang ! https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
17-01-2013, 11:09 PM
penasaran juga, berhubung lok indo yang dinas aktif sekarang rata-rata buatan amrik...
jadi pertanyaannya, di lok (dan persinyalan) di indo itu ada semacam perangkat train control (misal: integra-signum, eurobalise, dll) yang fungsinya menghentikan laju KA jikalau KA tersebut melewati sinyal yang aspeknya bahaya? kalo di eropa kan pada pake tuh... kalo di indo bagaimana? catetan: perangkatnya itu ada dua, yang ditanam di lok sama di sinyal. ![]() ![]() ![]()
Sepur betulan maupun sepur model, saya suka semuanya hehehe
|
|
|
![[Image: spammingsj0.gif]](http://i1211.photobucket.com/albums/cc423/gegenugroho/spammingsj0.gif)
![[Image: 303241_3523586177613_1524965868_n.jpg]](http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/303241_3523586177613_1524965868_n.jpg)
![[Image: 263810_3523599097936_537214372_n.jpg]](http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/263810_3523599097936_537214372_n.jpg)
![[Image: 386240_3523586617624_917645501_n.jpg]](http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/386240_3523586617624_917645501_n.jpg)
![[Image: 561661_3523587177638_1399858031_n.jpg]](http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/561661_3523587177638_1399858031_n.jpg)


